Menuju konten utama

Strategi Ibu Pekerja Sajikan Menu Sehat untuk Keluarga

Menyiapkan bekal sehat untuk keluarga sering dianggap tugas sulit. Perasaan bersalah kerap muncul ketika pilihan instan menjadi jalan keluar yang cepat.

Strategi Ibu Pekerja Sajikan Menu Sehat untuk Keluarga
Ilustrasi Ibu Pekerja Memasak Sehat. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Rutinitas pagi seorang ibu pekerja atau working mom sering kali penuh dengan hiruk pikuk.

Dari menyiapkan sarapan, membereskan rumah, hingga memastikan anak-anak siap berangkat sekolah, semuanya harus selesai sebelum ia melangkah ke kantor.

Working mom pun kerap dilanda pada dilema yang tak pernah sederhana, yakni bagaimana memastikan keluarga tetap mendapatkan asupan makanan sehat, sementara waktu terasa begitu terbatas.

Dalam situasi seperti ini, menyiapkan bekal sehat untuk keluarga sering dianggap tugas yang sulit diwujudkan.

Tak jarang, perasaan bersalah kerap muncul ketika pilihan instan menjadi jalan keluar yang cepat.

Namun begitu, tetap saja dalam hati kecil seorang ibu, selalu ada keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik dan selalu memikirkan untuk bisa tetap menjaga kesehatan keluarga tanpa harus mengorbankan karier.

Dengan sedikit strategi dan sentuhan kasih sayang, ibu tetap bisa menghadirkan makanan sehat di meja, meski waktu begitu terbatas.

Tips Makan Sehat untuk Keluarga bagi Working Mom

Dikutip USA Today, Toby Amidor, ahli gizi, ibu, dan penulis resep masakan memberikan beberapa tips makan sehat untuk keluarga bagi ibu pekerja:

1. Jadikan Sarapan Sebagai Kebiasaan

Sarapan adalah “bahan bakar” penting untuk memulai hari, terutama bagi anak-anak yang harus belajar dan beraktivitas seharian.

Menurut Tobi, sebagai ibu dari tiga anak usia sekolah, ia memahami bagaimana nutrisi yang tepat dan akses terhadap makanan sehat dapat menjadi alat dalam mendorong hasil akademis yang positif dan membantu anak-anak mencapai potensi mereka yang sesungguhnya.

Tak perlu rumit menyiapkan, sarapan simpel seperti nasi goreng telur, bubur kacang hijau, atau roti gandum isi selai kacang bisa jadi pilihan cepat dan bergizi.

Jika waktu sangat terbatas, siapkan bahan sarapan sejak malam sebelumnya agar pagi tidak terburu-buru.

Libatkan juga anak-anak, minta mereka untuk memilih buah potong atau membantu mengoles roti sendiri.

2. Memberi Contoh yang Baik di Meja Makan

Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat.

Saat ibunya terbiasa makan sayur, memilih lauk yang tidak digoreng berlebihan, dan minum air putih lebih sering daripada minuman manis, anak-anak cenderung mengikuti.

"Saat makan malam keluarga, mereka melihat bagaimana aku mengisi piringku dengan protein rendah lemak, sayuran, dan biji-bijian utuh. Menunjukkan kebiasaan sehat adalah salah satu cara anak-anak belajar," kata Toby.

Ibu bisa mengisi piring makan malam dengan lauk berprotein seperti ayam panggang, tahu, atau tempe, tambahkan sayur rebus, dan nasi merah atau jagung rebus.

Tindakan sederhana ini bisa menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini.

3. Siapkan Makanan di Akhir Pekan

Kesibukan sering membuat waktu memasak di hari kerja terasa sempit. Maka cobalah manfaatkan akhir pekan untuk menyiapkan bahan makanan.

Misalnya, cuci dan potong sayur lebih dulu, marinasi ayam atau ikan, dan simpan di wadah kedap udara. Nanti tinggal dimasak saat dibutuhkan.

Anak-anak bisa ikut membantu memilih menu mingguan selain menyenangkan, mereka juga jadi lebih semangat makan masakan rumah.

Toby menyebutkan, "Anak-anakku senang membantu dengan menu dan memasak, jika mereka bisa."

4. Ajak Anak Mengenal Makanan Sehat

Belajar makan sehat tidak harus selalu lewat teori.

Ibu bisa menjadikannya kegiatan keluarga yang menyenangkan.

Misalnya, ajak anak mengenali warna dan manfaat sayur saat berbelanja di pasar, atau minta mereka membantu membuat camilan seperti pisang kukus atau puding jagung.

Dengan begitu, anak akan terbiasa melihat makanan sehat sebagai sesuatu yang enak dan menarik, alih-alih “kewajiban”.

5. Nikmati Momen Makan Bersama

Di tengah kesibukan, momen makan bersama keluarga jadi kesempatan berharga untuk saling berbagi cerita.

Tidak harus selalu makan malam, sarapan atau camilan sore pun bisa jadi waktu berkumpul yang hangat.

Matikan televisi dan jauhkan ponsel sejenak agar suasana lebih fokus dan menyenangkan.

"Duduk bersama keluarga memberi semua orang waktu untuk bertatap muka. Ini juga merupakan waktu untuk membahas momen-momen penting hari itu, dan menghabiskan sedikit waktu bersama," saran Toby.

6. Sajikan Makanan yang Berwarna-warni

Anak-anak makan dengan mata mereka, jadi menawarkan makanan dan camilan dengan warna-warni akan membuat makanan lebih menarik.

Kombinasikan warna dalam piring: wortel oranye, bayam hijau, jagung kuning, dan tomat merah.

Semakin beragam warnanya, semakin kaya pula kandungan nutrisinya.

Selain membuat meja makan terlihat cerah, kebiasaan ini membantu anak mengenali aneka bahan makanan sejak dini.

Laman johnsonmemorial.org menulis, mengenalkan pola makan sehat pada keluarga sebenarnya bisa menjadi hal yang menyenangkan, selama ibu dan anak sama-sama merasa terlibat.

Jadikan momen makan sebagai waktu belajar dan kebersamaan, bukan sekadar rutinitas.

Tentu, tak ada yang salah jika sesekali menikmati makanan cepat saji. Semua ibu butuh jeda agar tetap waras menghadapi padatnya rutinitas.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika “sesekali” berubah menjadi “terlalu sering.” Di sinilah keseimbangan perlu dijaga.

Pada akhirnya, setiap ibu pasti ingin keluarga tetap sehat, bahagia, dan bisa menikmati hidangan lezat bersama di akhir hari.

Semua itu sangat mungkin terwujud, cukup dengan sedikit perencanaan dan komitmen untuk menjadikan waktu makan keluarga sebagai prioritas.

Ilustrasi ajak anak memasak

Ilustrasi ajak anak memasak. FOTO/iStockphoto

Contoh Menu Sehat ala Ibu Pekerja

Diajeng akan memberikan 3 contoh menu praktis, enak, mudah dibuat dan cepat yang bisa dipraktikkan di rumah:

Menu 1: Dadar Tempe + Sayur Bening Jagung Manis

Waktu masak: ±25 menit

Kandungan utama: protein nabati, serat, zat besi, dan vitamin A

Dadar Tempe

Bahan:

  • 100 gr tempe dihaluskan/ diparut
  • 1 butir telur
  • 1 siung bawang putih, haluskan
  • garam dan lada secukupnya
Cara membuat: Campur semua bahan, aduk rata, goreng tipis hingga kedua sisi matang keemasan.

Sayur Bening Jagung Manis

Bahan:

  • 1 tongkol jagung manis
  • 1 genggam bayam
  • 2 siung bawang merah
  • sedikit temu kunci
  • garam
Cara membuat: Rebus air hingga mendidih, masukkan bawang merah dan temu kunci, lalu jagung dan bayam. Masak sebentar hingga sayur layu.

Tips: Sajikan dengan nasi merah atau nasi putih hangat.

Menu 2: Ayam Cabe Garam + Tumis Pokcoy

Waktu masak: ±30 menit

Kandungan utama: protein hewani, vitamin K, dan serat

Ayam Cabe Garam

Bahan:

  • 250 gr dada ayam, potong kecil
  • 3 siung bawang putih cincang
  • 3 cabai merah besar, iris
  • 2 batang daun bawang
  • Garam, lada, dan sedikit tepung maizena
Cara membuat: Goreng ayam sebentar, lalu tumis bawang putih, cabai, dan daun bawang. Masukkan ayam, aduk cepat hingga bumbu meresap.

Tumis Pokcoy Saus Tiram

Bahan:

  • pokcoy,
  • 2 siung bawang putih,
  • ½ sdm saus tiram,
  • sedikit garam dan lada.
Cara membuat: Tumis bawang putih, masukkan pokcoy, bumbui, aduk sebentar hingga layu.

Tips: Ganti ayam dengan tahu/ tempe untuk variasi vegetarian.

Menu 3: Dori Saus Mentega + Tumis Buncis Wortel

Waktu masak: ±25 menit

Kandungan utama: omega-3, protein, dan vitamin C

Dori Saus Mentega

Bahan-bahan:

  • 2 potong ikan dori
  • 1 sdm mentega
  • 2 siung bawang putih cincang
  • ½ buah jeruk nipis, garam, lada, dan sedikit maizena
Cara membuat: Lumuri ikan dori dengan bumbu, diamkan 10 menit. Goreng tipis dengan mentega hingga matang kecokelatan. Tambahkan sisa bawang dari wajan sebagai sausnya.

Tumis Buncis Wortel

Bahan:

  • 1 genggam buncis
  • 1 wortel
  • 1 siung bawang putih
  • sedikit minyak wijen, garam, dan lada
Cara membuat: Tumis bawang, masukkan sayur, tambahkan sedikit air, masak hingga sayur renyah matang.

Tips: Cocok untuk bekal anak sekolah karena ringan dan tidak mudah basi.

Membangun pola makan sehat memang butuh usaha, tapi bukan hal yang sulit dilakukan. Kuncinya ada pada konsistensi dan suasana yang hangat di meja makan.

Dengan langkah-langkah kecil setiap hari, keluarga bisa tumbuh lebih sehat, kuat, dan bahagia tanpa membuat ibu kewalahan.

Ingin tahu lebih lanjut seputar makanan sehat lainnya, simak di tautan ini.

Baca juga artikel terkait DIAJENG PEREMPUAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih