diajeng.id - Sepotong video memperlihatkan Justin Bieber menutup pintu mobil dengan keras saat sang istri, Hailey, sedang melangkah keluar dari kendaraan yang sama.
Video selanjutnya memperlihatkan pelantun lagu hit Baby tersebut melenggang acuh tak acuh sementara di belakangnya Hailey terjatuh karena berusaha mengejar sang suami yang asyik bermain skateboard.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @nineteesculture itu mendapat lebih dari 12 juta likes.
Sang kreator mencantumkan tagar "Man of the Year" sembari menggunakan lagu berjudul sama dari Lorde sebagai musik latar.
Let’s hear it for the man of the year…
Komentar yang tertulis di bawah video rata-rata menyatakan empati mendalam kepada Hailey. Jika dilihat secara saksama, akun yang meninggalkan dukungan sebagian besar adalah perempuan.
Tren "Man of the Year" mewarnai jagat TikTok dengan banyak perempuan berlomba-lomba menceritakan pengalaman tidak menyenangkan dalam hubungan percintaannya.
Pemilik akun perempuan saling membagikan tangkapan layar atau rekaman suara dari mantan kekasih, menunjukan betapa toksiknya hubungan yang pernah, atau bahkan tengah, dijalani. Kisah saat diselingkuhi, ditinggalkan saat sedang hamil, hingga gaslighting, memenuhi tagar ini.
"Man of the Year" tidak hanya menunjukan kesedihan perempuan yang terjebak dalam relasi cinta yang salah.
Selain itu, tren ini dapat dilihat sebagai upaya menjalin solidaritas sekaligus menyadarkan sesama perempuan bahwa penyiksaan emosional itu nyata dan harus ditanggapi secara serius.
Terkait dengan dinamika dalam menjalin relasi asmara, Jenny Maenpaa, pendiri Psychoterapy Collective di New York City menuturkan, "Selama sekian waktu, penyiksaan emosional, manipulasi, gaslighting telah berkembang biak secara diam-diam.”
@saffreg27 Membalas @el 🫡👏 #manoftheyear
♬ Man Of The Year - Lorde
Apa yang dikatakan Jenny mengindikasikan bahwa terkadang, subjek dalam hubungan percintaan tidak sadar batasan antara relasi sehat dengan relasi toksik.
Toh, lebih mudah menemukan gambaran perempuan yang terjebak dalam ilusi hubungan sehat—padahal beracun—lewat produk-produk media, mulai dari buku hingga film.
Dia seorang badboy? Tenang, aku bisa membuatnya menjadi laki-laki yang lebih baik.
Mafia dengan morally grey character? Tak masalah, selama kami menjadi pasangan kekasih.
Racun dalam hubungan mewujud dalam bentuk pelecehan, intimidasi, penindasan, kekerasan fisik, verbal, sampai yang bersifat seksual.
"Individu [yang dominan dalam hubungan] merasa berhak menggunakan kekerasan, memanipulasi emosi, dan membatasi semua tindakan pasangannya. Hal ini karena sang pasangan menjadi objek yang selalu ingin dimiliki dan dikendalikan."
Demikian penjelasan yang dikutip dari penelitian "The Trap of Toxic Relationhips in dating: the case of five female students in Palu city" (2024).
Penelitian di atas juga menunjukkan bahwa relasi kuasa tidak hanya bekerja secara tampak mata, tetapi juga kadang dengan cara tak terlihat dan tidak disadari.
Kuasa dominan ini bisa dilihat dari gestur kasar, pesan yang agresif, hingga suara yang ditinggikan. Itu adalah daftar faktor yag tidak begitu diperhatikan oleh mereka yang sedang dimabuk cinta, sebelum akhirnya menumpuk dan jadi masalah besar.
Mereka yang dielu-elukan sebagai "Man of the Year" ni mendapat keuntungan dari relasi kuasa yang tidak seimbang antara dirinya dengan pasangan.
Selain itu, sikap permisif perempuan terhadap tindak-tanduk pasangan juga turut memperumit kasus-kasus patriarkal semacam ini.
Di sisi lain, tren yang sama sulit oleh diterima oleh laki-laki.
"Aku tidak kenal satu laki-laki pun di hidupku yang mengirim pesan atau berbicara kepada perempuan seperti itu [kasar dan toksik]," kata seorang laki-laki di TikTok, yang langsung direspons oleh akun @swiftienkc.
@swiftieinkc Not tagging this creator because I don’t want to send them hate, and I feel like there’s a solid chance they’re trying to rage bait. But I saw quite a few well intentioned folks in that comment section asking “how would we know” etc etc TALK. Talk about ethics, world peace, religion, humanity. Men need to talk to other men. Call out jokes in the moment. Talk to each other. #manoftheyear#swifttok#feminism#greenscreenvideo#greenscreen
♬ original sound - Jojo (in KC)
Pembelaan bias laki-laki tersebut tentu sulit diterima, mengingat pernyataan dari UN Women bahwa satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan oleh pasangan intim mereka.
Mereka yang mengunggah tren "Man of the Year" adalah orang-orang yang sadar bahwa mereka berada di hubungan yang salah.
Kemungkinan besar masih banyak perempuan terjebak di situasi yang sama, tetapi belum memiliki dorongan kuat, atau belum bisa, keluar dari hubungan tersebut.
Sudah berpacaran dalam waktu yang lama, masing-masing anggota sudah telanjur akrab, atau tengah mempersiapkan ke jenjang yang lebih serius adalah segelintir alasan teratas perempuan untuk memilih bertahan.
Pola-pola semacam inilah yang membuat pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan terus berlangsung. Pada akhirnya, hubungan pacaran yang dimulai dari sikap toksik ternyata hanya akan menciptakan lingkaran setan baru.
Penulis: Erika Rizqi
Editor: Sekar Kinasih