Menuju konten utama
Debut Girl Group no na

Euforia no na: Girl Group Indonesia Semarakkan Panggung Dunia

Kedatangan no na memberikan angin segar di Tanah Air. Sudah cukup lama popularitas format grup meredup dari belantika musik Indonesia.

Euforia no na: Girl Group Indonesia Semarakkan Panggung Dunia
Header Diajeng Serial girlgroup no na. tirto.id/Quita

diajeng.id - “But I’m coming, straight for the heart.

You never seen a sniper lookin’ this cute…”

no na (Shoot, 2025)

Seperti penggalan chorus dari lirik lagu debut mereka yang bertajuk Shoot , serangan pesona girl group no na sukses menancap tepat di jantung penggemar musik Indonesia.

Hanya dalam waktu sebulan, no na menjadi grup Indonesia dengan pendengar bulanan terbanyak di Spotify. Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh JKT48.

Mereka berhasil mencuri hati 1,4 juta pendengar di Spotify dengan empat kota di Indonesia sebagai peringkat teratas.

Girl group ini mendapatkan sambutan yang luar biasa.

Pasalnya, mereka menjadi grup vokal pertama yang dibentuk oleh label ternama 88rising yang telah menaungi nama-nama besar musisi Indonesia seperti Rich Brian, NIKI, dan Stephanie Poetri.

Antusiasme penggemar musik Tanah Air terhadap no na tidak bisa dipisahkan dari fakta bahwa semua anggotanya berasal dari Indonesia.

Anggota no na terdiri atas empat perempuan muda berbakat, yaitu Baila Fauri dan Shazfa Adesya dari Jakarta, Esther Geraldine dari Bali, dan Christy Gardena dari Lombok.

Ketika teaser perkenalan anggota berjudul we are here dirilis lewat akun resmi YouTube @nonawav pada 29 April lalu, publik langsung dibuat terpukau dengan visual dan konsep no na yang sinematik dan kental dengan budaya Nusantara.

Dalam teaser tersebut, keempatnya berlari dan tertawa diiringi musik gamelan Bali.

Mereka tampil cantik dalam balutan gaun cerah warna-warni di tengah hamparan sawah, air terjun, serta pantai yang memanjakan mata.

Anggota-anggota no na pun mulai menjadi perbincangan publik.

Baila cukup mudah dikenali karena pernah mengikuti audisi Indonesia Idol Junior 2014, ketika usinya 12 tahun, sampai masuk babak 6 besar.

Selain Baila, Esther menjadi wajah yang familier karena merupakan peserta Indonesian Idol musim ke-10 yang mendapat golden ticket dari Judika setelah menyanyikan Location milik Khalid.

Penggemar juga mulai mencari jejak digital Shaz dan Christy yang ternyata sudah eksis sebagai influencer di platform TikTok dan Likee.

Christy, anggota tertua no na, kerap membagikan konten menari balet dan rhythmic gymnastics di Likee, sementara Shaz cukup terkenal lewat video-video K-pop dance cover yang dia bagikan di TikTok.

Tak sampai di situ saja, beberapa penggemar pun sampai menggali akun LinkedIn mereka untuk mencari info tambahan. Mereka kembali viral karena Shaz yang langsung menghapus opsi #OpenToWork di profile LinkedIn miliknya.

Akun LinkedIn Esther juga muncul ke permukaan dengan pengalamannya sebagai pemandu lagu gereja selama 10 tahun.

Euforia berlanjut ketika publik asyik menebak-nebak konsep yang akan dibawa no na berdasarkan teaser berdurasi kurang dari dua menit tersebut.

Ada yang berharap mereka membawakan konsep tropical summer girl, kembang desa, hingga bidadari dari cerita legenda Jaka Tarub dan 7 Bidadari.

Mereka pun berhasil mempertahankan momentum dengan debut lewat lagu Shoot pada 2 Mei 2025.

Lagu R&B yang catchy itu tercatat mendapatkan 138.282 streams di Spotify pada hari pertamanya.

Mereka kemudian merilis dua lagu single lanjutan dengan judul Superstitious dan Falling in Love yang masing-masing sudah diputar sedikitnya 1,6 juta dan 900 ribu kali di Spotify.

Puncaknya, no na tampil di festival musik Head in The Clouds (HITC) 2025 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat pada 1 Juni 2025 lalu.

Mereka mengisi lineup panggung HITC bersamaan dengan artis-artis yang mendunia seperti GD, 2ne1, Dean, DPR Ian, Rich Brian, dan Stephanie Poetri.

Menariknya, warna musik dan formulasi girl group no na nampak disambut hangat oleh semua kalangan, mulai dari penikmat musik lokal, western, hingga penggemar musik K-pop.

Kedatangan no na bisa dibilang memberikan angin segar di Tanah Air. Sudah sekian lama popularitas grup-grup asal Indonesia, baik dalam format girlband, boyband, atau yang berkonsep idol seperti girl group dan boy group, meredup dari belantika musik dalam negeri.

Tidak sedikit penikmat musik pop Indonesia, terutama dari kalangan muda Milenial dan Gen Z, kini beralih ke K-pop yang memonopoli persaingan girl group dan boy group secara global. Maka dari itu, ketika no na diumumkan, ekspektasi penikmat pop Indonesia pun melambung tinggi.

Dengan lagu-lagu bergenre pop dan melodi R&B kontemporer yang ceria dan easy listening, no na memberikan nuansa baru bagi mereka yang mungkin sudah merasa jenuh dengan tangga lagu populer Indonesia yang kebanyakan diisi oleh lagu-lagu balada.

Performa dance no na juga berhasil menarik perhatian penggemar K-pop.

Setelah mengeluarkan video klip dari masing-masing lagu, no na menyuguhkan dance performance dari lagu Shoot dan Superstitious yang menunjukkan kemampuan menari setiap anggota.

Mengikuti promosi ala idol-idol K-pop, no na juga membuat dance challenge dari lagu mereka.

Penggemar Kpop pun berbondong-bondong mengikuti step by step dance challenge dari chorus lagu Shoot dan Superstitious .

Bahkan, anggota girl group Korea Selatan, Ive Rei, juga ikut meramaikan tren dance challenge dari Shoot.

Ya, no na jelas dipersiapkan untuk meroket ke pasar musik global dengan konsistensi lagu-lagu mereka yang liriknya berbahasa Inggris dan pementasan live perdana mereka di Negeri Paman Sam.

Namun, tak dapat dimungkiri bahwa keberhasilan no na menggaet fanbase lokal berkaitan dengan identitas lokal yang ditonjolkan dalam konsep mereka.

Nama grup diambil dari kata “nona”, panggilan untuk perempuan muda yang belum menikah, menekankan feminitas dan ciri khas Indonesia.

Demikian pula pakaian yang no na kenakan menghadirkan nuansa tradisi mode dalam negeri. Dalam video Shoot dan Superstitious, mereka mengenakan batik dan kain tenun yang dipadupadankan dengan sempurna.

Tepat sebelum keempatnya naik ke panggung festival HITC LA, suara gamelan Bali menggema ke seluruh stadion Rose Bowl bersamaan dengan narasi yang memperkenalkan mereka, “Here’s Indonesia to the world, this is no na.”

“Kami orang Indonesia dan kami ingin merepresentasikan negara kami kepada dunia, khususnya pada orang-orang yang belum terlalu mengenal Indonesia. Kami percaya ada banyak hal yang bisa kami perkenalkan dari Indonesia,” kata Shaz dalam wawancara dengan Billboard di Los Angeles pada 31 Mei silam.

Tak hanya itu, keberagaman yang memancar dari visual setiap anggota no na turut menjadi daya tarik tersendiri. Anggota-anggota no na berasal dari daerah berbeda dengan visual dan skin tone yang khas.

Mengutip perkataan Shaz, “Kami semua berasal dari Indonesia, tapi kami terlihat berbeda, bukan?”

Nah, menurut kalian, apa lagi daya tarik no na yang paling berkesan?

Baca juga artikel terkait DIAJENG PEREMPUAN atau tulisan lainnya dari Yolanda Florencia Herawati

diajeng.id - Binar
Kontributor: Yolanda Florencia Herawati
Penulis: Yolanda Florencia Herawati
Editor: Sekar Kinasih