diajeng.id - Ada banyak orang tua yang membiasakan anak tidur bersama mereka sejak usia bayi hingga balita. Kebiasaan ini sering terjadi karena berbagai alasan, seperti memudahkan proses menyusui, menenangkan anak yang takut tidur sendiri, atau sekadar ingin merasa lebih dekat dengan anak. Dalam istilah parenting, kebiasaan ini dikenal sebagai co-sleeping, yaitu ketika anak tidur di tempat tidur yang sama dengan orang tua.
Bagi sebagian keluarga, tidur bersama anak terasa nyaman dan menenangkan. Anak merasa aman karena berada dekat dengan orang tua, sementara orang tua juga lebih mudah memantau kondisi anak di malam hari. Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada beberapa dampak anak tidur dengan orang tua yang perlu dipahami. Praktik ini memiliki sisi positif sekaligus potensi dampak negatif jika dilakukan terlalu lama.
Dampak Baik Anak Tidur dengan Orang Tua
Menurut Mind Care Counselling, salah satu manfaat utama dari kebiasaan ini adalah meningkatnya kedekatan emosional antara anak dan orang tua.
1. Perasaan Aman dan Nyaman
Kedekatan fisik saat tidur dapat membantu anak merasa aman, sehingga tingkat stres mereka menurun dan rasa percaya terhadap orang tua semakin kuat. Penelitian menunjukkan bahwa kedekatan ini juga dapat membantu membangun secure attachment atau ikatan emosional yang sehat pada anak.
2. Anak Merasa Lebih Tenang
Anak yang tidur bersama orang tua sering kali merasa lebih tenang saat malam hari. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kehadiran orang tua dapat mengurangi rasa takut atau kecemasan saat tidur. Bagi bayi dan balita, kondisi ini juga memudahkan orang tua untuk merespons kebutuhan anak dengan cepat, seperti saat anak terbangun atau merasa tidak nyaman.
3. Mampu Meregulasi Emosi Sejak Dini
Anak-anak pada usia dini masih belajar bagaimana mengenali dan mengatur emosinya. Ketika anak tidur bersama orang tua, kehadiran orang tua dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan secara langsung, terutama ketika anak terbangun di malam hari. Kondisi tersebut membantu anak menenangkan diri lebih cepat sehingga emosinya menjadi lebih stabil.
Dampak Buruk Anak Tidur dengan Orang Tua
Di sisi lain, ada beberapa dampak kurang baik anak tidur dengan orang tua jika kebiasaan ini berlangsung terlalu lama.
1. Jadi Ketergantungan pada Orang tua
Dalam laman Garden Montessori Schools dijelaskan, anak bisa menjadi terlalu bergantung pada kehadiran orang tua untuk tidur. Akibatnya, anak kesulitan menenangkan diri atau tidur sendiri ketika orang tua tidak ada di dekatnya.
2. Anak Kurang Mandiri
Anak yang terlalu lama tidur dengan orang tua juga berpotensi mengalami kesulitan mengembangkan kemandirian. Mereka mungkin merasa tidak percaya diri untuk tidur sendiri atau merasa cemas saat harus berpisah dari orang tua, misalnya saat menginap di rumah teman atau mulai sekolah.
3. Bisa Mengalami Gangguan Kecemasan
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan tidur bersama yang berlangsung hingga usia lebih besar dapat berkaitan dengan munculnya kecemasan atau masalah perilaku pada masa kanak-kanak, meskipun hal ini tidak selalu terjadi pada semua anak.
Umur Berapa Anak Sebaiknya Tidur Sendiri?
Lantas, banyak orang tua bertanya, umur berapa anak tidur sendiri sebaiknya mulai diterapkan? Sebuah penelitian menyebutkan, secara umum, anak mulai belajar tidur mandiri pada usia sekitar 2 hingga 3 tahun, ketika mereka mulai mengembangkan rasa kemandirian. Pada usia 3 hingga 5 tahun, sebagian besar anak sebenarnya sudah mampu tidur di tempat tidur sendiri jika dibiasakan secara bertahap.
Namun, proses ini tidak harus dilakukan secara mendadak. Orang tua dapat membantu anak beradaptasi dengan membuat rutinitas tidur yang nyaman, seperti membaca buku sebelum tidur, menyalakan lampu tidur, atau menemani anak hingga mereka merasa tenang.
Pada akhirnya, dampak anak tidur dengan orang tua dapat berbeda pada setiap keluarga. Kebiasaan ini dapat memberikan rasa aman dan mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua, terutama pada masa bayi dan balita. Namun, jika dilakukan terlalu lama, hal tersebut juga berpotensi menghambat perkembangan kemandirian anak.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan keseimbangan antara kedekatan emosional dan pembelajaran kemandirian. Dengan pendekatan yang tepat dan bertahap, anak dapat belajar tidur sendiri dengan nyaman sekaligus tetap merasa aman dan dicintai oleh orang tuanya.
Simak juga artikel menarik lainnya seputar anak dan orang tua di sini.
Editor: Sekar Kinasih & Dhita Koesno