diajeng.id - Ada banyak orang yang berambisi memiliki cita-cita tinggi demi kehidupan yang layak dan berharap perjuangannya kelak berdampak luas bagi dunia. Namun, pada waktu yang sama, ada pula orang-orang di sekitar kita yang merasa nyaman dengan kehidupan yang apa adanya.
Selalu memiliki ambisi besar adalah hal yang baik, akan tetapi sebenarnya tak masalah juga untuk mereka yang merasa puas dengan kecukupan atau kesederhanaan.
Menurut artikel berjudul "Why You're Losing Ambition As You Age" di Forbes, berkurangnya ambisi, misalnya keinginan naik jabatan atau upgrade diri, bukan berarti menandakan kita malas atau gagal. Tidak punya ambisi, nyatanya, adalah bagian dari pola hidup yang lumrah dan manusiawi.
Sekitar usia 30-40 tahun, banyak orang mulai kehilangan dorongan tersebut. Penyebabnya sering kali berkaitan dengan tanggung jawab hidup, misalnya yang menyangkut anak atau keluarga, yang semakin besar.
Nah, semasa muda, jiwa kita dipenuhi banyak harapan dan minim beban. Seiring memasuki usia lebih tua, kita telah melalui berbagai proses belajar yang memberikan kita kesempatan untuk lebih kontemplatif, semakin bijak, merasa cukup, dan tidak lagi terlalu terikat pada penilaian orang lain.
Ada fase, memang, menurunnya ambisi adalah realitas yang wajar, bahkan sehat. Sebab, hidup ini tidak melulu tentang prestasi pencapaian. Hidup adalah ruang dinamis yang memungkinkan kita mengeksplorasi keseimbangan, makna, dan penerimaan diri di setiap tahap usia.
Mengapa Ambisi Bisa Memudar?
Ambisi, yang didefinisikan sebagai keinginan dan tekad untuk mencapai kesuksesan, ternyata bersifat dinamis dan bisa pasang surut sepanjang hidup.
Dilansir Better Help, ada beberapa alasan mengapa kita mungkin sedang merasa kehilangan ambisi:
1. Faktor Psikologis dan Eksternal
Rasa takut yang terpendam, kejenuhan (burnout), hingga ketidakpastian masa depan sering kali jadi penghambat ketika kita sedang mengejar sesuatu.Pada beberapa kasus, kita bisa juga kehilangan ambisi karena selama ini mengejar tujuan yang sebenarnya diinginkan orang lain (orang tua, misalnya), alih-alih keinginan diri sendiri. Selain itu, kondisi kesehatan mental seperti depresi juga dapat berperan besar dalam penurunan motivasi ini.
2. Faktor Usia dan Pergeseran Prioritas
Sangat umum untuk mengalami penurunan ambisi seiring bertambahnya usia. Sebuah studi menunjukkan bahwa individu mungkin mulai kehilangan ambisi untuk mengejar promosi di tempat kerja sekitar usia 35 tahun.
3. Adanya pergeseran fokus
Apabila dulu kita fokus pada pencapaian karier atau materi, seiring waktu perhatian kita mungkin beralih pada kebahagiaan keluarga atau pengalaman lain yang memberikan makna hidup yang lebih dalam.Definisi sukses pun berubah dari angka-angka menjadi waktu berkualitas dan kepuasan batin.
Strategi Praktis Menumbuhkan Ambisi
Kehilangan ambisi sangat mungkin berdampak negatif pada suasana hati atau kebahagian diri. Namun begitu, ambisi itu sendiri sebenarnya adalah hal yang dapat dipelajari dan dipupuk kembali.
Berikut adalah beberapa strategi praktis yang bisa diterapkan untuk menemukan kembali ambisi, dirangkum dari Better Help dan Indeed:
1. Definisikan Kembali Makna Sukses
Bagi beberapa orang, sukses mungkin tidak selalu tentang karier atau uang. Coba tentukan apa yang benar-benar berarti bagi dirimu, apakah itu waktu bersama orang tercinta atau menekuni hobi.
2. Tetapkan Langkah-Langkah Kecil
Alih-alih terbebani oleh tujuan besar, pecahlah menjadi sasaran kecil yang lebih mudah dicapai. Dengan melihat progres nyata, sekecil apa pun, dapat memicu semangat untuk terus maju.
3. Cari Mentor atau Sosok Teladan
Menemukan seseorang yang kesuksesan atau perjalanan hidupnya menginspirasimu dapat memberikan dorongan ekstra untuk tetap bekerja menuju tujuan yang ingin kamu raih.
4. Visualisasikan Tujuan
Manfaatkan papan visi (vision board) atau catatan kecil untuk membuat tujuan tersebut terlihat nyata secara visual. Dengan menuliskan atau "membekukan" visi tersebut secara visual, kamu lebih mudah terhubung dengan alasan mengapa perlu berusaha keras.
5. Kelilingi Diri dengan Orang yang Bisa Memotivasi
Menghabiskan waktu dengan teman-teman yang memiliki semangat juang dapat membantumu merasa lebih termotivasi untuk mengejar tujuan pribadi.
6. Keluar dari Zona Nyaman dan Terus Belajar
Coba cari ide-ide baru atau pelajari keterampilan baru. Langkah ini dapat membuka peluang dan koneksi segar yang membangkitkan kembali minat dari dalam diri.
7. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
Olahraga teratur dapat meningkatkan kepercayaan diri dan suasana hati yang mendukung fokus pada tujuan.Selain itu, jangan ragu juga untuk mencari bantuan profesional atau terapis kalau hambatan emosional yang kamu rasakan terlalu berat untuk dihadapi sendiri.
Mengizinkan tujuan kita berubah-ubah seiring perkembangan hidup sebenarnya sah-sah saja. Perubahan itu sendiri toh juga bagian dari perjalanan hidup yang manusiawi.
Simak juga artikel lainnya seputar kesehatan mental di sini.
Editor: Sekar Kinasih