diajeng.id - Tubuh perempuan nyaris tak pernah bisa dipisahkan dari berbagai ekspektasi sosial. Mulai dari standar kecantikan yang beragam macamnya, hingga tuntutan menjadi perempuan yang diakui ideal secara konvensional.
Namun, apa jadinya jika tekanan dan ekspektasi ini hadir melalui tubuh yang menjelma menjadi sesuatu yang mengerikan?
Dalam wawancara dengan Film International, Michelle Garza Cervera, sutradara Huesera: The Bone Woman (2022) pernah menyoroti bagaimana horor dapat menjadi medium untuk menggambarkan tuntutan sosial terhadap perempuan melalui metafora-metafora yang mengerikan.
Kalau kamu tertarik menonton film horor dengan perspektif yang dekat pada pengalaman perempuan, berikut lima rekomendasi film yang mengeksplorasi tubuh sebagai ruang konflik antara kebebasan pribadi dan tuntutan sosial.
Jennifer’s Body (2009)
Film ini mengikuti kisah Jennifer Check (Megan Fox), pelajar SMA populer yang berubah menjadi pemangsa laki-laki setelah dirinya diikutsertakan dalam sebuah ritual pengorbanan manusia. Seiring itu, sahabatnya, Needy Lesnicki (Amandra Seyfried) berusaha memahami perubahan yang terjadi pada Jennifer.
Kisah yang disutradarai oleh Karyn Kusama ini memadukan horor dan komedi untuk mengkritik objektifikasi perempuan. Film ini sempat kurang dilirik dan tidak terlalu mendapat sambutan hangat ketika dirilis, tetapi kemudian memperoleh status sebagai cult movie atau film klasik yang mendapat apresiasi melalui perspektif feminis.
Melalui karakter Jennifer, film ini menyoroti objektifikasi perempuan dalam industri hiburan. Tak hanya itu, film ini juga menggambarkan bagaimana seksualitas perempuan kerap dianggap sebagai sesuatu yang mengancam ketika mulai berada di luar kendali masyarakat.
Huesera: The Bone Woman (2022)
Mengikuti kisah Valeria (Natalia Solián) yang akhirnya hamil setelah lama menantikan kehadiran seorang anak di hidupnya. Sayangnya, kebahagiaan yang ditunggu ini tidak bertahan lama. Yang terjadi malah teror; Valeria perlahan mengalami berbagai kejadian supernatural dan merasakan perubahan fisik yang mengerikan.
Film yang disutradarai oleh Michelle Garza Cervera ini mengangkat kecemasan seorang perempuan yang berhadapan dengan ekspektasi dan tuntutan gambaran seorang ibu ideal. Kehamilan yang awalnya dipandang sebagai kebahagiaan malah bisa menjadi sumber konflik antara kehidupan yang diharapkan Valeria dan tuntutan orang-orang di sekitarnya.
Sosok mistis La Huesera merupakan manifestasi teror yang dialami Valeria. Film ini menggambarkan kekhawatiran Valeria yang berpotensi kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.
Raw (2016)
Film Prancis-Belgia ini mengisahkan Justine, seorang mahasiswa kedokteran hewan yang juga vegetarian. Namun, setelah mengikuti ritual orientasi di kampusnya, muncul keinginan besar dari dalam Justine untuk memakan daging mentah. Dorongan ini kemudian berkembang menjadi keinginan yang sulit dikendalikan, sekaligus mengubah cara Justine memahami dirinya sendiri.
Sutradara Julia Ducournau mengeksplorasi seksualitas, masa pubertas, dan proses Justine menemukan identitas dirinya melalui perubahan tubuh yang ekstrem. Kanibalisme dalam film ini menggambarkan hasrat Justine ketika dirinya mulai mempertanyakan aturan dan nilai yang selama ini membentuk kehidupannya.
Perubahan Justine menunjukkan kelamnya proses pendewasaan. Tubuh yang sebelumnya berada di bawah kendali diri dan akrab ternyata bisa berubah jadi sesuatu yang asing. Dalam konteks ini, Raw menggambarkan pencarian identitas diri sendiri melalui pengalaman hidup yang suram.
Swallow (2019)
Disutradarai oleh Carlo Mirabella-Davis, Swallow mengeksplorasi hubungan antara kontrol, tekanan rumah tangga, bagaimana ekspektasi sosial dapat membatasi kebebasan perempuan pada tubuhnya sendiri.
Mengikuti kisah Hunter (Haley Bennett) yang kelihatannya menjalani kehidupan ideal sebagai istri dari seorang laki-laki kaya. Menariknya, di balik rumah tangga yang terlihat sempurna, Hunter mengalami dorongan untuk menelan benda-benda yang tidak dapat dimakan, seperti peniti dan kelereng.
Film yang diproduksi oleh tim yang mayoritas berisi kru perempuan ini bisa dikategorikan sebagai film feminist body horror. Kebiasaan Hunter menelan benda-benda asing adalah upaya Hunter untuk mendapatkan kendali di tengah kehidupan yang membatasi kebebasannya. Film ini terinspirasi dari pengalaman nenek sang sutradara yang mengalami pica atau dorongan untuk memakan benda asing, salah satu penyebabnya adalah kehidupan pernikahannya yang tidak bahagia.
Possession (1981)
Film garapan Andrzej Żuławski ini memadukan horor psikologis, drama pernikahan, dan elemen body horror untuk menggambarkan kehancuran suatu hubungan.
Kehidupan rumah tangga Anna (Isabelle Adjani) dan Mark (Sam Neill) mulai mengalami guncangan ketika Anna menceraikan suaminya secara tiba-tiba. Seiring itu, konflik mereka menjadi mengerikan melalui perubahan-perubahan perilaku Anna. Karakter Anna dalam film ini tak lain menggambarkan keengganannya untuk tunduk pada ekspektasi masyarakat dalam hubungan pernikahan.
Penulis: Arrazani Hafidza
Editor: Sekar Kinasih