Menuju konten utama

Bacaan Surat Yusuf untuk Ibu Hamil Ayat 1-16 dan Artinya

Berikut ini bacaan surat yusuf ayat 1-16 yang bisa diamalkan oleh ibu hamil beserta artinya, juga beberapa keutamaan membaca Surat Yusuf untuk ibu hamil.

Bacaan Surat Yusuf untuk Ibu Hamil Ayat 1-16 dan Artinya
Wanita muslim berdoa usai membaca al-Quran. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Surat Yusuf merupakan salah satu surah dalam Al-Qur’an yang termasuk golongan Makkiyah dan terdiri dari 111 ayat. Surah ini dikenal karena mengisahkan perjalanan hidup Nabi Yusuf ‘alaihis salam dengan penuh hikmah, kesabaran, serta keteguhan iman dalam menghadapi berbagai ujian.

Keindahan bahasa dan makna yang mendalam dalam surah ini menjadikannya sering diamalkan oleh umat Muslim, termasuk sebagai surah yusuf untuk ibu hamil yang diyakini membawa ketenangan hati serta harapan akan kebaikan bagi calon buah hati.

Dalam praktiknya, banyak yang meyakini bahwa membaca surat yusuf untuk ibu hamil ayat 1-16 dapat menjadi bagian dari ikhtiar batin, disertai doa dan harapan agar anak yang dikandung memiliki akhlak yang baik, wajah yang rupawan, serta kepribadian yang mulia seperti Nabi Yusuf.

Oleh karena itu, tidak sedikit yang menjadikan bacaan ini sebagai doa surat yusuf untuk ibu hamil yang rutin diamalkan selama masa kehamilan.

Bacaan Surat Yusuf ayat 1-16 beserta Artinya

Berikut adalah bacaan Surat Yusuf untuk Ibu Hamil ayat 1-16 dan artinya dalam Bahasa Arab-Indonesia

Bismillaahirrahmaanirraahiim

1. الۤرٰۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۗ

alif lâm râ, tilka âyâtul-kitâbil mubîn

Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas (arti dan petunjuknya).

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ 2.٢

innâ anzalnâhu qur'ânan ‘arabiyyal la‘allakum ta‘qilûn

Sesungguhnya Kami menurunkannya (Kitab Suci) berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kamu mengerti.

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَۖ وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ 3.٣

naḫnu naqushshu ‘alaika aḫsanal-qashashi bimâ auḫainâ ilaika hâdzal-qur'âna wa ing kunta ming qablihî laminal-ghâfilîn

Kami menceritakan kepadamu (Nabi Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu. Sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang-orang yang tidak mengetahui.

اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ 4.٤

idz qâla yûsufu li'abîhi yâ abati innî ra'aitu aḫada ‘asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra'aituhum lî sâjidîn

(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya (Ya‘qub), “Wahai ayahku, sesungguhnya aku telah (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan. Aku melihat semuanya sujud kepadaku.”

قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًاۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ 5.٥

qâla yâ bunayya lâ taqshush ru'yâka ‘alâ ikhwatika fa yakîdû laka kaidâ, innasy-syaithâna lil-insâni ‘aduwwum mubîn

Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu karena mereka akan membuat tipu daya yang sungguh-sungguh kepadamu. Sesungguhnya setan adalah musuh yang jelas bagi manusia.”

وَكَذٰلِكَ يَجْتَبِيْكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَعَلٰٓى اٰلِ يَعْقُوْبَ كَمَآ اَتَمَّهَا عَلٰٓى اَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْحٰقَۗ اِنَّ رَبَّكَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌࣖ 6.٦

wa kadzâlika yajtabîka rabbuka wa yu‘allimuka min ta'wîlil-aḫâdîtsi wa yutimmu ni‘matahû ‘alaika wa ‘alâ âli ya‘qûba kamâ atammahâ ‘alâ abawaika ming qablu ibrâhîma wa is-ḫâq, inna rabbaka ‘alîmun ḫakîm

Demikianlah, Tuhan memilihmu (untuk menjadi nabi), mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi, serta menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya‘qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakannya kepada kedua kakekmu sebelumnya, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

۞ لَقَدْ كَانَ فِيْ يُوْسُفَ وَاِخْوَتِهٖٓ اٰيٰتٌ لِّلسَّاۤىِٕلِيْنَ 7.٧

laqad kâna fî yûsufa wa ikhwatihî âyâtul lis-sâ'ilîn

Sungguh, dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi para penanya.

اِذْ قَالُوْا لَيُوْسُفُ وَاَخُوْهُ اَحَبُّ اِلٰٓى اَبِيْنَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌۗ اِنَّ اَبَانَا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ 8.٨

idz qâlû layûsufu wa akhûhu aḫabbu ilâ abînâ minnâ wa naḫnu ‘ushbah, inna abânâ lafî dlalâlim mubîn

(Ingatlah,) ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudara (kandung)-nya lebih dicintai Ayah daripada kita, padahal kita adalah kumpulan (yang banyak). Sesungguhnya ayah kita dalam kekeliruan yang nyata.

ࣙاقْتُلُوْا يُوْسُفَ اَوِ اطْرَحُوْهُ اَرْضًا يَّخْلُ لَكُمْ وَجْهُ اَبِيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا مِنْۢ بَعْدِهٖ قَوْمًا صٰلِحِيْنَ 9.٩

uqtulû yûsufa awithraḫûhu ardlay yakhlu lakum waj-hu abîkum wa takûnû mim ba‘dihî qauman shâliḫîn

Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian Ayah tertumpah kepadamu dan setelah itu (bertobatlah sehingga) kamu akan menjadi kaum yang saleh.”

