Menuju konten utama

Soft Spoken Adalah Gaya Bicara Lembut, Apa Untungnya?

Apa sebenarnya arti soft spoken, apa saja ciri-cirinya, dan apa untungnya memiliki gaya bicara seperti ini? Simak ulasannya di bawah ini.

Soft Spoken Adalah Gaya Bicara Lembut, Apa Untungnya?
Kolase soft spoken. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Apakah kamu pernah bertemu dengan seseorang yang berbicara dengan lemah lembut dan kamu jadi lebih fokus mendengarkannya? Saat bicara, orang ini tidak pernah meninggikan suara dan menjelaskan panjang lebar agar orang lain mau memperhatiakan.

Cara bicaranya terasa tenang, pilihan katanya tidak menyakitkan, dan kehadirannya membuat percakapan terasa lebih nyaman.

Gaya komunikasi seperti ini dikenal dengan istilah soft spoken. Namun, apa sebenarnya arti soft spoken, apa saja ciri-cirinya, dan apa untungnya memiliki gaya bicara seperti ini?

Apa Itu Soft Spoken?

Secara umum, soft spoken adalah gaya berbicara dengan suara yang lembut, tenang, dan tidak terdengar meninggi. Istilah ini merujuk pada cara seseorang menyampaikan sesuatu, bukan semata-mata seberapa keras atau pelan suaranya.

Dalam artikel Medium berjudul "Soft Spoken — Is it a Good Virtue?", penulis Daniel Lai menjelaskan bahwa orang yang soft spoken cenderung tidak banyak berbicara dan lebih suka mendengarkan keadaan di sekitarnya.

Ia juga menyoroti bahwa gaya komunikasi ini memiliki kelebihan sekaligus tantangan, bergantung pada situasi dan kebutuhan seseorang.

Jadi, jika kamu bertanya soft spoken artinya apa, istilah ini bisa dipahami sebagai cara bertutur yang lembut dan tidak berlebihan dalam menyampaikan sesuatu.

Orang dengan gaya bicara ini tidak harus pemalu atau kurang percaya diri. Mereka tetap bisa menyampaikan pendapat dengan tegas tanpa perlu menggunakan nada tinggi.

Ciri-Ciri Orang Soft Spoken

Gaya komunikasi soft spoken memiliki beberapa karakteristik dan tanda yang bisa diamati secara langsung. Diajeng akan membahasnya berikut ini.

Ciri pertama, yang khas sangat terlihat adalah dari nada bicaranya cenderung lembut dan stabil. Seorang soft spoken tidak mudah meninggikan suaranya ketika ia berbicara dengan orang lain, termasuk saat menghadapi perbedaan pendapat.

Selanjutnya, mereka cenderung memilih kata-kata dengan hati-hati. Alih-alih melontarkan komentar yang menyakitkan hati, mereka berusaha menyampaikan maksudnya dengan cara yang lebih sopan.

Lalu ciri berikut atau yang ketiga, mereka akan memberi ruang bagi orang lain untuk berbicara. Kebiasaan mendengarkan ini membuat percakapan terasa lebih seimbang karena tidak selalu didominasi oleh satu pihak.

Meski demikian, tidak semua orang yang berbicara pelan memiliki karakteristik tersebut. Gaya bicara seseorang juga dipengaruhi oleh kebiasaan, lingkungan, dan situasi komunikasi.

Apa Untungnya Menjadi Soft Spoken?

Menukil Psychology Today, pembahasan soft spoken pernah diulas pada Agustus 2023 dengan judul "The Benefits of Speaking in Soft Tones. Disebutkan bahwa salah satu keuntungan berbicara dengan lembut adalah dapat membantu menciptakan suasana percakapan yang lebih nyaman.

Dalam berinteraksi, penting untuk memperhatikan nada bicara. Cara menyampaikan pesan dapat memengaruhi bagaimana orang lain menangkap maksud dan emosi di balik kata-kata kita.

Gaya komunikasi yang tenang ini juga dapat membantu meredakan ketegangan ketika terjadi konflik atau perbedaan pendapat. Dengan tidak langsung bereaksi menggunakan nada tinggi, seseorang memiliki kesempatan untuk berpikir dan menyampaikan perasaannya secara lebih terarah.

Selain itu, kebiasaan mendengarkan dan berbicara dengan penuh pertimbangan bisa membantu membangun hubungan yang saling menghargai, baik dalam pertemanan, keluarga, maupun lingkungan kerja.

Namun, menjadi soft spoken bukan berarti harus selalu mengalah atau memendam pendapat, karena suatu saatu mungkin akan ada situasi tertentu yang menuntut seseorang berbicara dengan percaya diri.

Hal penting lainnya yang juga perlu diingat adalah, kelembutan dalam berbicara atau soft spoken bukanlah tentang seberapa pelan suara kita, melainkan bagaimana kita menyampaikan pesan tanpa merendahkan orang lain.

Kamu tetap bisa bersikap tegas, menyuarakan keberatan, dan mempertahankan batasan diri tanpa harus kehilangan ketenangan.

Artikel menarik lainnya juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait HUBUNGAN PERTEMANAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih & Dhita Koesno