diajeng.id - Suatu hari, ketika aku sedang bermain dan duduk bersama anak-anak di ruang keluarga, aku menyadari satu hal yang bikin aku jadi makin merenung.
Secara fisik, tubuhku memang ada di sana. Pada waktu sama, pikiranku sedang berkelana jauh ke daftar belanja bulanan, menu masakan buat besok, pekerjaan yang belum selesai, hingga sisa cuplikan mengharukan dari video postingan Instagram semalam.
Keadaan yang aku alami ini, mungkin juga sering dialami oleh orang tua lainnya. Kita berada dalam satu ruangan yang sama dengan anak-anak, akan tetapi perhatian kita terbagi ke ribuan arah yang lainnya.
Apa Sebenarnya Arti "Hadir" (Being Present)?
Menjadi orang tua yang "hadir" atau present bukan sekadar masalah keberadaan fisik di ruang yang sama.
Menurut First Time Parent Magazine, kehadiran sejati berkaitan dengan kualitas perhatian dan kesadaran kita. Ini adalah tentang memberikan perhatian secara sengaja pada apa yang sedang terjadi saat ini, tanpa menghakimi diri sendiri saat pikiran kita mulai melantur.
Menjadi hadir berarti kita sadar ke mana pikiran kita pergi, sehingga kita memiliki pilihan untuk membawanya kembali pada momen bersama anak.
Penting untuk ditegaskan bahwa tanggung jawab untuk "hadir" ini tidak hanya terletak pada pundak ibu. Ayah dan ibu memiliki peran yang sama krusialnya dalam menciptakan koneksi ini.
Baik ayah maupun ibu perlu berkolaborasi untuk memastikan bahwa anak-anak mereka merasa dilihat, didengar, dan dihargai melalui kehadiran yang utuh.
Strategi untuk Menjadi Orang Tua yang Lebih Hadir
Diajeng akan memberikan beberapa strategi praktis yang bisa diterapkan oleh orang tua untuk benar-benar hadir saat sedang bersama anak yang dirangkum dari laman Parents dan Motherly:
1. Jauhkan Smartphone dari Jangkauan
Smartphone adalah pencuri perhatian terbesar di era modern. Berbagai riset menunjukkan bahwa kapasitas kognitif kita menurun hanya dengan adanya smartphone di dalam ruangan, bahkan jika smartphone itu tidak terlihat atau berada di dalam saku.Cobalah membuat kesepakatan antara ayah dan ibu untuk menyimpan smartphone di dalam laci atau tas saat sedang bersama anak-anak. Jadikan waktu bersama keluarga sebagai "mode pesawat" di mana perhatian kamu sepenuhnya dicurahkan untuk mereka.
2. Fokus pada Waktu Satu Lawan Satu
Anak-anak sering kali harus "bersaing" dengan pekerjaan rumah tangga, adik-kakak, atau bahkan hewan peliharaan untuk mendapatkan perhatian kita.Menetapkan "hari kencan" atau "waktu spesial" yang terjadwal, misalnya selama 5 hingga 15 menit sehari tanpa gangguan, dapat membuat anak merasa sangat dihargai. Ayah bisa memiliki waktu spesialnya sendiri dengan anak, begitu pula dengan ibu.
3. Gunakan Metode PBR (Pause, Breathe, Respond)
Saat situasi rumah mulai kacau atau anak sedang rewel, jangan langsung bereaksi dengan emosi. Cobalah teknik PBR: berhenti sejenak (Pause), Tarik napas (Breathe), dan respons dengan niat (Respond with intention).Menghirup napas dalam-dalam tidak hanya menenangkan sistem saraf diri sendiri, tetapi juga memberikan teladan bagi anak untuk ikut tenang.
4. Aktivitas Fisik Bersama
Bergerak secara fisik adalah cara yang sangat efektif untuk menenangkan pikiran yang sibuk.Bermain kejar-kejaran di halaman, melakukan yoga bersama, atau sekadar jalan kaki bersama hewan peliharaan dapat membantu ayah dan ibu merasa lebih terhubung dengan tubuh dan momen saat ini.
Saat kita fokus pada gerakan fisik, jauh lebih sulit bagi pikiran untuk mengkhawatirkan pekerjaan.
5. Mengisi "Tangki" Diri Sendiri
Kadang-kadang, kita butuh menjauh sejenak dari keluarga agar bisa lebih hadir saat kembali bersama mereka. Ayah dan ibu perlu mengisi energi diri sendiri melalui perawatan diri atau dukungan sosial.Bangunlah beberapa menit lebih awal sebelum anak-anak bangun untuk meditasi atau sekadar menikmati kopi dalam diam agar kamu memiliki ketenangan sebelum memulai hari yang sibuk.
6. Menciptakan Ritual Sederhana
Gunakan waktu menjelang tidur untuk berbincang secara bermakna.Ayah atau ibu bisa menanyakan satu hal yang disukai anak hari itu, satu hal yang tidak mereka sukai, dan satu hal yang mereka syukuri.
Ritual kecil ini membuka pintu komunikasi yang jujur dan membangun kedekatan emosional.
Masa kecil anak-anak kita sangatlah singkat.
Namun, setiap kali kita menangkap pikiran kita melantur dan dengan lembut membawanya kembali pada anak, kita sedang mempraktikkan kasih sayang yang nyata.
Mari kita ingat bahwa hari yang produktif bukan hanya tentang berapa banyak tugas yang selesai, tetapi berapa banyak tawa anak yang kita dengar.
Menjadi orang tua yang hadir adalah hadiah terbaik yang bisa diberikan oleh ayah dan ibu untuk masa depan anak-anak mereka.
Simak juga artikel seputar orang tua dan anak di sini.
Editor: Sekar Kinasih