قَالَ قَاۤئِلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوْا يُوْسُفَ وَاَلْقُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ 10.١٠

qâla qâ'ilum min-hum lâ taqtulû yûsufa wa alqûhu fî ghayâbatil-jubbi yaltaqith-hu ba‘dlus-sayyârati ing kuntum fâ‘ilîn

Salah seorang di antara mereka berkata, “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir jika kamu hendak berbuat.”

قَالُوْا يٰٓاَبَانَا مَالَكَ لَا تَأْمَنَّ۫ا عَلٰى يُوْسُفَ وَاِنَّا لَهٗ لَنٰصِحُوْنَ 11.١١

qâlû yâ abânâ mâ laka lâ ta'mannâ ‘alâ yûsufa wa innâ lahû lanâshiḫûn

Mereka berkata, “Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak memercayai kami atas Yusuf, padahal sesungguhnya kami benar-benar menginginkan kebaikan baginya?

اَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَّرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ 12.١٢

arsil-hu ma‘anâ ghaday yarta‘ wa yal‘ab wa innâ lahû laḫâfidhûn

Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi agar dia bersenang-senang dan bermain-main. Sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya.”

قَالَ اِنِّيْ لَيَحْزُنُنِيْٓ اَنْ تَذْهَبُوْا بِهٖ وَاَخَافُ اَنْ يَّأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَاَنْتُمْ عَنْهُ غٰفِلُوْنَ 13.١٣

qâla innî layaḫzununî an tadz-habû bihî wa akhâfu ay ya'kulahudz-dzi'bu wa antum ‘an-hu ghâfilûn

Dia (Ya‘qub) berkata, “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir serigala akan memangsanya, sedangkan kamu lengah darinya.”

قَالُوْا لَىِٕنْ اَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ اِنَّآ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ 14.١٤

qâlû la'in akalahudz-dzi'bu wa naḫnu ‘ushbatun innâ idzal lakhâsirûn

Mereka berkata, “Sungguh, jika serigala memangsanya, padahal kami kelompok (yang kuat), kami benar-benar orang-orang yang merugi.”

فَلَمَّا ذَهَبُوْا بِهٖ وَاَجْمَعُوْٓا اَنْ يَّجْعَلُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِاَمْرِهِمْ هٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ 15.١٥

fa lammâ dzahabû bihî wa ajma‘û ay yaj‘alûhu fî ghayâbatil-jubb, wa auḫainâ ilaihi latunabbi'annahum bi'amrihim hâdzâ wa hum lâ yasy‘urûn

Maka, ketika mereka membawanya serta sepakat memasukkannya ke dasar sumur, (mereka pun melaksanakan kesepakatan itu). Kami wahyukan kepadanya, “Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan mereka ini kepada mereka, sedangkan mereka tidak menyadari.”

وَجَاۤءُوْٓ اَبَاهُمْ عِشَاۤءً يَّبْكُوْنَۗ 16.١٦

wa jâ'û abâhum ‘isyâ'ay yabkûn

(Kemudian,) mereka datang kepada ayahnya pada petang hari sambil menangis.

Keutamaan Membaca Surat Yusuf untuk Ibu Hamil

Dr. Harold G. Koenig, seorang peneliti terkemuka di bidang Agama dan Kesehatan dalam penelitiannya menunjukkan bahwa mendengarkan Al-Quran dapat mengurangi kecemasan dan stres selama kehamilan.

Dalam hal ini yang dimaksud adalah surat-surat yang terdapat di Al-Qur'an, termasuk Surat Yusuf.

Lebih lanjut, secara umum beberapa keutamaan membaca Surat Yusuf untuk Ibu Hamil adalah sebagai berikut:

1. Membantu Mengurangi Stres

Membaca atau mendengarkan Al-Quran, di antaranya surat Yusuf dapat membantu mengelola kecemasan, stres, dan depresi pada berbagai populasi, termasuk untuk ibu hamil.

2. Sebagai Relaksasi Otak

Efek membaca surat Yusuf yang terdapat dalam Al-Qur'an sering dikaitkan dengan relaksasi, stimulasi gelombang otak alfa, dan pelepasan endorphin. Tak hanya itu, membaca bagian mana pun dari Al-Quran sangat dianjurkan untuk pertumbuhan spiritual, kedamaian, dan hubungan dengan Allah.

3. Anak di Kandungan Memiliki Sifat Mulia

Banyak orang tua, khususnya ibu hamil yang membaca atau mendengarkan Surat Yusuf berharap agar dikaruniai anak yang memiliki sifat mulia dan keindahan yang terkait dengan Nabi Yusuf (AS), ini seperti sifat mulia yang dimiliki oleh Nabi Yusuf.

4. Bayi Memiliki Wajah yang Bercahaya

Nabi Yusuf dikenal sebagai Nabi paling tampan, karenanya dengan rutin membaca surat Yusuf, ini seperti doa agar bayi yang kelak dilahirkan memiliki wajah yang bagus dan rupawan.

5. Memiliki Sifat Sabar

Manfaat spiritual lainnya selain penampilan fisik saat rutin membaca/mendengarkan surah Yusuf, dipercaya dapat memiliki sifat yang sabar, tidak mempunyai rasa iri, dan dapat memberikan kedamaian batin.

6. Peningkatan Rohani Janin

Membaca dan mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, termasuk surat Yusuf (khususnya ketika kehamilan di atas usia 20 minggu) dipercaya membentuk karakter baik dan mendekatkan janin pada ajaran agama sejak dalam kandungan.

7. Membentuk Pribadi yang Soleh/Soleha

Sering mendengarkan dan membaca Al-Qur'an juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar serta wasilah untuk memohon perlindungan, kesehatan, dan agar anak menjadi pribadi yang saleh serta beriman kuat.

Artikel lainnya seputar ibu hamil juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait IBU HAMIL atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih