diajeng.id - Belum lama ini, Brooklyn Beckham membuat pernyataan yang sempat menghebohkan dunia digital.
Brooklyn secara terbuka menuduh orang tuanya berupaya "menghancurkan" hubungannya dengan sang istri.
Seperti diwartakan NBC News, Brooklyn telah membuat serangkaian unggahan di akun Instagram yang dengan jelas menyebutkan orang tuanya mengendalikan dirinya selama bertahun-tahun, membocorkan cerita ke media, dan memanipulasi narasi tentang ia dan istrinya, Nicola Peltz.
"Aku tidak dikendalikan, aku membela diri untuk pertama kalinya dalam hidupku," tulisnya dalam salah satu unggahan.
Sebuah media Inggris medio April 2022 pernah menulis bahwa Peltz yang dinikahi Brooklyn pada tahun yang sama menolak mengenakan gaun pengantin yang telah didesain Victoria Beckham.
Peltz kemudian membantah hal itu dengan alasan bahwa atelier Victoria tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu.
Hanya saja, Brooklyn menjelaskan versi kejadian yang berbeda di tengah klaimnya dengan mengatakan orang tuanya telah "berusaha tanpa henti untuk merusak" hubungannya dengan Peltz.
Pemberitaan mereka mengingatkan kita pada satu kenyataan pahit.
Konflik keluarga antara mertua dan menantu tidak memandang status sosial maupun kekayaan, bahkan di keluarga Beckham yang selama ini citranya kompak dan sempurna.
Apabila sekarang kamu merasa ada di posisi yang sama, tidak disukai mertua, atau merasa seperti layaknya "orang asing" yang tidak diinginkan di meja makan keluarga pasangan, ini berarti kamu sedang berjuang dalam salah satu dinamika emosional paling kompleks.
Ingat, kamu tidak sendirian.
Alasan Mertua Tidak Menyukai Menantu
Ada beberapa alasan yang bikin mertua tidak menyukai menantunya, di antaranya seperti dijelaskan laman Your Tango berikut ini:
1. Kamu Bukan Tipe Menantu Ideal versi Mertua
Pasanganmu menganggap kamu menarik dan layak untuknya. Kamu dianggap punya sifat humoris, penyayang, keibuan, atau terlihat menarik.Sayangnya, orang tuanya telah memiliki menantu idaman versi sendiri. Hal ini bisa menyinggung hal-hal seperti latar belakang keluarga, kesamaan nilai, hingga stabilitas finansial.
Itulah sebabnya sejak awal mungkin telah terjadi penolakan karena adanya sudut pandang yang berbeda dan sulit diatasi.
2. Punya Penampilan yang Terlalu Menarik
Menantu yang terlalu menarik bisa dianggap “berisiko” bagi kestabilan hubungan.Secara bawah sadar, orang tua khawatir pasangan yang sangat menarik lebih mudah berpaling atau kurang punya komitmen untuk jangka panjang.
3. Ibu dari Anak Laki-laki Bisa Tanpa Sadar Mengganggu Komitmen Jangka Panjang
Ada dorongan evolusioner bawah sadar pada ibu untuk melindungi kepentingan genetik anak laki-lakinya, yang kadang bertentangan dengan hubungan monogami jangka panjang.Akibatnya, campur tangan ibu mertua bisa melemahkan relasi antara anak laki-laki dengan menantu perempuannya, meski tidak disadari.
4. Ada Persaingan untuk Sumber Daya dan Perhatian
Menantu, terutama perempuan, bisa dipersepsikan sebagai “pesaing” dalam hal waktu, perhatian, dan kedekatan dengan anak.Ketakutan akan tersisih atau diabaikan kerap membuat ibu mertua bersikap defensif atau bermusuhan.
Cara Menjaga Hubungan dengan Mertua
Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga relasi dengan mertua tetap "cukup"? Bagaimana pula cara untuk menghindari konflik dengan mertua?
Sebenarnya, pertanyaannya kemudian bukan lagi mengapa mertua tidak suka menantu, tapi bagaimana menantu perlu bersikap tanpa harus mengorbankan diri sendiri.
Dinukil dari Brides, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan dengan mertua saat terjadi konflik:
1. Bangun Kesatuan yang Kuat dengan Pasangan
Jika ingin mengambil sikap terhadap mertua, langkah-langkahnya harus dibicarakan dan disepakati bersama pasangan. Dukungan satu sama lain dapat memberi rasa aman, meski sikap mertua tidak berubah.
2. Jangan Mengabaikan Masalah
Mengabaikan masalah demi menjaga agar situasi tetap terasa damai justru akan memperpanjang luka. Apabila perilaku mertua berdampak buruk, tentu saja itu semua tidak boleh dinormalisasi atau didiamkan.Masalah perlu diakui dan dihadapi secara sehat.
3. Komunikasikan Secara Langsung, Bukan Lewat Pasangan
Bila memungkinkan, bicaralah langsung dengan mertua secara jujur dan jelas. Jangan menempatkan pasangan sebagai perantara karena itu bisa menimbulkan tekanan dan konflik baru dalam pernikahan.
4. Tahan Reaksi Emosional Spontan
Menjawab atau membantah ketika emosi sedang memuncak biasanya memperkeruh keadaan.Memberi waktu untuk menenangkan diri membuat respons lebih dewasa dan percakapan lebih produktif.
5. Tetapkan Batasan dan Patuhi Batasannya
Tentukan batasan apa yang bisa dan tidak bisa diterima, misalnya soal waktu, keuangan, atau urusan pribadi, lalu patuhi batas tersebut secara konsisten agar tidak dilanggar berulang kali.
6. Latih Empati
Memahami sudut pandang mertua membantu meredam konflik. Empati membuka ruang dialog, tanpa berarti harus selalu mengalah atau membenarkan sikap mereka.
7. Pertimbangkan Ikut Konseling Bersama Pasangan
Jika konflik dengan mertua mulai merusak hubungan pasangan, konseling dapat membantu menemukan sudut pandang baru dan strategi yang lebih sehat.
Dilansir Channel News Asia, Theresa Pong, direktur konseling The Relationship Room menekankan bahwa konflik menantu dengan mertua sering terjadi karena perbedaan ekspektasi dan miskomunikasi.
Konflik ini, jelasnya lagi, terjadi di seluruh dunia.
Pong menyarankan untuk melakukan komunikasi langsung yang baik dan bijak sebagai kunci utama untuk menjaga hubungan yang baik dan menghindari konflik.
Salah satu caranya dengan menggunakan kalimat yang dibuka dengan sudut pandang diri sendiri ("Menurut saya..." atau "Saya merasa bahwa..."), daripada langsung menuding atau menyalahkan pihak mertua.
Penting juga untuk mengonfirmasi atau mengecek langsung maksud dan perasaan satu sama lain agar tidak saling salah paham.
"Miskomunikasi dan kesalahpahaman dapat muncul ketika tidak ada komunikasi langsung. Kalau merasa tidak yakin untuk mengatasi masalah tersebut, tetap tenang dan mintalah pasangan untuk hadir saat percakapan berlangsung," tutur Pong.
Simak juga berbagai artikel menarik seputar hubungan mertua dan menantu di tautan berikut ini: mertua vs menantu.
Editor: Sekar Kinasih