diajeng.id - Mencari kebahagiaan untuk diri sendiri dan orang lain acap kali terasa seperti perjalanan panjang yang penuh tikungan tak terduga.
Ada yang mencarinya lewat mimpi besar, ada yang menemukannya di tengah kegagalan, ada pula yang baru sadar bahwa kebahagiaan selalu berada di dekat mereka.
Lewat film, proses pencarian itu menjadi cermin, mengajak kita merenungkan lagi apa yang sebenarnya kita kejar.
Rekomendasi Film tentang Kisah Memaknai Kebahagiaan
Berikut rekomendasi film dari Diajeng tentang perjuangan mencari dan memaknai kebahagiaan dalam berbagai wajah dan kisahnya.
1. The Meddler (2015)
Marnie Minervini (Susan Sarandon) datang ke Los Angeles dengan bekal iPhone baru, apartemen nyaman, dan tabungan dari asuransi jiwa peninggalan mendiang suaminya.Dengan niat tulus ingin lebih dekat dengan putrinya, Lori (Rose Byrne), Marnie justru sering bersikap protektif, jika bukan terlalu ikut campur ke dalam privasi hidup Lori.
Akibatnya, Lori gerah dan memutuskan untuk membuat batasan tegas dalam hubungan mereka.
Dalam upayanya belajar merelakan kematian suami dan perilaku anaknya yang menjauh, Marnie menemukan bahwa kepedulian dan kebaikan hatinya bisa menjadi cahaya bagi orang lain.
Marnie berteman dengan pemuda yang bekerja di toko Apple dan membantu mengantarnya ke sekolah malam. Ia membantu sahabat Lori mewujudkan pernikahan impiannya. Perjalanan Marnie menjalin koneksi juga memberikannya kesempatan kedua untuk kembali mencintai.
2. Mrs. Harris Goes to Paris (2022)
Film yang disutradarai Anthony Fabian ini mengisahkan tentang Mrs. Harris (Lesley Manville), seorang janda petugas kebersihan di London tahun 1950-an.Alkisah, Mrs. Harris terpikat pada gaun adibusana Dior dari Prancis yang dimiliki oleh majikannya.
Demi mewujudkan mimpi sederhana tapi bermakna itu, ia bekerja keras, menabung, bahkan ikut berjudi dalam pacuan anjing. Semua dilakukan demi mengumpulkan biaya perjalanan ke Paris.
Perjalanan tersebut bukan hanya membawanya menuju gaun impian dan pertemuan berkesan dengan orang-orang di lini pekerjaan berbeda, tetapi juga membuka pandangan baru tentang hal apa saja yang membuatnya berefleksi dan bahagia.
Dari cerita Mrs. Harris, kita belajar bahwa kadang-kadang, kebahagiaan muncul saat kita berani mengejar sesuatu yang selama ini hanya kita simpan dalam angan-angan.
3. Chef (2014)
Berada di bawah tekanan dan kendali berlebihan dari pemilik restoran (Dustin Hoffman), membuat koki Carl Casper (Jon Favreau) memilih untuk mengundurkan diri.Carl pun mendapati dirinya memulai karier kuliner dari nol lagi.
Dengan truk makanan yang ia jalankan bersama mantan istrinya (Sofía Vergara), sahabatnya (John Leguizamo), dan putranya (Emjay Anthony), Carl kembali menemukan rasa yang selama ini hilang baik dalam masakan maupun hidupnya sendiri.
Film Chef yang juga disutradarai Favreau adalah pengingat bahwa kejatuhan bukan akhir dari segalanya. Bisa jadi, itulah jalur pintas menuju kebahagiaan yang lebih jujur.
4. After Life (1998)
Drama kontemplatif asal Jepang ini disutradarai oleh Hirokazu Koreeda.Alkisah, orang-orang yang baru meninggal dunia dikumpulkan di semacam tempat persinggahan sementara, semacam perantara menuju dunia keabadian.
Di sana, mereka diminta untuk memilih satu kenangan yang akan mereka bawa di alam kubur.
Para konselor, termasuk Takashi (Arata) dan Shiori (Erika Oda), membantu mereka menyaring momen hidup paling berharga, kemudian memfilmkannya kembali untuk mereka.
Dari proses itu, kita diajak untuk merenungkan apa sebenarnya makna kebahagiaan.
Apakah ia hadir dalam kejadian besar? Ataukah justru dalam momen kecil yang sering luput kita syukuri?
5. My Afternoons with Marguerite (2010)
Film Prancis ini mengungkap pertemanan tidak biasa antara Margueritte (Gisèle Casadesus), perempuan 95 tahun pencinta buku, dan Germain Chazes (Gérard Depardieu), laki-laki sederhana yang hampir buta huruf.Melalui bacaan yang ia lantunkan, Margueritte membuka dunia baru bagi Germain.
Ketika penglihatan Margueritte mulai menurun, Germain-lah yang menuntunnya kembali.
Film karya sutradara Jean Becker yang diadaptasi dari buku Marie-Sabine Roger ini mengingatkan dengan lembut bahwa kebahagiaan kadang-kadang tumbuh dari perjumpaan tak terduga, menjadi hubungan kecil yang menghangatkan hati.
6. My Favorite Cake (2024)
Mahin (Lili Farhadpour), perempuan 70 tahun yang hidup sendirian di Tehean, mulai mempertanyakan rutinitasnya yang begitu sunyi.Dia sudah lama menjanda. Anak-anaknya tinggal di luar negeri.
Aktivitasnya sehari-hari terkesan monoton: belanja ke pasar, nonton drama komedi sampai malam karena insomnia, dan beberapa kali ia berjumpa dengan teman-temannya.
Pada satu titik, Mahin merasa ingin merasakan "hidup" lagi, dan mungkin saja, cinta.
Mahin pun memutuskan untuk membuka diri pada pertemuan baru. Dari perjumpaannya dengan laki-laki lebih tua yang bekerja sebagai supir taksi, Faramarz (Esmaeel Mehrabi), terciptalah lembar cerita baru yang mengesankan.
Film Iran yang diproduseri Maryam Moghaddam ini menuturkan kisah tentang keberanian untuk bahagia, bahkan ketika hidup telah berjalan begitu jauh.
Dari kisah-kisah dalam film di atas, kita bisa melihat, kebahagiaan sebenarnya bisa kita ciptakan mulai dari diri sendiri dan adanya dukungan lingkungan sekitar, termasuk dari hal-hal yang sederhana.
Simak juga rekomendasi film lainnya di sini.
Editor: Sekar Kinasih