diajeng.id - Dalam relasi asmara di zaman sekarang, kita sudah familier dengan dua istilah berikut: red flag sebagai tanda peringatan dalam sebuah hubungan yang patut diwaspadai dan green flag sebagai sinyal sehat sebuah hubungan yang patut dipertahankan.
Sejak 2023 lalu, muncul istilah baru yang pernah viral di TikTok, disebut beige flag.
Beige flag berbeda dengan red flag sebagai indikator untuk berhenti atau green flag yang artinya maju jalan, istilah ini merujuk pada hubungan di zona abu-abu atau tepatnya warna krem yang netral.
Definisi Beige Flag
Berdasarkan penjelasan di laman Better Up, beige flag adalah kebiasaan unik, aneh, atau eksentrik yang dimiliki seseorang dalam hubungan. Kebiasaan ini sebenarnya belum tentu bersifat baik atau buruk, tetapi lebih ke netral, seperti warna beige.
Tanda-tanda karakter beige pada pasangan ini cenderung membuat kita berpikir, “Hmm, perilakunya kok aneh, ya?”
Meski begitu, keanehan tersebut tidak cukup untuk membuat kita merasa terancam atau ingin mengakhiri hubungan.
Hal-hal ini acap kali menjadi bagian dari identitas unik pasangan yang muncul di awal masa pendekatan.
Contoh-Contoh Unik Beige Flag
Meskipun tanda ini tidak dianggap berbahaya, contoh beige flag bisa sangat beragam bagi setiap orang.
Beberapa contoh menarik yang sering ditemukan, dilansir VeryWell Mind, seperti kebiasaan menyimpan botol minuman yang hampir habis di dalam kulkas, atau memasang alarm pada waktu-waktu yang acak, seperti pukul 07.53 atau 8.21.
Mereka juga punya ketertarikan khusus yang tidak biasa, seperti memiliki pengetahuan mendalam tentang fakta-fakta geografi atau koleksi mainan yang sangat spesifik.
Perilaku unik lainnya dari beige flag adalah sering memberi nama pada benda mati seperti kursi kerja atau mobil, sampai punya hobi mencelupkan kentang goreng ke dalam kopi.
Perlukah Beige Flag Diwaspadai?
Pada dasarnya, beige flag tidak berbahaya karena secara definisi tidak memberikan dampak buruk langsung pada kesehatan hubungan.
Namun, ada perspektif psikologi yang menyarankan kita untuk tetap memperhatikan sinyal-sinyal tersebut.
Dalam beberapa kasus, menurut Psychology Today, apa yang awalnya dianggap sebagai "keunikan" bisa jadi merupakan gejala awal dari masalah yang lebih serius.
Begitu pula dengan rasa cemburu yang dibalut sebagai perhatian atau kurangnya pertemanan jangka panjang yang bisa menjadi tanda isolasi sosial.
Oleh karena itu, penting untuk membedakan apakah sebuah perilaku hanyalah keunikan karakter atau sebenarnya merupakan yellow flag yang menyamar.
Bagaimana Cara Menyikapinya?
Menghadapi beige flag membutuhkan keseimbangan antara kesadaran diri dan keterbukaan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyikapinya:
Percayai Intuisimu
Jika ada kebiasaan pasangan jadi membuat kamu merasa ada yang salah, berikan perhatian lebih meskipun perilaku tersebut terlihat sepele.
Pertimbangkan Dampaknya
Tanyakan pada diri sendiri, apakah kebiasaan ini akan mengganggu relasi kalian dalam satu tahun ke depan? Apakah ini melanggar batasan (boundaries) yang kamu miliki?
Bangun Dialog Terbuka
Kalau ada kebiasaan pasangan yang mulai mengganggu, komunikasikanlah secara jujur. Pasangan tidak bisa mengubah perilaku mereka jika mereka tidak sadar bahwa hal tersebut menjadi masalah buatmu.
Lihat juga Sisi Positifnya
Apabila kebiasaan tersebut murni hanya keunikan yang lucu dan tidak merugikan, cobalah untuk melihatnya sebagai bumbu yang membuat pasangan kamu spesial.Beige flag bisa jadi pengingat bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
Dalam hubungan yang sehat, kita tidak harus mencari pasangan yang sempurna tanpa keanehan. Wajar kita merasa nyaman dengan sisi-sisi unik pasangan, sepanjang keunikan tersebut tidak berubah jadi perilaku yang merugikan atau toksik.
Baca juga artikel seputar relationship di tautan ini.
Editor: Sekar Kinasih