diajeng.id - Menentukan gaji karyawan sering menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik usaha kecil. Berbeda dengan perusahaan besar yang sudah memiliki sistem penggajian jelas, pelaku usaha kecil biasanya masih menyesuaikan gaji dengan kondisi keuangan bisnis yang berjalan.
Di satu sisi, pemilik usaha ingin memberikan gaji yang layak agar karyawan merasa dihargai dan tetap termotivasi bekerja. Namun di sisi lain, pengeluaran untuk gaji juga harus tetap seimbang dengan pemasukan bisnis. Jika tidak dikelola dengan baik, biaya tenaga kerja justru bisa membebani operasional usaha.
Karena itu, penting bagi pemilik usaha memahami cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil secara realistis dan terencana. Dengan sistem penggajian yang tepat, usaha bisa tetap berkembang sekaligus menjaga kepuasan karyawan.
Aturan Gaji Karyawan di Usaha Kecil
Dalam menentukan gaji, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku usaha. Meskipun skala bisnis masih kecil, sistem penggajian tetap perlu dibuat jelas dan transparan.
1. Menyesuaikan dengan kemampuan usaha
Langkah pertama dalam menentukan gaji UMKM adalah melihat kemampuan keuangan bisnis. Idealnya, total biaya tenaga kerja tidak mengambil porsi terlalu besar dari pendapatan usaha.Sebagai gambaran, banyak pemilik usaha kecil menetapkan anggaran gaji sekitar 20–30% dari omzet bulanan.
Persentase ini membantu memastikan bisnis tetap memiliki cukup dana untuk operasional lain seperti bahan baku, sewa tempat, dan pemasaran.
2. Mengacu pada standar upah yang berlaku
Walaupun usaha masih kecil, tetap penting untuk memperhatikan standar upah di wilayah tempat bisnis beroperasi.Biasanya pemilik usaha melihat kisaran upah minimum daerah sebagai referensi agar gaji yang diberikan tetap kompetitif. Hal ini juga membantu menjaga hubungan kerja yang sehat antara pemilik usaha dan karyawan.
3. Menentukan berdasarkan tanggung jawab pekerjaan
Dalam praktik cara menggaji karyawan, tidak semua posisi harus memiliki gaji yang sama. Besaran gaji biasanya disesuaikan dengan tanggung jawab pekerjaan.Misalnya, staf yang mengelola operasional atau administrasi biasanya memiliki tanggung jawab lebih besar dibandingkan pekerja yang hanya membantu tugas teknis. Oleh karena itu, perbedaan gaji antara posisi juga perlu dipertimbangkan.
4. Memahami dasar perhitungan gaji per jam
Selain gaji bulanan, pemilik usaha juga perlu memahami cara menghitung upah per jam, terutama jika karyawan bekerja secara shift atau lembur.Di Indonesia, perhitungan upah per jam mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP.102/MEN/VI/2004 tentang waktu dan upah kerja lembur.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa perhitungan upah per jam didasarkan pada 1/173 dari upah bulanan. Angka 173 berasal dari rata-rata jumlah jam kerja dalam satu bulan.
Perhitungannya berasal dari 40 jam kerja per minggu dikalikan 52 minggu dalam setahun, lalu dibagi 12 bulan. Dengan memahami rumus ini, pemilik usaha dapat menghitung gaji karyawan secara lebih fleksibel, terutama jika menggunakan sistem kerja berbasis jam.
Contoh Perhitungan Gaji Karyawan Usaha Kecil
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana dalam menentukan gaji karyawan pada usaha kecil.
Misalnya sebuah usaha kuliner memiliki omzet sekitar Rp50.000.000 per bulan.
Pemilik usaha menetapkan bahwa maksimal 25% dari omzet digunakan untuk biaya gaji.
Perhitungannya:
- Total anggaran gaji = 25% × Rp50.000.000 = Rp12.500.000
- 1 supervisor operasional
- 2 staf dapur
- 1 kasir
- Supervisor operasional: Rp4.000.000
- Staf dapur: Rp3.000.000 × 2 = Rp6.000.000
- Kasir: Rp2.500.000
- Total gaji: Rp12.500.000
Contohnya karyawan dengan gaji Rp3.000.000 per bulan:
- Upah per jam = Rp3.000.000 ÷ 173 Upah per jam = Rp17.341
Menentukan gaji karyawan memang membutuhkan pertimbangan yang matang, terutama bagi pemilik usaha kecil. Pemilik bisnis perlu menyeimbangkan antara kemampuan finansial perusahaan dan kesejahteraan karyawan.
Dengan memahami cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil, pelaku usaha dapat membuat sistem penggajian yang lebih jelas dan berkelanjutan.
Mulai dari menyesuaikan anggaran usaha, memperhatikan standar upah, hingga memahami dasar perhitungan gaji per jam.
Jika dikelola dengan baik, sistem gaji UMKM yang sehat tidak hanya menjaga stabilitas bisnis, tetapi juga membantu membangun tim kerja yang loyal dan produktif.
Simak juga berita lainnya seputar gaji karyawan di tautan ini.
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih