Menuju konten utama

5 Penyebab Leukosit Tinggi pada Anak dan Gejalanya

Berikut ini adalah penjelasan penyebab leukosit tinggi pada anak dan gejalanya yang perlu diperhatikan orang tua.

5 Penyebab Leukosit Tinggi pada Anak dan Gejalanya
Ilustrasi Leukosit tinggi pada anak. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Leukosit, atau sel darah putih, merupakan bagian krusial dari sistem kekebalan tubuh. Sel ini berfungsi melawan berbagai kuman penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Leukosit diproduksi di sumsum tulang, dan jumlahnya yang terlalu tinggi atau rendah bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, kadar leukosit sering dijadikan indikator penting dalam pemeriksaan darah untuk menilai kondisi tubuh. Berikut ini adalah penjelasan penyebab leukosit tinggi pada anak.

Penyebab Leukosit Tinggi pada Anak

Kadar leukosit tinggi pada anak bisa menandakan tubuh sedang bereaksi terhadap sesuatu. Peningkatan sel darah putih ini biasanya muncul sebagai respons terhadap infeksi, peradangan, atau kondisi kesehatan tertentu.

Memahami penyebab kelebihan sel darah putih pada anak penting agar orang tua bisa lebih sigap dalam menjaga kesehatan si kecil.

1. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat, misalnya kortikosteroid atau obat antikejang, bisa membuat kadar leukosit pada anak meningkat. Jika anak sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya hal ini dikonsultasikan ke dokter agar hasil pemeriksaan darah bisa dipahami dengan tepat.

2. Infeksi Bakteri dan Virus

Infeksi menjadi penyebab paling umum tingginya leukosit pada anak. Mulai dari infeksi ringan seperti flu atau radang tenggorokan, hingga infeksi serius seperti pneumonia, demam berdarah, atau tifus, semuanya bisa merangsang tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih.

Gejala yang muncul biasanya berupa demam, batuk, sulit makan, atau lesu.

3. Stres Fisik atau Cedera

Cedera fisik seperti jatuh, luka bakar, atau operasi dapat memicu stres pada tubuh anak. Tubuh merespons dengan meningkatkan jumlah leukosit untuk memperbaiki jaringan dan melawan kemungkinan infeksi.

Setelah proses pemulihan selesai, kadar leukosit umumnya kembali normal.

4. Penyakit Autoimun dan Kelainan Darah

Beberapa kondisi medis serius, seperti lupus, gangguan sumsum tulang, atau leukemia, dapat menyebabkan leukosit meningkat secara signifikan. Kelainan ini memerlukan pemeriksaan dan pemantauan oleh dokter, terutama jika anak mengalami gejala seperti memar yang mudah muncul, perdarahan, atau lemas berat.

5. Alergi dan Reaksi Imun

Ketika anak mengalami alergi, misalnya alergi makanan, debu, atau asma, sistem imun akan aktif dan dapat meningkatkan jumlah leukosit. Tanda-tanda alergi bisa berupa ruam, bentol-bentol di kulit, gatal, batuk, atau sesak napas, menunjukkan tubuh bereaksi terhadap pemicu alergi.

Gejala Akibat Leukosit Tinggi pada Anak

Ketika kadar leukosit pada anak meningkat, tubuh biasanya sedang bereaksi terhadap kondisi tertentu, seperti infeksi atau stres fisik. Beberapa gejala yang bisa muncul antara lain demam, lesu, kehilangan nafsu makan, perubahan perilaku, hingga sulit tidur.

Anak juga mungkin mengalami batuk, pilek, atau tanda-tanda alergi seperti ruam dan gatal-gatal pada kulit.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Lyfe
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno