Menuju konten utama

Satu Warna, Banyak Makna: Sejarah Kekuatan Lipstik Merah

Pernah dianggap sebagai simbol ketidakbermoralan, sejarah justru mencatat lipstik merah sebagai lambang kemandirian, perlawanan, dan keberanian perempuan.

Satu Warna, Banyak Makna: Sejarah Kekuatan Lipstik Merah
Header Diajeng Lipstik Merah Kekuatan. tirto.id/Quita

diajeng.id - Setiap kali mengulas tentang lipstik, yang muncul dalam gambaran kita pasti lipstik yang berwarna merah.

Meski tidak semua dari kita menggemari lipstik warna merah, sejarah menunjukkan bahwa lipstik merah punya riwayat panjang dan signifikan.

Melansir Teen Vogue, pada awal abad ke-20, tepatnya tahun 1910-an, lipstik merah menjadi aksesori yang melambangkan kekuatan dan ketangguhan selama gerakan Suffragette.

Bagi para perempuan yang memperjuangkan hak pilih, warna merah yang berani dan tak gentar merupakan bagian dari seragam perlambang kekuatan tatkala kaum laki-laki mencoba merampas hak-hak mereka.

Menggunakan lipstik di depan umum pada masa itu dianggap sebagai tanda perempuan yang mandiri dan emansipasi, meskipun hal tersebut sempat dipandang skandal dan vulgar, bahkan tidak bermoral, di kaca mata masyarakat umum.

Tokoh kecantikan Elizabeth Arden bahkan turut membagikan lipstik merah kepada para pejuang hak pilih yang sedang berbaris sebagai bentuk protes simbolis.

Lebih dari sekadar penunjang penampilan, lipstik merah menunjukkan bahwa perempuan mampu membeli produk kecantikan dengan uang mereka sendiri setelah mereka berbondong-bondong memasuki dunia kerja pasca-Perang Dunia I.

Pada era Perang Dunia II tahun 1940-an, seperti diterangkan dalam situs Femmeciety, lipstik merah bertransformasi menjadi simbol patriotisme dan perlawanan.

Di wilayah pendudukan Nazi, penggunaan lipstik merah dianggap sebagai tindakan pembangkangan karena Adolf Hitler diketahui sangat membenci kosmetik.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan menugaskan Elizabeth Arden untuk menciptakan warna merah khusus bagi perempuan di militer yang diberi nama "Victory Red" agar serasi dengan seragam mereka.

Di pabrik-pabrik, pekerja perempuan yang dijuluki "Rosie the Riveter" juga mengenakan lipstik merah untuk mempertahankan semangat dan suasana normal di tengah kesulitan perang.

Bahkan di kamp-kamp konsentrasi, beberapa perempuan secara sembunyi-sembunyi mengaplikasikan lipstik buatan sendiri dari batu bata atau buah beri sebagai pengingat akan martabat dan kendali diri mereka.

Setelah perang, persisnya pada dekade 1960-an dan 70-an, artikel di Bangstyle berjudul "The Legacy of Red Lipstick: A Symbol of Strength, Resistance, and Timeless Beauty" menuliskan, popularitas lipstik merah sempat merosot.

Alasannya, gerakan feminis saat itu menolak norma kecantikan tradisional dan lebih menyukai gaya alami.

Namun begitu, kekuatan warna ini tidak pernah benar-benar pudar dan kembali bangkit pada tahun 1980-an seiring dengan tren power dressing di dunia korporat.

Hingga saat ini, lipstik merah tetap menjadi simbol ekspresi diri yang berani.

Tren "Red Lipstick Theory" yang viral di TikTok baru-baru ini menjelaskan bahwa hanya dengan mengenakan lipstik merah tanpa riasan lain, wajah seseorang akan terlihat lebih cerah karena perhatian orang teralihkan ke bibir merah yang mencolok.

Teori ini, menurut PureWow, menunjukkan bahwa merah memiliki kemampuan unik untuk mengubah perasaan pemakainya menjadi lebih percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi dunia.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh tokoh modern seperti Alexandria Ocasio-Cortez, lipstik merah adalah pesan bahwa perempuan berhak mengambil ruang dan tampil dengan keyakinan penuh.

Tipe Lipstik Warna Merah yang Cocok dengan Karakter Warna Kulit

Jika kamu ingin mulai mencoba kekuatan warna ini, penting untuk memilih warna merah yang sesuai dengan karakter warna kulitmu agar penampilan terlihat maksimal:

  • Kulit Putih (Fair Skin): Pilihlah warna merah dengan dasar biru (blue-based reds) seperti warna ceri atau beri untuk mencerahkan kompleksitas wajah tanpa terlihat berlebihan.
  • Kulit Terang ke Medium (Light to Medium): Warna merah hangat dengan sentuhan oranye, koral, atau merah skarlet klasik akan memberikan tampilan yang seimbang dan abadi.
  • Kulit Sawo Matang (Olive/Medium-Deep Skin): kamu akan terlihat menawan dengan warna merah bata (brick reds) atau warna kayu manis yang hangat untuk memberikan kedalaman pada fitur wajah.
  • Kulit Gelap (Deep Skin): Pilihlah warna merah yang kaya seperti merah anggur (burgundy), merah rubi yang cerah, atau bahkan merah neon untuk pernyataan gaya yang mencolok dan canggih.
Lipstik merah bukan sekadar kosmetik, melainkan alat pemberdayaan yang mengingatkan setiap perempuan untuk memiliki kekuatannya sendiri. Ajaklah keberanian itu muncul dalam setiap sapuan warna di bibir kamu.

Jika penasaran dengan artikel seputar lipstik lainnya, kamu juga bisa membacanya di sini.

Baca juga artikel terkait DIAJENG PEREMPUAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih