Menuju konten utama

Takaran Makanan dan Minuman Manis untuk Anak yang Sesuai

Berikut ini adalah panduan takaran makanan manis untuk anak yang sesuai dengan kebutuhannya sehari-hari.

Takaran Makanan dan Minuman Manis untuk Anak yang Sesuai
Ilustrasi takaran makanan dan minuman manis untuk anak. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Perlu dipahami, gula alami yang berasal dari buah dan susu masih dibutuhkan tubuh karena disertai nutrisi penting. Sebaliknya, gula tambahan yang banyak ditemukan dalam minuman kemasan, camilan manis, dan makanan olahan justru berisiko jika dikonsumsi berlebihan.

Di Indonesia, kasus obesitas dan diabetes pada anak terus meningkat. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan lonjakan signifikan diabetes anak dalam beberapa tahun terakhir, yang salah satunya dipengaruhi oleh tingginya asupan gula tambahan.

Rekomendasi Takaran Gula Harian untuk Anak

Anjuran konsumsi gula manis pada anak berbeda-beda sesuai dengan usia. Untuk anak di bawah 2 tahun, kesepakatan global menyebutkan bahwa gula tambahan sebaiknya benar-benar dihindari. Pedoman seperti Dietary Guidelines for Americans dan ESPGHAN menegaskan bahwa balita tidak memerlukan gula tambahan sama sekali, dengan penekanan pada asupan gula bebas yang sangat minimal di usia ini.

Sementara itu, pada anak dan remaja usia 2 hingga 18 tahun, American Heart Association (AHA) menyarankan konsumsi gula tambahan kurang dari 6 sendok teh per hari atau sekitar 25 gram.

Rekomendasi ini juga sejalan dengan American Academy of Pediatrics (AAP) dan menjadi acuan penting saat memilih makanan atau minuman manis, guna menekan risiko gangguan kesehatan di kemudian hari akibat kelebihan gula. Panduan serupa juga diberikan oleh National Health Service (NHS) di Inggris dan WHO.



NHS menetapkan batas gula bebas maksimal 10 gram per hari untuk anak usia 1 tahun dan 24 gram untuk usia 7–10 tahun. Sementara itu, WHO menyarankan pembatasan gula bebas berdasarkan kebutuhan energi, yang kira-kira setara dengan 30 gram per hari untuk anak usia 1–3 tahun dan sekitar 42 gram untuk anak usia 7–10 tahun.

Bahaya Kelebihan Gula pada Anak

Asupan gula yang terlalu tinggi, terutama dari gula tambahan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan anak. Pola makan tinggi gula tambahan berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga gangguan kadar kolesterol, yang merupakan faktor pemicu penyakit jantung. Selain itu, konsumsi gula bebas yang berlebihan juga terbukti meningkatkan risiko gigi berlubang, masalah yang cukup sering dialami anak-anak.

Gula tambahan umumnya hanya menyumbang kalori tanpa kandungan gizi penting. Akibatnya, anak bisa merasa kenyang, tetapi kebutuhan vitamin dan mineral untuk tumbuh kembangnya tidak terpenuhi secara optimal. Karena itu, pembatasan konsumsi gula menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas gizi dan kesehatan anak dalam jangka panjang.

Panduan Takaran Minuman Manis untuk Anak

Setiap fase tumbuh kembang anak membutuhkan asupan energi yang berbeda, termasuk dalam hal konsumsi rasa manis. Perbedaan kebutuhan ini memengaruhi batas aman asupan pemanis alami. Mengacu pada rekomendasi The European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition (ESPGHAN), kebutuhan harian pemanis alami anak disesuaikan dengan usia, yakni sekitar 15–16 gram untuk usia 2–4 tahun, 18–20 gram untuk usia 4–7 tahun, dan 22–23 gram per hari untuk anak usia 7–10 tahun.

8 gram gula berapa sendok makan? Jika dikonversi ke sendok makan, jumlahnya kira-kira ⅔ sendok makan. Dalam jumlah yang tepat, pemanis alami berperan sebagai sumber energi yang membantu tubuh anak menjalankan fungsi penting, seperti metabolisme, pernapasan, dan peredaran darah. Asupan manis yang seimbang dapat menunjang aktivitas dan proses pertumbuhan anak secara optimal.



Sayangnya, dalam praktik sehari-hari, anak kerap mengonsumsi rasa manis secara berlebihan tanpa disadari. Kandungan gula dapat tersembunyi dalam berbagai makanan, seperti saus, kecap, makanan olahan, hingga produk kemasan dengan tambahan pemanis. Karena itu, orang tua disarankan lebih cermat membaca label informasi gizi pada kemasan untuk mengontrol asupan manis anak.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno