Menuju konten utama

Pink, Hijau, Ungu: Menafsir Makna Warna Sebagai Penyampai Pesan

Bukan sekadar estetika. Warna pink, hijau, ungu, dan beberapa warna lainnya ternyata memiliki makna politis tersendiri. Simak ulasannya di bawah ini.

Pink, Hijau, Ungu: Menafsir Makna Warna Sebagai Penyampai Pesan
Header Diajeng Makna Warna Gerakan. tirto.id/Quita

diajeng.id - Di era modern saat ini, warna bukan hanya menjadi pilihan estetika atau tren fesyen, tapi lebih dari itu. Simbol warna telah menjadi alat komunikasi, bahkan bisa dibilang sebagai bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan tanpa harus berkata-kata.

Sebagian orang pun tahu bagaimana warna pink atau merah muda sering digunakan untuk mewakili kelembutan, empati, kebaikan, hingga kampanye melawan kanker payudara, atau bagaimana warna hijau kerap diartikan dengan isu lingkungan, kestabilan, dan keberlanjutan.

Dalam konteks sosial dan politik, simbol warna ini menjadi semakin kaya maknanya, dan sering kali merepresentasikan sebuah identitas, perjuangan, atau gerakan.

Pada aksi demonstrasi akhir Agustus lalu, warganet di media sosial memilih dua simbol warna, yakni pink dan hijau yang memiliki sebutan Brave Pink dan Hero Green, di mana kedua warna ini terkait dengan dua sosok penting.

Brave Pink merujuk pada seorang ibu dengan jilbab pink yang ikut dalam aksi demonstrasi, ia berada di barisan terdepan berhadapan dengan aparat keamanan sambil membawa bendera merah putih dan aksinya viral di media sosial.

Sementara Hero Green mewakili gambaran pengemudi ojek online Affan Kurniawan dengan jaket kerja warna hijaunya yang meninggal dunia karena dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi berlangsung pada 28 Agustus 2025.

Pilihan warna ini bukan hanya tentang penampilan, tetapi sebuah keputusan strategis untuk menyuarakan aspirasi dan menentang stigma.

Diajeng akan mengajak kamu menafsirkan makna di balik warna-warna tersebut. Bagaimana pink, hijau, ungu, serta beberapa warna lainnya telah digunakan sebagai alat untuk menyuarakan feminisme, advokasi lingkungan, dan perjuangan kesetaraan.

Simbol Warna dan Maknanya

Simak makna pesan tersembunyi yang terkandung di setiap pilihan warna berikut ini:

1. Pink

Warna pink dalam ranah politik relatif baru dibandingkan dengan warna klasik seperti merah atau hijau, tetapi kini semakin menonjol dalam simbol-simbol gerakan sosial.

Dikutip laman VeryWell Mind, pink acap kali diasosiakan dengan kelembutan, cinta kasih, dan kedamaian.

Dalam sejarah, menurut artikel oleh Marian Sawer yang terbit di jurnal Movement Studies: Journal of Social, Cultural and Political Protest (2007), warna ini pernah digunakan secara negatif sebagai tanda stigma terhadap kaum homoseksual di era Nazi, tetapi kemudian direklamasi oleh komunitas LGBTQ+ menjadi simbol kebanggaan dan perlawanan.

Selain itu, pink juga erat kaitannya dengan gerakan feminis dan perjuangan kesetaraan gender, menjadikannya warna yang mencerminkan keberanian lembut melawan diskriminasi dan kekerasan.

2. Hijau

Hijau adalah warna yang sangat sarat makna dalam politik global. Masih dalam jurnal yang sama, hijau merupakan lambang kebenaran. Warna hijau juga digunakan sebagai simbol alam, kehidupan, ketenangan, energi terbarukan, dan kesuburan.

Warna hijau, menurut Momo Magazine, merupakan lambang harapan. Warnanya yang menonjol ini digunakan pada banyak benda, seperti selempang, bros, dan topi.

Tak hanya menandai keanggotaan dalam sebuah gerakan politik, benda-benda ini secara diam-diam menyatakan nilai-nilai bersama dan solidaritas bagi semua perempuan.

Di sisi lain, dalam konteks Islami, hijau juga sering dikaitkan dengan simbol kesucian dan tumbuh-tumbuhan, kesegaran, serta harmoni alam.

3. Ungu

Warna ungu dalam politik sering diposisikan sebagai warna transisi atau pertemuan dua arus besar.

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris saat pelantikan dengan mantan Presiden Joe Biden pada 20 Januari 2021 mengenakan mantel ungu, yang merupakan kombinasi warna merah dan biru.

Warna yang dipakainya itu diasumsikan seperti melambangkan keinginan untuk sebuah bangsa yang bersatu dan terbebas dari perpecahan politik antara dua partai nasional utama; Demokrat dan Republik.

Dalam konteks tertentu, ungu melambangkan pluralisme dan kompromi politik, misalnya sebagai campuran merah (kiri) dan biru (kanan), sehingga menghadirkan simbol “jalan tengah” atau upaya rekonsiliasi ideologi.

Selain 3 warna di atas, masih ada tiga warna lainnya yang memiliki makna tersirat dan akan dibahas di bawah ini:

4. Merah

Warna merah adalah salah satu warna paling kuat dan historis dalam politik. Ia identik dengan semangat revolusi, keberanian, kegembiraan, serta perlawanan terhadap penindasan.

Masih melansir artikel Sawer, sejak abad ke-19, merah menjadi simbol internasional bagi sosialisme, komunisme, dan gerakan buruh, khususnya melalui bendera merah yang berkibar di banyak pemberontakan. Namun, makna merah tidak seragam di semua tempat.

Di Amerika Serikat, misalnya, merah justru diasosiasikan dengan konservatisme Partai Republik, berlawanan dengan tradisi kiri di Eropa dan Amerika Latin.

Di banyak negara Asia, merah juga menjadi lambang nasionalisme, kekuatan rakyat, dan perjuangan kemerdekaan.

5. Putih

Putih menghadirkan nuansa politik yang kontras dengan merah. Warna ini sering dimaknai sebagai simbol kesucian, perdamaian, dan netralitas.

Bendera putih universal dipahami sebagai tanda menyerah atau penghentian peperangan, sehingga dalam politik modern ia melekat pada gerakan anti-kekerasan.

Australian Women's History Network (AUSWHN) mewartakan, sebuah studi di AS tentang hubungan antara 'brand personality' dan warna menemukan bahwa putih biasanya dikaitkan dengan ketulusan karena asosiasinya dengan kemurnian, kebersihan, kejernihan, dan kedamaian.

Di banyak negara, partai, atau gerakan yang mengusung simbol putih biasanya ingin tampil sebagai “politik bersih,” antikorupsi, dan berfokus pada moralitas publik.

6. Biru

Biru adalah warna yang sering dikaitkan dengan kompetensi karena asosiasinya dengan kecerdasan, kepercayaan, komunikasi, dan logika.

Dalam politik, biru kerap muncul sebagai simbol konservatisme, ketertiban, dan institusi negara.

Di Amerika Serikat, misalnya, biru identik dengan Partai Demokrat, begitu juga di Indonesia, Partai Demokrat yang berlambang mirip Mercy ini berwana biru, sementara di banyak negara Eropa biru justru menjadi warna partai-partai kanan-tengah yang propasar dan berorientasi pada stabilitas ekonomi.

Biru juga sering digunakan sebagai lambang internasionalisme dan kedamaian, seperti bendera PBB yang berwarna biru muda.

Baca juga artikel terkait WARNA PINK atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih