Menuju konten utama

Apa Itu Mother Wound? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berikut ini adalah penjelasan tentang mother wound, penyebabnya, dan cara mengatasi perasaan pada diri sendiri.

Apa Itu Mother Wound? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya
Header Diajeng Mitos Good Mother. tirto.id/Quita

diajeng.id - Kasih sayang ibu kerap dianggap sebagai sesuatu yang otomatis hadir dalam kehidupan setiap anak. Padahal, tidak semua orang tumbuh dengan kelekatan emosional yang hangat bersama ibu. Kurangnya perhatian, dukungan emosional, atau kehadiran ibu, baik secara fisik maupun batin dapat meninggalkan jejak psikologis yang terbawa hingga dewasa.

Luka ini sering kali tidak disadari, namun memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri, membangun relasi, hingga merespons kasih sayang. Dalam psikologi, kondisi tersebut dikenal dengan istilah mother wound, yakni luka emosional yang muncul akibat relasi ibu dan anak yang tidak terpenuhi secara afektif.

Pengertian Mother Wound

Apa itu mother wound? Mother wound adalah luka batin anak karena kurangnya perhatian atau kasih sayang ibu semasa kecil. Tidak jarang hal ini terbawa hingga anak tumbuh dewasa dan memengaruhi perkembangan mentalnya. Meski begitu, dampak mother wound dapat diatasi agar orang yang mengalaminya dapat hidup lebih baik.

Penyebab mother wound berawal dari kurangnya keterikatan emosional antara ibu dan anak. Keterikatan ini terbentuk secara alami selama ibu mengasuh anak sejak lahir dan berpengaruh terhadap perkembangan mental anak hingga dewasa.

Meski umumnya dialami oleh anak perempuan, mother wound juga bisa terjadi pada anak laki-laki. Bila tidak diatasi dengan baik, luka batin masa kecil ini sering membekas dan bahkan ‘diwariskan’ ke generasi selanjutnya.

Penyebab Mother Wound

Mother wound merupakan luka emosional yang berakar dari relasi ibu dan anak yang tidak terpenuhi secara afektif. Kondisi ini kerap terbentuk sejak masa kanak-kanak, ketika kebutuhan emosional anak, seperti rasa aman, diperhatikan, dan dipahami tidak terpenuhi dengan baik.

Tanpa disadari, pengalaman ini dapat terbawa hingga dewasa dan memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri, mengelola emosi, serta membangun hubungan dengan orang lain.

Penyebab mother wound dapat berasal dari pola pengasuhan maupun kondisi pribadi ibu, antara lain:

  • Kurang kasih sayang ibu, perhatian, serta rasa aman dan nyaman meski kebutuhan fisik anak terpenuhi
  • Minimnya empati ibu terhadap perasaan dan kebutuhan emosional anak
  • Sikap ibu yang cenderung menjaga jarak dan kurang terlibat dalam kehidupan anak
  • Kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain atau bersikap pilih kasih
  • Pembatasan anak dalam mengekspresikan emosi, seperti marah, sedih, atau kecewa
  • Jarangnya pendampingan karena ibu terlalu sibuk dengan pekerjaan atau urusan lain
  • Riwayat trauma ibu akibat kekerasan emosional atau fisik
  • Gangguan kesehatan mental yang tidak tertangani secara tepat
  • Masalah kecanduan, seperti alkohol atau narkoba

Cara Mengatasi Mother Wound

Menghadapi mother wound membutuhkan kesadaran, kesabaran, dan keberanian untuk menengok kembali luka emosional masa lalu. Proses penyembuhan tidak selalu berjalan cepat, namun langkah-langkah yang tepat dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri serta orang lain.

Dengan memahami dan mengelola luka ini secara perlahan, dampak mother wound dapat diminimalkan sehingga kualitas hidup pun menjadi lebih baik.

1. Menumbuhkan cinta pada diri sendiri

Penting untuk menyadari bahwa mother wound bukanlah kesalahan Anda. Luka ini terbentuk dari situasi yang berada di luar kendali anak. Alih-alih terus menyalahkan diri sendiri atau orang lain, cobalah mulai membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.

Tanamkan pemahaman bahwa Anda layak menerima kasih sayang, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain.

2. Mengakui dan menerima emosi yang dirasakan

Proses pemulihan dapat dimulai dengan keberanian untuk mengakui perasaan yang selama ini terpendam, seperti marah, sedih, atau kecewa. Beri ruang bagi diri sendiri untuk berduka atas rasa sakit yang pernah dialami, termasuk perasaan diabaikan atau kurang dicintai.

Menuliskan pengalaman masa kecil dalam jurnal atau mengekspresikannya lewat cerita dapat membantu Anda menerima kenyataan yang pernah terjadi.

3. Merawat diri sebagai bentuk pemulihan

Ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi sejak kecil, Anda bisa belajar memenuhinya sendiri di masa dewasa. Lakukan hal-hal yang membuat diri merasa nyaman dan dihargai, seperti meluangkan waktu untuk perawatan diri, berbincang dengan teman dekat, menikmati kopi bersama sahabat, atau rutin berolahraga. Perawatan diri ini menjadi cara untuk menghadirkan rasa aman yang dulu tidak didapatkan.

4. Memahami keterbatasan ibu

Menjadi ibu bukanlah peran yang mudah, terlebih jika ia juga membawa luka masa lalu atau menghadapi masalah kesehatan mental. Terlalu terpaku pada gambaran ibu yang ideal justru dapat memicu ekspektasi berlebihan dan kekecewaan baru.

Dengan mencoba melihat ibu apa adanya serta memahami keterbatasannya, Anda dapat perlahan melepaskan harapan yang tidak realistis dan fokus pada proses pemulihan diri sendiri.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno