Menuju konten utama

Secukupnya Saja: Obrolan Ringan dengan Mertua

Alih-alih memaksakan keakraban dengan mertua, obrolan santai bisa jadi cara realistis menjaga hubungan tetap nyaman dan manusiawi.

Secukupnya Saja: Obrolan Ringan dengan Mertua
Header Diajeng Obrolan dengan Mertua. tirto.id/Quita

diajeng.id - Di balik segala dinamika yang muncul dalam hubungan antara menantu dan mertua, baik itu untuk jaga jarak aman (tidak terlalu akrab atau tidak terlalu berjarak) sampai permusuhan terang-terangan, kita tentu perlu menghormati mertua, terutama ibu mertua.

Ibu mertua adalah sosok yang sudah mengandung, melahirkan, dan membesarkan suami atau pasangan kita dengan segala perjuangannya.

Memang betul, tidak sedikit curahan hati yang dilontarkan para menantu tentang sulit dan beratnya menerima segala keunikan dan keajaiban mertua.

Namun begitu, tidak ada salahnya untuk mengajak berbicara mertua dengan topik-topik obrolan ringan sebagai cara realistis mencairkan kekakuan.

Tujuannya bukan memaksa menantu untuk "sok akrab" dengan mertua, tetapi lebih untuk membangun hubungan yang manusiawi dan menjaga kedekatan yang sehat.

Situs Marriage menyebutkan, menganggap mertua sebagai "teman baru" yang ingin kita kenal lebih dalam, alih-alih sosok kompetitor atau pemberi penilaian, dapat mengubah kecemasan menjadi dialog yang bermakna.

Rekomendasi Topik Obrolan Ringan dengan Mertua

Berikut adalah rekomendasi topik obrolan ringan bersama mertua yang bisa dipraktikkan seperti dilansir laman The Knot dan Brides:

1. Jejak Masa Kecil Pasangan

Tidak ada orang tua yang tidak senang bercerita tentang anak-anak mereka.

Cobalah bertanya seperti apa pasanganmu saat masih kecil atau remaja, hobi uniknya dulu, atau cerita lucu yang mungkin sudah ia lupakan.

Selain mencairkan suasana, topik ini memberimu wawasan tentang latar belakang karakter pasanganmu saat ini.

2. Sejarah Keluarga

Mertua adalah pemegang kunci sejarah dan silsilah keluarga.

Kamu bisa bertanya tentang bagaimana kakek dan nenek buyut bertemu, atau legenda keluarga yang menarik untuk disimak.

Mendengarkan cerita-cerita ini menunjukkan bahwa kamu menghargai akar keluarga yang saat ini melibatkanmu juga di dalamnya.

3. Ritual dan Tradisi yang Melekat

Setiap keluarga memiliki "bahasa" sendiri dalam merayakan sesuatu. Tanyakan bagaimana keluarga pasangan biasanya merayakan hari besar atau peristiwa kecil seperti ulang tahun.

Kamu juga bisa bertanya apakah ada pusaka atau benda kenangan keluarga yang memiliki cerita khusus di baliknya.

4. Nostalgia Kisah Cinta Mertua

Membangkitkan memori indah bisa memberikan energi positif dalam percakapan. Ajaklah mertua bernostalgia tentang bagaimana mereka pertama kali bertemu atau kenangan favorit dari hari pernikahan mereka.

Perjalanan menyusuri jalur kenangan ini sering kali mengungkap sisi romantis yang jarang terlihat.

5. Masakan Favorit Pasangan dan Resep Rahasianya

Hampir setiap orang memiliki masakan ibu yang selalu dicari saat sedang merasa lelah.

Bertanyalah tentang hidangan favorit pasanganmu saat kecil dan mintalah mertua mengajarimu cara membuatnya.

Langkah ini bukan hanya soal makanan, tapi juga bentuk pengakuan atas keahliannya yang membuat beliau merasa istimewa.

6. Ruang untuk Bertukar Nasihat

Meminta nasihat adalah cara yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan bahwa kamu menghargai pendapatnya.

Nasihatnya tidak harus selalu berat, bisa dimulai dari hal sederhana seperti tips merawat tanaman, hingga pandangan beliau tentang menjaga keharmonisan pernikahan dalam jangka panjang.

7. Hobi atau Hal yang Disukai

Kita sering kali lupa bahwa mertua adalah individu yang memiliki dunianya sendiri di luar statusnya sebagai orang tua.

Cobalah bertanya tentang hobi yang ia tekuni belakangan ini, buku favorit yang sering ia baca ulang, atau tempat impian yang ingin ia kunjungi. Fokus pada dirinya sebagai pribadi akan membantu membangun ikatan pertemanan yang tulus.

8. Merayakan Pencapaian Terbaru

Tunjukkan ketertarikan pada apa yang sedang ia kerjakan. Jika ia baru saja menyelesaikan hobi baru, memenangkan kompetisi kecil, atau sekadar berhasil mencoba resep baru, berikan apresiasi.

Menunjukkan rasa bangga atas pencapaiannya dapat memperkuat koneksi emosional di antara kalian.

9. Komunikasi yang Diinginkan

Dalam konteks jangka panjang, penting untuk membicarakan bagaimana kalian akan tetap terhubung.

Kamu bisa bertanya secara ringan tentang cara berkomunikasi yang paling ia sukai, apakah melalui telepon atau pesan singkat, serta frekuensi yang membuatnya merasa nyaman untuk saling berkunjung.

Menurut Marriage, membangun hubungan dengan mertua adalah sebuah proses yang membutuhkan kesabaran dan autentisitas.

Dengan memulai obrolan-obrolan kecil ini, kita sebenarnya sedang belajar untuk saling melihat secara lebih jernih, membangun resiliensi, dan menumbuhkan respek dalam lingkaran keluarga yang lebih luas.

Artikel lainnya terkait hubungan mertua dan menantu juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait MERTUA VS MENANTU atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih