Menuju konten utama

Tata Cara Mandi Taubat untuk Wanita, Niat, dan Bacaan

Artikel ini mengulas tentang mandi taubat dalam Islam, hukum, tujuannya, serta tata cara mandinya untuk perempuan.

Tata Cara Mandi Taubat untuk Wanita, Niat, dan Bacaan
Ilustrasi Mandi. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Setiap Muslim yang menyadari kekeliruannya dianjurkan untuk segera memohon ampun tanpa menunda, karena rahmat dan ampunan Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang benar-benar ingin berubah.

Sebagai bentuk ikhtiar untuk menyempurnakan taubat, seseorang juga dianjurkan membersihkan diri, baik secara batin maupun lahir. Oleh karena itu, mandi taubat kerap dilakukan sebagai simbol kesungguhan dalam memohon ampun, sekaligus sebagai upaya menyucikan diri.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 222 yang artinya “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri." Berikut ini adalah penjelasan bacaan niat dan tata cara mandi taubat untuk wanita.

Hukum Mandi Taubat Bagi Wanita

Mandi taubat termasuk dalam amalan sunnah (al-aghsal al-masnunah), yaitu ibadah yang dianjurkan, bukan sesuatu yang wajib dilakukan. Meski tidak bersifat keharusan, praktik ini tetap memiliki makna yang dalam sebagai bentuk penyucian diri, baik dari sisi fisik maupun spiritual.

Bagi perempuan yang sedang mengalami haid atau nifas, mandi taubat tidak menjadi kewajiban. Namun, mereka tetap dianjurkan untuk mengisinya dengan memperbanyak istigfar serta doa sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.

Niat Mandi Taubat Bagi Perempuan

Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk saat melakukan niat mandi taubat wanita. Memahami dan melafalkan niat dengan sungguh-sungguh dapat menjadi langkah awal untuk membersihkan diri sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berikut ini adalah bacaan atau doa niat yang bisa dilafalkan saat hendak mandi taubat.

Doa 1

Berikut bacaan niat mandi taubat bagi perempuan beserta latin dan artinya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلتَّوْبَتِ عَنْ جَمِعِ الذُّنُوْبِ

Nawaitul ghusla littaubati ‘an jami‘idzunuub.

Artinya:

“Aku berniat mandi taubat dari segala dosa lahir dan batin.”

Doa 2

Berikut bacaan niat mandi taubat beserta latin dan artinya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِتَوْبَةٍ سُنَّةً قُرْبَةً إِلَى اللهِ

Nawaitul ghusla littaubatin sunnatan qurbatan ilallāhi.

Artinya:

“Saya berniat mandi taubat sebagai amalan sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah.”

Tata Cara Mandi Taubat untuk Wanita

Secara praktik, tata cara mandi taubat wanita tidak jauh berbeda dari mandi wajib atau junub. Perbedaannya terletak pada niat yang menyertainya. Selebihnya, urutan pelaksanaannya mengikuti kaidah bersuci dalam Islam.

1. Membaca Niat

Tahap awal dimulai dengan melafalkan niat sebagai penegasan hati untuk bertaubat. Niat bisa diucapkan secara lisan agar lebih menghadirkan kesungguhan dalam beribadah.

2. Membasuh Kedua Telapak Tangan

Kedua tangan dibersihkan terlebih dahulu hingga sela-sela jari, masing-masing sebanyak tiga kali, sebagai langkah awal menjaga kebersihan.

3. Membersihkan Kemaluan

Area kemaluan dibersihkan menggunakan tangan kiri dengan air mengalir untuk memastikan tidak ada kotoran yang tertinggal.

4. Berwudu

Setelah itu, dilanjutkan dengan berwudu secara sempurna, sebagaimana wudu sebelum melaksanakan salat.

5. Membasuh Sela-Sela Rambut

Jari-jari digunakan untuk menyela rambut agar air dapat meresap hingga ke kulit kepala.

6. Mengguyur Kepala

Bagian kepala kemudian disiram air sebanyak tiga kali hingga benar-benar basah merata.

7. Menyiram Seluruh Tubuh

Air diguyurkan ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu berlanjut ke sisi kiri.

8. Membersihkan Lipatan Tubuh

Bagian-bagian lipatan seperti ketiak, selangkangan, dan belakang telinga perlu diperhatikan agar seluruhnya terkena air.

9. Membasuh Kaki

Sebagai penutup, kedua kaki dibasuh hingga ke sela-sela jari dengan air mengalir agar proses bersuci berlangsung secara menyeluruh.

Doa Setelah Mandi Taubat

Usai menunaikan mandi taubat, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan membaca doa Sayyidul Istighfar sebagai bentuk peneguhan permohonan ampun kepada Allah SWT:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘udzu bika min syarri ma shana‘tu, abu’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abu’u bidzanbi faghfir li, fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Artinya:

“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Aku mengakui segala nikmat-Mu kepadaku, dan aku pun mengakui dosa-dosaku. Karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

Baca juga artikel terkait MANDI WAJIB atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno