diajeng.id - Kita semua pernah punya teman akrab, atau setidaknya teman yang cukup sering dan intens diajak berkomunikasi.
Merekalah yang, dulu, hampir setiap hari kita ajak mengobrol, entah itu teman saat zaman sekolah, ikut kursus tertentu, ikut pelatihan atau seminar.
Menariknya, kita bisa akrab dan lekat pada waktu itu. Saat bertemu, cerita akan mengalir begitu saja. Kita bisa sama-sama tertawa ringan dan merasa hubungan pertemanan seakan-akan tidak akan pernah putus.
Realitasnya, sekian waktu berlalu dan kesibukan kian bertambah. Komunikasi pun menjadi semakin jarang. Hingga pada satu titik, hubungan yang hangat itu jadi terasa "asing" lagi.
Memang benar, friends come and go.
Tidak semua orang ditakdirkan untuk selalu ada dalam fase hidup kita. Namun, pernahkah kamu tiba-tiba teringat seseorang dari masa lalu dan bertanya dalam hati, "Bagaimana kabar mereka sekarang?"
Lalu, ketika kamu mencoba reach out atau menghubungi mereka lagi, mungkin kamu merasa canggung. Ada perasaan khawatir karena dianggap "tiba-tiba" hadir lagi.
Sepanjang tujuan atau niatmu tulus untuk bertanya kabar dan menjalin relasi baik kembali, upaya untuk menghubungi teman kembali tentu sah-sah saja.
Beda halnya kalau kamu menghubungi mereka untuk jadi target jualan atau prospek asuransi, mungkin mereka akan merasa tidak nyaman.
Mengapa Kita Ragu Menghubungi Teman Lama?
Dilansir Scientific American, berbagai penelitian di bidang ilmu sosial menunjukkan bahwa hubungan sosial berperan besar dalam kesehatan mental dan fisik.
Bahkan, memiliki setidaknya satu orang yang bisa diandalkan adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi kepuasan hidup.
Namun, meskipun hubungan sosial itu penting, banyak pertemanan yang perlahan memudar.
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Communications Psychology (2024), tim peneliti melakukan tujuh studi dengan lebih dari 2.400 partisipan untuk memahami mengapa orang enggan menghubungi kembali teman lama.
Hasilnya cukup menarik:
- 91 persen orang memiliki teman lama yang sudah lama tidak dihubungi.
- Namun, kebanyakan merasa ragu atau canggung untuk memulai kontak kembali.
- Kekhawatiran terbesar mereka adalah takut dianggap mengganggu, tidak diinginkan, atau merasa percakapan akan terasa canggung.
Dalam beberapa eksperimen, para peneliti mencoba mendorong peserta untuk benar-benar mengirim pesan kepada teman lama.
Meski sudah dipermudah (bahkan diberi waktu untuk menyusun pesan), kurang dari sepertiga yang benar-benar menekan tombol “kirim”.
Menariknya, mereka yang akhirnya mengirim pesan melaporkan lebih merasa bahagia setelahnya.
Peneliti juga mencoba berbagai cara untuk mengurangi rasa takut, seperti menyarankan agar tidak terlalu banyak berpikir atau tidak mengharapkan balasan, akan tetapi cara-cara tersebut tidak terlalu efektif.
Terobosan terjadi ketika peserta diminta melakukan “pemanasan sosial” selama tiga menit, yaitu dengan mengirim pesan kepada teman atau kenalan yang masih aktif berkomunikasi.
Hasilnya, sekitar setengah dari mereka akhirnya benar-benar menghubungi teman lama. Praktik kecil ini tampaknya membantu mengurangi kecemasan dan mengingatkan bahwa mengirim pesan sebenarnya mudah dan menyenangkan.
Lantas, bagaimana sebaiknya kita menghubungi dan menjalin kembali hubungan dengan teman lama tanpa rasa canggung?
Cara Menjalin Kembali Hubungan dengan Teman Lama
Menghubungi teman lama sebenarnya tidak serumit yang kita bayangkan.
Forbes memberikan beberapa langkah sederhana yang bisa membantu. Dampaknya, selain membawa kebahagiaan, juga bisa memperbaiki lagi kualitas hubungan pertemanan kita.
