Menuju konten utama

Strategi Merespons Perilaku Gaslighting Rekan Kerja di Kantor

Simak cara dan strategi melawan gaslighting yang dilakukan rekan kerja di kantor. Validasi dengan dokumentasi, pertimbangkan lapor ke HR.

Strategi Merespons Perilaku Gaslighting Rekan Kerja di Kantor
Header Diajeng Gaslighting. foto/istockphoto

diajeng.id - Di tempat kerja, pelaku gaslighting bisa datang dari pihak mana saja. Bisa dari atasan yang sering bersikap negatif seperti meremehkan, rekan kerja yang manipulatif, tim yang penuh prasangka, hingga klien yang tidak puas atau pesaing bisnis yang suka menjelekkan.

Dalam beberapa kasus, gaslighting bisa dipicu oleh budaya kerja yang tidak sehat, ketidakjelasan sistem kerja, bahkan komentar-komentar negatif yang berkembang di media sosial.

Siapa pun bisa menjadi targetnya, baik individu maupun tim kerja, termasuk kamu sendiri.

Apabila kamu sadar telah menjadi korban gaslighting di tempat kerja, penting untuk mengenali cara merespons perilaku tersebut tanpa membiarkan dirimu terjebak dalam permainan psikologis sang pelaku.

Cara Melawan Gaslighting di Kantor

Merangkum Psychology Today dan BetterUp, berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk merespons tindakan gaslighting yang kamu dapati dari rekan kerja di kantor:

1. Validasi Realitas Lewat Dokumentasi

Taktik utama pelaku gaslighting adalah membuatmu meragukan ingatan dan persepsi kamu sendiri, seperti menyangkal telah menerima laporan yang jelas-jelas sudah kamu serahkan. Cara terbaik untuk melawannya adalah dengan menciptakan jejak digital dan fisik.

  • Catat segalanya: Simpan tangkapan layar pesan dan buat catatan bertanggal setiap kali interaksi negatif terjadi.
  • Gunakan bukti tertulis: Alih-alih hanya berbicara atau meninggalkan dokumen di meja, kirimkan hasil pekerjaan melalui surel agar kamu memiliki bukti pengiriman yang sah.

2. Kenali Pola dan Jangan Terkecoh "Kebaikan" Sesaat

Pelaku sering kali memberikan dorongan atau pujian di saat-saat yang tidak terduga, biasanya ketika mereka merasa kamu mulai menyadari manipulasi mereka. Ini dilakukan agar kamu tetap berada di bawah kendali mereka.

Refleksikan apakah rekan kerjamu memiliki pola "Saying One Thing and Doing Another" (bilang A tapi melakukan B). Jika benar begitu, fokuslah pada tindakan mereka, bukan kata-kata manisnya.

3. Prioritaskan Kebugaran Mental (Self-Care)

Gaslighting adalah bentuk pencucian otak psikologis yang bisa merusak kepercayaan diri. Sangat penting untuk tidak melakukan "percakapan negatif pada diri sendiri".

  • Cari perspektif luar: Berbicaralah dengan pihak ketiga yang objektif di luar perusahaan untuk mendapatkan perspektif yang sehat.
  • Ingatkan diri sendiri: Tegaskan berkali-kali bahwa masalahnya bukan pada kompetensi atau harga dirimu, melainkan pada perilaku kasar pelaku.

4. Lakukan Konfrontasi yang Terukur

Kamu tidak bisa menghindari pelaku selamanya. Jika memungkinkan, lakukan pertemuan langsung tapi tetap profesional.

  • Jadilah tegas sekaligus tenang: Sampaikan secara langsung contoh spesifik di mana terjadi hal tidak konsisten atau informasi yang salah.
  • Bawa saksi: Jika merasa perlu, ajak rekan kerja yang tepercaya untuk mendampingi agar ada saksi atas percakapan tersebut.

5. Kapan Harus Melapor ke HR?

Jika pelaku mulai menyerang berdasarkan identitas (seperti gender, ras, atau agama), ini sudah masuk ke ranah pelecehan dan lingkungan kerja yang bermusuhan.

Jangan ragu untuk membawa bukti dokumentasi kamu ke bagian SDM (HR) atau manajemen senior jika upaya personal tidak membuahkan hasil. Kamu berhak bekerja di lingkungan yang secara psikologis aman tanpa adanya intimidasi.

Dengan tetap berpegang pada fakta dan mencari dukungan yang tepat, kamu dapat memecah "kabut" yang diciptakan oleh pelaku gaslighting dan menjaga integritas profesional kerja dirimu.

Artikel lainnya seputar karier dan pekerjaan juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait KARIER atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih