diajeng.id - Kehamilan adalah masa yang penuh perubahan, baik secara fisik maupun hormonal. Di balik kebahagiaan menanti buah hati, ada beberapa kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah infeksi saluran kemih (ISK). Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak menyadari gejalanya sejak awal.
Lalu, seperti apa sebenarnya ciri ciri ISK pada ibu hamil? Diajeng akan membahasnya di bawah ini.
Apa Itu ISK?
ISK atau sering juga disebut infeksi kandung kemih, seperti dikutip American Pregnancy, adalah kondisi peradangan bakteri di saluran kemih. Pada ibu hamil, kondisi ini cukup umum terjadi karena adanya perubahan hormon dan tekanan dari rahim yang membesar.
Saat hamil, rahim akan mengalami pertumbuhan dan peningkatan yang bisa menyebabkan drainase urin terhalang dari kandung kemih, sehingga inilah yang menyebabkan infeksi saluran kemih selama kehamilan.
Jika tidak ditangani dengan baik, ISK bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan berisiko bagi ibu maupun janin. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Penyebab ISK pada Ibu Hamil
Umumnya, beberapa penyebab ISK pada ibu hamil antara lain:
1. Perubahan hormon
Hormon progesteron yang meningkat dapat membuat otot saluran kemih menjadi lebih rileks, sehingga aliran urine melambat dan memudahkan bakteri berkembang.2. Tekanan rahim pada kandung kemih
Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim akan menekan kandung kemih dan saluran kemih, sehingga urine tidak sepenuhnya keluar.3. Perubahan sistem imun
Sistem kekebalan tubuh ibu hamil cenderung menurun, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.4. Kebersihan area kewanitaan
Kurangnya kebersihan juga dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri ke saluran kemih.Memahami faktor-faktor penyebab di atas menjadi penting agar ibu hamil bisa lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan selama kehamilannya.
Ciri-Ciri ISK pada Ibu Hamil
Berikut beberapa gejala ISK pada ibu hamil yang sering muncul seperti dilansir Cleveland Clinic:
1. Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
Ini adalah salah satu tanda paling umum. Rasa perih atau panas saat buang air kecil bisa menjadi indikasi adanya infeksi.
2. Sering buang air kecil, tetapi sedikit
Ibu hamil mungkin merasa ingin buang air kecil terus-menerus, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.
3. Urine keruh atau berbau menyengat
Perubahan warna atau bau urine bisa menjadi tanda adanya bakteri dalam saluran kemih.
4. Nyeri di bagian bawah perut atau panggul
Rasa tidak nyaman di area ini bisa menjadi sinyal adanya infeksi pada kandung kemih.
5. Demam atau menggigil (pada kasus yang lebih serius)
Jika infeksi sudah menyebar ke ginjal, gejala bisa disertai demam, mual, hingga nyeri punggung bagian bawah.
6. Sakit saat berhubungan intim
Saat mengalami ISK, ibu hamil juga akan merasakan nyeri di area intim ketika melakukan hubungan seksual, bahkan dalam kondisi infeksi yang parah bisa sampai mengalami pendarahan.
7. Ada darah dalam urine
Dalam kasus ISK berat, ibu hamil juga bisa mengalami pendarahan saat buang air kecil atau disebut dengan hematuria.Menariknya, pada beberapa kasus, ibu hamil bisa mengalami ISK tanpa gejala yang jelas (asimptomatik). Oleh karena itu, pemeriksaan rutin selama kehamilan sangat penting.
Pengobatan ISK pada Ibu Hamil yang Aman
Penanganan ISK pada ibu hamil tidak boleh sembarangan. Dokter biasanya akan memberikan obat ISK untuk ibu hamil berupa antibiotik yang telah terbukti aman untuk kehamilan.
Ada beberapa poin penting dalam pengobatan yang perlu diperhatikan:
- Pemakaian antibiotik harus sesuai resep dokter
- Pengobatan perlu dihabiskan meskipun gejala sudah membaik
- Pemilihan obat disesuaikan dengan usia kehamilan
Dengan penanganan yang tepat, ISK pada ibu hamil umumnya dapat diatasi tanpa komplikasi serius.
Mengenali ciri ciri ISK pada ibu hamil adalah langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Mulai dari rasa perih saat buang air kecil hingga perubahan urine, semua tanda ini tidak boleh diabaikan.
Berbagai penyebab ISK pada ibu hamil seperti perubahan hormon dan tekanan rahim membuat kondisi ini cukup umum terjadi. Namun, dengan deteksi dini dan penggunaan obat ISK untuk ibu hamil yang tepat, infeksi ini dapat ditangani dengan aman.
Jika mengalami gejala ISK pada ibu hamil, segeralah konsultasikan ke dokter. Penanganan yang cepat akan membantu menjaga kesehatan ibu dan janin tetap optimal.
Artikel seputar ibu dan kehamilan juga bisa dibaca melalui tautan ini: ibu hamil.
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih