diajeng.id - Kita semua tentu memiliki prinsip-prinsip dan keyakinan tersendiri tentang sosok pasangan ideal.
Standar ini biasanya dipengaruhi oleh pola asuh di masa kecil atau tradisi keluarga. Pada sebagian orang lainnya, prinsip ini dibentuk oleh "bekas luka" maupun pelajaran berharga dari riwayat relasi di masa lalu yang terbawa sampai usia dewasa.
Namun begitu, memilih pasangan sebenarnya bukan hanya mengikuti intuisi atau perasaan semata.
Berdasarkan riset yang dilakukan Dr. John Gottman selama lebih dari lima dekade terhadap ribuan pasangan, terungkap bahwa hubungan jangka panjang yang berhasil tidak hanya dibangun berdasarkan kecocokan saja. Keberhasilan relasi dipengaruhi pula oleh kualitas tertentu yang nyata, terukur, dan berulang sehingga menciptakan ikatan yang kuat.
Seiring kita memahami betul apa yang benar-benar penting dalam memilih pasangan, hidup kita akan cenderung lebih aman dari risiko patah hati bertahun-tahun dan berulang.
Pemahaman ini juga bisa membantu kita untuk lebih mengenali kompatibilitas sejati saat sosok tersebut hadir, entah ketika kita mulai perjalanan cinta yang baru atau sedang menimbang masa depan hubungan yang ada saat ini.
Kualitas Utama yang Perlu Dipertimbangkan dalam Memilih Pasangan
Ada beberapa kualitas utama yang menentukan apakah sebuah hubungan dapat bertahan dalam jangka panjang atau justru akan melelahkan di tengah jalan.
Berikut adalah beberapa aspek krusial yang perlu diperhatikan pada calon pasangan dirangkum dari Gottman Institute dan Psych Central:
1. Kepercayaan dan Loyalitas
Orang tersebut memang tidak punya riwayat berbohong, akan tetapi apakah dia termasuk orang yang kata-katanya bisa dipegang?Kepercayaan, dibangun lewat momen-momen kecil, akan membentuk ikatan cinta yang langgeng karena menunjukkan keandalan atau reliability. Pasangan yang sehat adalah mereka yang muncul saat dibutuhkan dan konsisten antara ucapan serta tindakan.
Loyalitas berarti pasangan tidak pernah menjelekkan kamu di depan orang lain dan tetap menemanimu di masa-masa sulit, bahkan lebih memilih bersamamu ketika pilihan lain hadir. Mereka membuat kamu merasa aman dengan komitmennya.
2. Kecerdasan Emosional dan Empati
Hubungan jangka panjang tentu akan menghadapi banyak badai. Kamu membutuhkan pasangan yang mampu mengenali emosinya sendiri dan peduli terhadap perasaanmu.Tanpa empati, konflik akan selalu terasa seperti ajang menang-kalah, alih-alih kerja sama tim. Carilah seseorang yang bersedia mengakui ketakutan dan kesalahan, serta tidak sungkan untuk mengungkapkan cinta secara terbuka.
3. Keselarasan Nilai Hidup (Shared Values)
Kamu tidak harus memiliki hobi yang sama dan tidak harus sepakat dalam segala hal, karena perbedaan itu justru akan memberi warna dalam hubungan.Namun, kamu perlu memiliki arah hidup yang sejalan demi fondasi hubungan yang kuat, seperti cara memandang keluarga, membesarkan anak, atau arti hidup yang bermakna.
Meski pasangan bisa saling memengaruhi seiring waktu, akan jauh lebih kuat jika sejak awal sudah ada irisan nilai yang cukup besar.
Keselarasan inilah yang membantu hubungan tetap kokoh, bahkan ketika perbedaan-perbedaan kecil tak terhindarkan muncul.
4. Kemampuan Mengelola Konflik
Setiap pasangan akan mengalami konflik, yang terpenting adalah bagaimana konflik tersebut bisa diselesaikan.Carilah seseorang yang bisa berdiskusi tanpa merendahkan atau menyerang karaktermu. Pelajari sejauh mana sosok tersebut akan berusaha mencari solusi untuk setiap permasalahan yang muncul.
Perhatikan kemampuan mereka untuk mengelola emosinya. Apakah dia meminta maaf dengan tulus setelah menyakiti dirimu? Apakah dia memaafkan dengan tulus ketika kamu telah melakukan kesalahan?
Keterampilan memperbaiki hubungan ini menentukan apakah konflik memperkuat ikatan atau menciptakan kebencian yang berkepanjangan.
5. Keterbukaan untuk Bertumbuh
Pasangan yang baik adalah mereka yang sadar bahwa diri mereka tidak sempurna. Maka mereka bersedia belajar serta beradaptasi seiring berjalannya waktu.Memiliki standar dan mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu bukan berarti kita terlalu pemilih atau memiliki ekspektasi yang tidak realistis.
Menetapkan batasan dan kriteria yang jelas adalah bentuk tertinggi dari menghargai diri sendiri.
Kriteria yang kita tetapkan adalah investasi paling berharga untuk memastikan bahwa kita akan menjalin relasi yang sehat, setara, dan saling mendukung di masa depan dengan pasangan.
Memilih pasangan hidup dapat diibaratkan seperti memilih rekan tim yang paling bisa diajak bekerja sama dan berkompromi dalam menghadapi sisa perjalanan hidup kita di dunia. Kamu sendiri, bagaimana kriteria pasangan yang ideal bagimu?
Simak juga artikel lainnya seputar hubungan dengan pasangan di sini.
Editor: Sekar Kinasih