diajeng.id - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap dimanfaatkan sebagai momen berkumpul bersama keluarga.
Namun, tak bisa dimungkiri, libur Nataru sering kali tidak bisa dirasakan secara mindful karena padatnya destinasi-destinasi liburan di banyak tempat.
Libur Nataru bersama keluarga pun kerap terasa melelahkan, bahkan jadi tidak bisa menikmati tiap momennya.
Yogyakarta menawarkan pengalaman berbeda: warga dapat menikmati beberapa kegiatan sekaligus di dalam satu tempat.
Tempatnya pun mempunyai nilai historis yang tinggi, yakni di Candi Prambanan. Apa saja yang bisa dilakukan di Candi Prambanan?
Ada rangkaian kegiatan yang hadir untuk menyambut tahun baru di Candi Prambanan: Pasar Medang, DolanRia Prambanan, dan ditutup festival musik Swara Prambanan. Begini cara menikmati rangkaian kegiatan tersebut:
1. Mengawali Hari dengan Sejarah dan Budaya
Candi Prambanan bukan sekadar latar, tapi inti dari pengalaman. Kemegahan arsitektur dan kisah yang hidup di dalamnya menghadirkan suasana yang langsung terasa berbeda sejak pertama menginjakkan kaki.Berjalan di kawasan ini memberi ruang untuk berhenti sejenak, mengamati, dan merasakan warisan budaya yang selama ini hanya dikenal lewat cerita.

2. Makan Bersama sebagai Bagian dari Cerita
Di Pasar Medang, kuliner bukan sekadar pengisi perut. Cara penyajian yang tradisional, suasana pasar rakyat, dan ragam masakan dari UMKM menjadikan makan bersama sebagai momen kebersamaan yang hangat.
3. Ruang Bermain dan Belajar di DolanRia Prambanan
Bagi keluarga, DolanRia Prambanan menjadi titik penting dalam pengalaman liburan. Anak-anak bisa bermain permainan tradisional, menjelajah wisata budaya, hingga mengikuti kelas kreatif yang menyenangkan.Semua dirancang agar anak tidak hanya terhibur, tapi juga terhubung dengan nilai dan budaya lokal, tanpa terasa seperti belajar formal.
4. Menutup Hari dengan Musik, Seni, dan Budaya
Saat senja tiba, festival musik Swara Prambanan menghadirkan pertunjukan seni dan konser musik dari berbagai musisi lintas genre.Di tahun ini, kemegahan Panggung Swara di Candi Prambanan dimeriahkan oleh Padi Reborn, Bilal Indrajaya, Mr. Jono & Joni, Denny Caknan, For Revenge, hingga Tenxi x Naykilla.
Swara Prambanan menemani senja terakhir tahun ini hingga menyambut malam pergantian tahun yang indah dibawah magisnya langit Candi Prambanan.
5. Berkain, Cara Merayakan Budaya dengan Gaya Personal
Berkain bukan sekadar menjadi dresscode, melainkan jadi bagian merayakan budaya dengan cara yang paling personal buatmu.Pengunjung bebas memadupadankan segala jenis kain tradisional seperti batik, lurik, maupun wastra Nusantara dengan gaya kalian masing-masing, yang menonjolkan karakter dan ekspresimu.
Di Swara Prambanan, setiap orang bebas mengenakan kain Nusantara dengan gaya tradisional hingga gaya paling modern untuk merayakan budaya yang kian berkembang sekarang.
Faqih Mulyawan, CEO GOLDLive Indonesia mengatakan bahwa identitas Yogyakarta merupakan bagian penting dari festival ini.
“Swara Prambanan hadir tidak hanya sebagai konser musik, tetapi juga sebagai perayaan identitas Yogyakarta sebagai kota yang kaya akan cerita dan kesenian khas. Di tahun ketiganya, kami berupaya untuk kembali menguatkan dan menanamkan rasa bangga terhadap budaya Nusantara melalui pengalaman musik yang berpadu dengan kolaborasi budaya, komunitas, serta keindahan Candi Prambanan.”

Berlatarkan kemegahan historis Candi Prambanan, berkain menjadi sebuah simbol keterhubungan antara masa lalu dan masa kini.
Kehadiran kain tradisional di ruang festival ini pun membuat perayaan di Prambanan terasa semakin otentik!
Datanglah untuk sejarahnya, tinggallah untuk kebersamaanya, dan pulang dengan kenangan yang akan terus hidup.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan seni, budaya, dan musik yang mempesona di Candi Prambanan 2025.
Untuk informasi terbaru, ikuti akun Instagram resmi Swara Prambanan di @swaraprambanan dan website https://swaraprambanan.com/.
Mari rayakan malam pergantian tahun yang penuh makna dan pengalaman magis di Swara Prambanan!