1. Anggap Sebagai Kebaikan
Lihatlah bahwa langkah ini sebagai hal atau tindakan yang baik untuk orang lain. Bisa jadi teman lama kamu juga sedang merasa kesepian atau merindukan bisa berkomunikasi lagi. Sebuah pesan sederhana darimu mungkin juga bisa berarti lebih dari yang kamu kira.
2. Bersikap Percaya Diri
Penelitian menunjukkan bahwa orang sebenarnya senang menerima kabar dari teman lamanya, meskipun mereka sendiri ragu untuk memulai.Jadi, alih-alih terjebak dalam kekhawatiran, yakinkan diri bahwa sapaan darimu kemungkinan besar akan diterima dengan hangat.
3. Buatlah Semudah Mungkin
Tidak harus langsung menelepon atau bertemu. Pesan singkat lewat WhatsApp atau media sosial pun sudah cukup.Semakin sederhana dan ringan caranya, semakin besar kemungkinan kamu benar-benar bisa melakukannya.
4. Sampaikan Maksud dengan Jelas
Agar tidak menimbulkan salah paham, langsung saja sampaikan bahwa kamu hanya ingin menyapa dan menanyakan kabar. Tidak ada agenda tersembunyi, tidak ada maksud tertentu. Tegaskan bahwa kamu hanya ingin terhubung kembali.
5. Mulai dari Langkah Kecil
Tidak perlu langsung merencanakan reuni besar. Mulailah dari percakapan ringan.Apabila responsnya positif, kamu bisa lanjut mengajak makan bersama di akhir pekan atau sekadar ngopi, entah dilakukan secara virtual atau tatap muka. Biarkan hubungan itu tumbuh kembali secara alami.
Hal terpenting yang perlu diingat adalah berani mengambil langkah pertama. Kelola ekspektasi, nikmati prosesnya, dan ingat bahwa satu pesan sederhana bisa membuka kembali pintu hubungan yang sempat tertutup waktu.
Cara Mengurangi Kecanggungan saat Bertemu Teman Lama
Wajar saja jika kamu merasa canggung saat menghubungi teman lama.
Di situs VeryWell Mind, Sabrina Romanoff, PsyD memberikan beberapa cara sederhana untuk membuat prosesnya terasa lebih alami dan hangat.
1. Mulai dari Media Sosial atau Pesan Singkat
Jika terasa terlalu berat untuk langsung menelepon atau bertemu, awali dengan cara yang lebih ringan. Kamu bisa membalas atau menanggapi unggahan terbaru mereka sebagai pembuka percakapan.Bangun kembali koneksi secara perlahan, sesuaikan dengan kenyamanan yang kamu rasakan.
2. Tunjukkan Kehangatan yang Tulus
Jika kamu memang senang bisa terhubung kembali, sampaikan saja. Ungkapan sederhana seperti “Senang banget bisa ngobrol lagi!” bisa membantu mencairkan suasana dan mengurangi kecanggungan.
3. Bangkitkan Kenangan Indah
Mengungkit momen lucu atau pengalaman menyenangkan yang pernah dilalui bersama bisa menjadi jembatan emosional.Kenangan positif membantu percakapan mengalir lebih natural sebelum masuk ke topik “kabar sekarang”.
4. Tunjukkan Ketertarikan yang Nyata
Dengarkan dengan sungguh-sungguh, ajukan pertanyaan lanjutan, dan berempatilah. Fokus pada siapa mereka saat ini, bukan hanya versi mereka di masa lalu.
5. Tidak Perlu Langsung Membahas Konflik Lama
Apabila dulu hubungan sempat renggang karena suatu hal, tidak perlu langsung membedahnya di awal. Fokus dulu pada membangun kembali kedekatan. Kalau memang hail itu perlu dibahas, biarkan kejadiannya berlangsung secara alami di kemudian hari.Intinya, kecanggungan bisa dikurangi dengan kehangatan, ketulusan, dan langkah kecil yang konsisten.
Hubungan tidak harus kembali seperti dulu dalam semalam. Yang utama adalah membuka kembali pintu silaturahminya.
Simak juga artikel menarik lainnya seputar pertemanan dan relasi di sini.
Editor: Sekar Kinasih