diajeng.id - Kencan pertama selalu jadi momen yang memicu rasa deg-degan dan penasaran. Apalagi, teman kencan tersebut adalah orang yang baru kamu kenal lewat aplikasi atau merupakan kenalan dari lingkaran pertemanan kalian.
Karenanya, agar mengurangi cemas dan tahu gambaran awal orang yang akan berkencan denganmu, di zaman yang serba digital ini, ada baiknya untuk mencari tahu nama mereka lewat riset kecil di mesin pencari Google.
Aktivitas riset mandiri yang sering disebut stalking tipis-tipis ini kini telah menjadi kebiasaan yang sangat umum dalam dinamika kencan modern.
Orang-orang kini dengan mudah menemukan siapa saja teman satu sirkel di media sosialnya, memeriksa riwayat pekerjaan di LinkedIn, hingga mencocokkan berbagai data yang mustahil dilakukan beberapa dekade lalu.
Di balik kemudahan teknologi ini, timbul pertanyaan penting. Sebenarnya, seberapa jauh kita perlu menggali informasi gebetan sebelum melangkah bersama ke meja kencan?
Mengapa Riset Itu Perlu?
Ada beberapa nilai tambah yang bisa kamu dapatkan dengan melakukan riset sebelum kencan. Pertama, paling utama dan penting, adalah faktor keamanan dan perlindungan diri.
Laporan keamanan siber dan antivirus dari Norton mengungkapkan bahwa satu dari empat pengguna pernah menjadi korban penipuan asmara (romance scam).
"Hal ini bisa menjadi sarana kreatif untuk menarik perhatian, atau malah jadi alat untuk membangun identitas palsu, termasuk penggunaan gambar deepfake yang tampak meyakinkan," ujar jelas Eli Carosi, seorang pakar penipuan dan keamanan siber.
Dengan maraknya profil palsu, meningkatnya penipuan di aplikasi kencan, hingga kecanggihan foto berbasis AI, melakukan verifikasi identitas menjadi benteng awal untuk melindungi diri dari ketimpangan informasi (information asymmetry).
Kedua, riset sebelum kencan perlu dilakukan untuk memastikan kejujuran status dan niat. Riset singkat bermanfaat untuk memastikan apakah calon pasangan benar-benar lajang dan terbuka dengan status hubungannya.
Selanjutnya, kita juga bisa memeriksa ketidakcocokan yang mendasar (dealbreakers). Lewat media sosial, kita dapat mengenali prinsip-prinsip yang berpotensi bentrok, seperti pandangan politik atau keyakinan.
Langkah ini bisa menyelamatkan kita dari kencan yang berakhir sia-sia. Bahkan, informasi dari teman saling kenal juga dapat memberikan gambaran apakah profil di dunia maya sesuai dengan karakter aslinya.
Risiko Terlalu Banyak Mencari Tahu
Di sisi lain, kebiasaan menggali informasi terlalu dalam juga punya berbagai kelemahan yang berpotensi merusak pengalaman kencan.
Dilansir PopSugar, poin minus yang pertama adalah tentang hilangnya spontanitas dan kejutan.
Kelemahan berikutnya adalah risiko terjebak ekspektasi palsu dan asumsi sebelah mata. Profil di dunia maya tidak pernah menyajikan gambaran utuh tentang seseorang. Manusia cenderung mengisi celah kosong dengan asumsi pribadi berdasarkan pakaian atau kendaraan yang dipamerkan di media sosial.
Riset berlebihan juga memicu fantasi yang tidak realistis, yang akhirnya berujung pada rasa kecewa saat realitas tidak seindah bayangan.
Selain itu, riset berlebihan pada calon pasangan juga bisa membuatmu kehilangan autentisitas diri. Mengetahui seluruh preferensi apa yang ada pada sosok tersebut, tanpa sadar dapat menjadikan kita berubah seperti "bunglon" yang rela mau mengubah selera dan kepribadian demi disukai dan diterima olehnya.
Poin lainnya yang juga tak kalah penting adalah kurang menghargai privasi dan perkembangan diri. Terlalu menguliti masa lalu orang lain di media sosial, pada titik tertentu, bukan bentuk penghormatan terhadap hidup orang lain.
Yang perlu kamu pahami juga, setiap orang berkembang seiring waktu. Meski masa lalu tetaplah memengaruhi sosoknya hari ini, yang akan kamu kencani adalah versi dirinya yang ada di hadapanmu sekarang, alih-alih masa lalunya.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Agar kencan tetap menyenangkan tanpa mengabaikan faktor keselamatan, para pakar menyarankan pendekatan yang seimbang.
Sikapi Informasi dengan Bijak
Anggap hasil penelusuran di Google sekadar gambaran kasar. Ingatlah bahwa chemistry langsung, energi, dan interaksi tatap muka adalah faktor-faktor sesungguhnya yang menentukan kelanjutan hubungan kalian.
Manfaatkan Panggilan Telepon atau Video Call
Sebelum bertemu langsung, cobalah beberapa kali melakukan panggilan telepon atau video call singkat. Langkah ini sangat ampuh untuk mendengarkan nada suara dan mengamati bahasa tubuh tanpa perlu tenggelam dalam pengintaian berlebihan di media sosial.
Beri Kesempatan Calon Pasangan Bercerita
Berikan rasa hormat kepada calon pasangan untuk membagikan kisah hidupnya secara langsung. Percayailah intuisi dirimu sendiri ketimbang opini subjektif orang lain.Dengan menjaga keseimbangan antara kewaspadaan dan pemikiran terbuka, kita bisa menikmati momen kencan dengan aman sekaligus tetap merasakan indahnya keajaiban dalam mengenal sosok baru.
Artikel lainnya terkait relationship juga bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih