Menuju konten utama

Menegur Rekan Kerja yang Bau Badan Tanpa Bikin Sakit Hati

Menegur rekan kerja soal bau badan memang bikin canggung. Di satu sisi, bersikap jujur dan berempati dengan cara yang sopan adalah bentuk rasa hormat.

Menegur Rekan Kerja yang Bau Badan Tanpa Bikin Sakit Hati
Header Diajeng Rekan Kerja Bau Badan. tirto.id/Quita

diajeng.id - Coba bayangkan, kamu sedang sibuk berkutat dengan komputer, smartphone, folder dokumen, dan segelas kopi di meja kantor. Kamu benar-benar harus fokus mengejar tenggat waktu laporan untuk dikumpulkan.

Di tengah konsentrasi bekerja, seorang rekan kerja langsung duduk di sebelahmu untuk berdiskusi. Tiba-tiba saja, aroma tubuh yang sangat menyengat menusuk hidungmu. Konsentrasimu buyar, matamu terasa pedih dan mulai berkaca-kaca.

Kalau mau jujur, pasti kamu ingin segera menjauh. Namun tentu saja rasanya tidak enak hati. Keinginan menegur rekan kerja secara langsung juga dipendam karena kamu takut menyinggung perasaannya.

Situasi ini adalah salah satu "mimpi buruk" di dunia kerja. Masalah kebersihan pribadi memang sangat sensitif.

Data dari Axcet HR Solutions menyebutkan, 7 dari 10 manajer mengaku cenderung menghindari percakapan sulit seperti perihal bau badan. Di satu sisi, mendiamkannya juga bukan berarti bijak.

Bau badan yang mengganggu bisa menghambat produktivitas tim. Dalam kasus ekstrem, aroma tubuh yang tidak mengenakkan ini dapat mengganggu rekan kerja yang memiliki masalah pernapasan seperti asma atau alergi.

Cara Menyampaikan Kondisi Bau Badan Kolega Tanpa Menyakiti

Lalu, bagaimana cara menyampaikan bau badan tersebut tanpa merusak hubungan profesional? Berikut adalah langkah praktisnya seperti dikutip laman People HR dan Axcet HR:

1. Hindari Memberikan "Kode"

Jangan pernah meninggalkan deodoran atau parfum di meja rekan kerja tersebut secara anonim.

Petunjuk seperti ini jarang berhasil karena orang tersebut biasanya tidak sadar bahwa mereka berbau. Justru, rekan yang bau badan akan merasa sangat dipermalukan jika "rahasianya" terbongkar.

Selain itu, tidak perlu kamu sampaikan bahwa orang-orang di kantor mengeluh soal bau badan si rekan kerja." Hal ini bisa membuat mereka merasa dikucilkan dan sangat malu hingga memilih untuk menjauh atau bahkan mengundurkan diri.

2. Pilih Waktu dan Tempat yang Privat

Privasi adalah kunci utama untuk menjaga martabat rekan kerja tersebut.

Jangan menegur di area terbuka atau di depan tim lain. Jika perlu, jelaskan juga bahwa kamu memiliki masalah sensitif untuk dibahas.

Ajaklah mereka bicara di ruang tertutup atau suasana yang lebih santai, seperti saat makan siang di luar kantor, agar percakapan terasa sebagai dukungan antarteman, alih-alih serangan pribadi.

“Masalah bau badan di tempat kerja sebaiknya ditangani secara privat melalui HR atau manajer, karena sering kali orang tidak menyadari masalah tersebut atau sedang menghadapi kondisi pribadi maupun medis,” kata Nicola Brown, Pakar HR & hukum ketenagakerjaan yang dikutip dari BMJ.

3. Gunakan Kalimat yang Suportif dan Langsung

Sampaikan maksud kamu dengan empati namun tetap jelas. Fokuslah pada tujuan untuk menciptakan kenyamanan bersama, bukan untuk menyalahkan.

Contoh kalimat yang bisa digunakan sebagai berikut.

"Aku perhatikan, ada aroma tertentu belakangan ini. Aku mau mendiskusikan hal ini denganmu supaya kita semua sama-sama merasa nyaman di lingkungan kerja."

"Aku menyampaikan ini sebagai teman karena aku ingin yang terbaik untukmu. Aku lebih suka kalau kamu dengar hal ini langsung dariku secara pribadi."

Menurut Georgina Thomas, pengacara senior di Bridge Employment Law, saat menegur rekan kerja yang bau badan tersebut, kita juga perlu melindungi martabatnya sebagai karyawan sambil tetap menjaga standar kenyamanan kerja.

“Tangani keluhan tentang kebersihan pribadi secara rahasia, jujur, dan penuh hormat, sambil mencari tahu penyebabnya dan bagaimana perusahaan bisa membantu,” ucap Georgina yang dinukil dari BMJ.

4. Bersikap Terbuka dan Berempati

Penting pula untuk diingat bahwa bau badan bisa disebabkan oleh berbagai faktor di luar kendali mereka, seperti kondisi medis (misalnya hyperhidrosis atau bromhidrosis), masalah kesehatan mental, hingga perbedaan budaya.

Ada baiknya kita dengarkan dulu perspektif mereka dan berfokus pada solusi.

“Sampaikan langsung dengan empati, tanpa menghakimi, dan di tempat yang privat. Gunakan kata-kata yang lembut serta tekankan bahwa hal ini tidak berkaitan dengan kinerja kerja dan kamu tetap menjadi kolega yang loyal,” ujar Mat Daniel, dokter dan pelatih di Coaching for Doctors.

Menegur rekan kerja soal bau badan atau kebersihan pribadi memang canggung dan ini adalah hal yang sensitif, tapi bersikap jujur dengan cara yang sopan adalah bentuk rasa hormat.

Dengan berbicara secara privat dan penuh empati, kamu tidak hanya menyelamatkan kenyamanan kantor, tetapi juga membantu rekan kerja tersebut menjaga citra profesional mereka sebelum masalahnya menjadi lebih besar.

Simak juga artikel lainnya yang terkait dengan relasi kerja dan teman di sini.

Baca juga artikel terkait BAU BADAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih