diajeng.id - Teman-temanmu sudah terlihat tahu mau jadi apa, ada yang mantap dengan jurusannya, ada yang LinkedIn-nya penuh pengalaman magang.
Di satu sisi, kamu masih sering dapat pertanyaan yang sama dari keluarga, “Habis lulus mau kerja apa?”
Di sekolah, kita terbiasa dengan jalur yang jelas, naik kelas setiap tahun, lulus, lanjut ke jenjang berikutnya. Semua terasa terarah.
Sayangnya, di dunia kerja tidak ada peta yang pasti. Tidak ada urutan yang wajib diikuti.
Maka, banyak orang merasa dirinya tertinggal saat belum menemukan passion. Padahal, merasa bingung di awal-awal itu sangat normal.
Berbagai riset karier menunjukkan bahwa passion sering tumbuh setelah seseorang cukup lama mencoba dan menjalani sesuatu. Passion tidak selalu muncul sebelum kita memulainya, melainkan ketika kita sudah berproses dan bergulat di dalamnya.
Cara Mulai Menemukan Minat Kerja
Kamu tidak perlu menunggu “panggilan hidup” untuk mulai mengenal minat kerja. Coba lihat hal-hal sederhana yang kamu jalani sehari-hari.
Saat tugas kelompok, kamu lebih menikmati menyusun konsep atau presentasi? Saat ikut kepanitiaan, kamu suka mengatur timeline atau membuat konten?
Dari situ biasanya terlihat bagian mana yang membuatmu lebih "hidup" dan bersemangat saat bekerja.
1. Mulai dari Hal yang Tidak Kita Benci
Kita sering berpikir bahwa karier harus dimulai dari sesuatu yang paling kita sukai. Padahal, tidak selalu begitu.Banyak orang menemukan arah setelah menjalani pekerjaan yang awalnya biasa saja. Bukan passion besar, bukan pula sesuatu yang mereka benci.
Mungkin realitas tersebut jamak pada orang-orang yang tidak tahu passion di awal karier, akan tetapi mereka tetap bekerja dengan serius dan antusias.
Pekerjaan yang mereka tekuni memang bukan bidang impian, bahkan terdengar teknis dan biasa. Namun, dari situ ia belajar, berkembang, dan menemukan makna lewat prosesnya. Passion tidak muncul sebelum mulai, melainkan tumbuh seiring waktu dan tujuan yang ia pegang.
2. Coba Pengalaman Nyata (bukan cuma membayangkan)
Tambahkan pengalaman baru ke dalam kehidupan kerjamu dengan bertahap. Tidak harus langsung pindah jalur atau mengambil keputusan besar.Kamu bisa mulai dari magang, volunteer, ikut organisasi, atau freelance kecil-kecilan. Dari situ kamu bisa bereksperimen mana yang terasa cocok, mana yang ternyata tidak.
Ini penting karena otak kita sebenarnya kurang akurat saat hanya membayangkan pekerjaan.
Kita sering jatuh cinta pada “bayangan kerjaannya”, bukan realitasnya.
Banyak orang ingin bekerja di bidang kreatif karena terlihat seru dan bebas, akan tetapi mereka baru sadar bahwa tenggat waktu yang ketat dan revisi berkali-kali juga bagian dari keseharian kerja tersebut.
3. Perhatikan Energi, Bukan Cuma Skill
Passion bukan hanya soal kemampuan. Passion juga tentang energi yang kamu rasakan saat melakukan sesuatu. Biasanya, passion terasa dari aktivitas yang membuat waktu terasa cepat dan tetap bermakna meski sensasinya melelahkan.Kalau kamu lelah setelah presentasi tapi merasa senang, mungkin ranah kerja di bidang komunikasi bisa memberimu energi.
Sebaliknya, kalau sering terkuras saat banyak berinteraksi, pekerjaan yang berhadapan langsung dengan klien mungkin kurang cocok.
Petunjuk utamanya sering merujuk pada hal-hal yang tidak cepat membuatmu lelah secara mental.
4. Passion Dibangun, Bukan Ditemukan
Passion tidak selalu muncul di awal kehidupan kita.Dalam banyak pembahasan karier, passion justru tumbuh saat seseorang merasa dirinya semakin kompeten, berguna, dan menyadari dirinya telah berkembang.
Kamu bisa saja awalnya tidak terlalu suka suatu pekerjaan. Namun ketika kemampuanmu meningkat dan kamu mulai percaya diri menjalaninya, perasaanmu bisa berubah. Jadi, passion sering kali lahir dari proses, bukan dari “penemuan” instan.
5. Gunakan Rasa Penasaran
Kadang-kadang petunjuk tentang minatmu tidak datang dalam bentuk mimpi besar atau rencana hidup yang megah.Petunjuk acap kali muncul dari hal-hal kecil yang berulang. Topik yang sering kamu cari tanpa sadar. Artikel yang kamu baca sampai habis meski tidak ada yang menyuruh. Hal yang tiba-tiba kamu jelaskan panjang lebar ke teman saat ngobrol santai.
Rasa penasaran seperti itu sering lebih jujur daripada ambisi yang terdengar keren. Kalau ada sesuatu yang terus menarik perhatianmu, meski terlihat sepele, bisa jadi di situlah benih minatmu sedang tumbuh.
Tidak punya passion yang jelas di usia 20-an itu normal. Banyak orang tidak langsung menemukannya, karena passion biasanya dibangun pelan-pelan dari pengalaman, kesalahan, dan pekerjaan pertama yang bahkan bukan pilihan utama.
Kalau sekarang kamu masih bingung, itu bukan tanda kamu tertinggal. Kamu tidak tersesat. Kamu sedang dalam proses mengumpulkan petunjuk.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih