Menuju konten utama

Anak Sering Cemburu pada Saudaranya? Ini Cara Atasinya

Sibling rivalry biasanya terjadi saat anak berusia dini dan ketika anak semakin beranjak dewasa, maka rasa cemburu atau persaingan juga semakin menurun.

Anak Sering Cemburu pada Saudaranya? Ini Cara Atasinya
Ilustrasi anak bertengkar. foto/istockphoto

diajeng.id - Sibling rivalry adalah istilah yang berasal dari Bahasa Inggris, di mana artinya rasa cemburu antara saudara kandung yang bisa mengarah ke persaingan. Dalam laman Keslan Kemenkes disebutkan, sibling rivalry merupakan kecemburuan, pertempuran, atau persaingan yang terjadi pada saudara laki-laki dan saudara perempuan yang tinggal bersama dan umumnya cenderung terjadi setelah anak kedua lahir.

Kecemburuan atau sibling rivalry biasanya terjadi saat anak masih berusia dini dan ketika usia anak semakin beranjak dewasa, maka rasa cemburu atau persaingan juga semakin menurun. Selain itu, sibling rivalry juga kerap terjadi apabila usia anak tidak terpaut jauh.

Meski demikian, sibling rivalry bisa menjadi permasalahan besar apabila rasa persaingan antar anak semakin mendalam dan bisa membahayakan juga jika ada salah satu anak yang merasa rendah diri, sehingga kemungkinan akan memicu anak untuk melakukan Tindakan berbahaya dan menyakiti saudaranya.

Lantas bagaiamana cara mengatasi anak yang cemburu dengan adiknya? Simak terus artikel ini untuk membahas lebih lanjut.

Penyebab Sibling Rivalry

Sebelum membahas cara mengatasi anak yang cemburu, ada baiknya kita mengetahui beberapa penyebab terjadinya sibling rivalry, di antaranya seperti dilansir Medicine Net:

1. Merasa cemburu dan menyimpan dendam antarsaudara

Saudara kandung kerap menyimpan perasaan iri, tidak suka, atau kesal satu sama lain, terutama ketika merasa tersaingi dalam perhatian dan kasih sayang orang tua.

2. Anak kurang memiliki keterampilan sosial

Anak belum sepenuhnya mampu berkomunikasi, mengekspresikan emosi, atau menyelesaikan konflik secara sehat, sehingga mudah memicu pertengkaran.

3. Khawatir tidak mendapat keadilan

Ketika anak merasa orang tua tidak memperlakukannya dengan adil dibanding saudaranya yang lain, maka kondisi ini bisa menimbulkan perasaan cemburu hingga menimbulkan konflik. Terkadang anak memang sering membuat penilaian sendiri apakah orang tua bersikap adil atau tidak.

4. Memiliki perbedaan temperamen dan kepribadian

Setiap anak memiliki karakter, suasana hati, dan kemampuan beradaptasi yang berbeda, yang dapat memengaruhi keharmonisan hubungan antar saudara.

5. Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau kondisi tertentu

Anak yang memiliki kebutuhan khusus atau penyakit kronis biasanya memerlukan perhatian lebih, sehingga saudara lain dapat merasa tersisih.

6. Persaingan mendapatkan perhatian dan pengakuan orang tua

Banyak ahli menyebutkan bahwa sibling rivalry muncul karena anak berlomba-lomba memperoleh cinta, perhatian, dan pengakuan dari orang tua, bahkan sejak sebelum kelahiran adik.

7. Faktor usia dan tahap perkembangan anak, yang dibagi menjadi:

  • Anak prasekolah cenderung berebut barang karena belum mampu mengelola emosi dengan baik.
  • Anak usia sekolah mulai peka terhadap konsep adil dan tidak adil.
  • Remaja menginginkan kemandirian dan dapat merasa terbebani ketika harus menjaga adik.

8. Perbedaan jarak usia antar saudara

Seperti disebutkan di atas, semakin dekat jarak usia anak-anak, maka semakin besar pula peluang munculnya persaingan karena minat dan kebutuhan mereka cenderung serupa.

9. Kemampuan orang tua dalam menyelesaikan konflik

Kurangnya keharmonisan dan keterampilan orang tua dalam menangani konflik terbukti berkaitan erat dengan meningkatnya kecemburuan antar saudara.

10. Gaya pengasuhan orang tua

Pola asuh yang terlalu mengontrol, kurang peduli, atau tidak menjadi penengah dapat memperburuk persaingan dibandingkan pola asuh yang membimbing dan suportif.

11. Pengaruh budaya dan nilai sosial

Praktik budaya yang lebih mengistimewakan jenis kelamin atau peran tertentu dapat membuat anak lain merasa terabaikan dan melampiaskannya kepada saudara kandung.

12. Perilaku orang tua yang memperparah konflik, seperti:

  • Menunjukkan sikap pilih kasih
  • Membandingkan anak satu dengan yang lain
  • Mendorong anak untuk saling bersaing secara tidak sehat

Cara Sederhana Mengatasi Sibling Rivalry

Setelah memahami berbagai penyebabnya, situs Positive Parenting menulis beberapa cara atasi anak cemburu pada saudaranya berikut ini:

1. Hindari memberi label dan membandingkan anak

Memberi julukan atau membandingkan anak dapat memicu rasa iri dan persaingan. Perlakukan setiap anak sebagai individu yang unik.

2. Luangkan waktu khusus dengan setiap anak

Sediakan waktu berdua setiap hari agar anak merasa diperhatikan, sehingga tidak perlu mencari perhatian melalui pertengkaran.

3. Jadi penengah, bukan wasit

Bantu anak menyelesaikan konflik bersama-sama tanpa memihak, agar mereka belajar mencari solusi yang adil.

4. Ajarkan berbagi tanpa paksaan

Jangan memaksa anak berbagi. Tetapkan batasan yang jelas agar anak merasa aman dan mau berbagi dengan sukarela.

5. Hadapi amukan dengan tegas dan tenang

Jangan mengalah saat anak mengamuk. Tunjukkan empati, tetapi tetap konsisten agar anak belajar mengelola emosinya.

Kamu juga bisa membaca berbagai artikel menarik lainnya lewat tautan ini.

Baca juga artikel terkait RELATIONSHIP atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih