diajeng.id - Dalam lingkaran pertemanan, saat sedang bepergian ke satu lokasi, kalian biasanya sibuk mengobrol. Kadang-kadang, kalian tidak tahu seberapa jauh kaki harus melangkah, sampai salah satu orang di dalam grup berbicara dengan tenang, "Nah, kalau mau ke sana, dari sini kita tinggal belok ke kanan, dan tempatnya sekitar 50 meter lagi."
Dalam dinamika pertemanan modern, sosok ini dikenal dengan istilah nav friend (singkatan dari navigation friend). Biasanya, setiap kelompok pertemanan seslalu punya sosok ini, atau mungkin, kamulah si nav friend itu?
Siapa Sebenarnya Nav Friend?
Dalam artikel VICE berjudul "Are You the ‘Nav Friend’ of Your Friend Group? Here’s How to Tell" dijelaskan bahwa nav friend adalah kompas, pengarah, dan pemandu di balik layar bagi kelompoknya.
Menurut Dr. Shannon Franklin, psikolog klinis di Element Q Healing, istilah ini merujuk pada anggota kelompok sosial yang secara informal "muncul" sebagai sumber navigasi utama.
"Peran ini sering kali muncul begitu saja tanpa perlu didiskusikan secara formal di antara teman-teman tersebut," ujarnya.
Dr. Franklin menjelaskan bahwa nav friend bertindak sebagai pihak yang mengubah niat dan wacana kelompok menjadi aksi nyata; mulai dari meriset lokasi, mengatur transportasi, mengonfirmasi waktu pertemuan, hingga menyesuaikan rencana jika terjadi kendala di lapangan.
Sementara itu, psikolog klinis Dr. Christie Ferrari dan terapis Barbie Atkinson melalui laman POPSUGAR "Every Group Has a "Nav Friend." Who's Yours?" menekankan bahwa seorang nav friend tidak selalu identik dengan kepribadian yang mengontrol atau Type-A.
Sebaliknya, mereka adalah individu yang memiliki kemampuan berpikir beberapa langkah ke depan serta dapat membawa keteraturan di tengah kekacauan logistik.
Ketika teman-teman lainnya menikmati perjalanan secara bebas bersantai dan mengobrol, nav friend sudah memikirkan banyak rencana di kepalanya, dari mengecek Google Maps, memperhitungkan waktu tempuh, hingga mencari info lokasi parkir.
Sosok nav friend berperan penting dalam setiap kelompok pertemanan.
"Mereka menyimpan peta mental ke mana tujuan kelompok dan bagaimana cara mencapainya, sementara anggota kelompok yang lain bisa bersikap layaknya penumpang," kata Dr. Ferrari
"Mereka belum tentu orang yang suka mengontrol, mereka bisa jadi pihak yang sudah berpikir jauh ke depan, dan mampu mengubah kekacauan menjadi sesuatu yang teratur," tambah Atkinson.
Beban Mental di Balik Peran Pemandu
Kehadiran nav friend tentu membawa banyak keuntungan bagi kelompok. Dengan adanya satu orang yang memegang kendali navigasi dan perencanaan, anggota lainnya memiliki kebebasan mental untuk benar-benar bersantai, menikmati suasana, dan mempererat ikatan emosional tanpa perlu mengkhawatirkan rute perjalanan.
Namun, di balik kelancaran acara tersebut, ada beban mental yang tersembunyi.
Dr. Franklin dan Atkinson mengingatkan risiko bahwa orang dengan kompetensi tinggi dapat menarik menarik lebih banyak tanggung jawab ke pundaknya.
“Banyak orang cenderung mengabaikan betapa rumitnya pekerjaan yang telah dilakukan oleh si nav friend. Lama-kelamaan, hal ini akan menimbulkan masalah seperti kelelahan, rasa frustrasi, dan kekesalan, karena si pengatur rencana merasa sangat lelah akibat terus-menerus harus menangani seluruh perencanaan dan pengaturan,” terang Dr. Franklin.
"Kompetensi akan mendatangkan lebih banyak tanggung jawab," ujar Atkinson. Menurutnya, lama-kelamaan nav friend "bisa terjebak" dalam peran tersebut.
Menjaga Keseimbangan dalam Pertemanan
Agar dinamika pertemanan tetap sehat dan berimbang, enting untuk memberikan apresiasi terhadap kerja keras tak terlihat yang telah dilakukan oleh nav friend.
Langkah krusial lainnya adalah mengakui peran mereka dan tidak menganggap kontribusi logistik tersebut sebagai kewajiban otomatis.
Lebih jauh lagi, Atkinson menyarankan anggota kelompok lainnya dapat berinisiatif melakukan hal yang sama. "Ambil alih tugas-tugas navigasi tanpa perlu diminta," imbuhnya.
Mengambil alih pencarian rute, mengurus pemesanan tempat, atau sekadar memegang peta untuk perjalanan berikutnya bisa memberi kesempatan bagi nav friend untuk beristirahat dan menikmati peran sebagai penumpang biasa.
Pertemanan yang hangat diciptakan bersama. Memastikan tidak ada satu orang pun yang menanggung beban logistik sendirian adalah kunci menjaga ikatan persahabatan tetap kuat.
Artikel lainnya seputar pertemanan juga bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih