diajeng.id - Pernahkah kamu rela memakai sepatu hak tinggi meski kaki terasa nyeri, menjalani waxing yang perih, atau melakukan perawatan kecantikan yang membuat kulit tidak nyaman demi mendapatkan penampilan yang diinginkan?
Pengalaman tersebut mungkin terasa familiar, terutama ketika mendengar ungkapan beauty is pain.
Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perjuangan seseorang dalam mencapai standar kecantikan tertentu. Namun, apakah benar cantik harus selalu disertai rasa sakit? Untuk memahami maknanya, kenali arti, sejarah, dan kaitannya dengan istilah beauty is scary lewat artikel berikut ini.
Apa Arti Beauty Is Pain?
Secara sederhana, beauty is pain berarti "cantik itu sakit". Ungkapan ini menggambarkan anggapan bahwa seseorang terkadang harus rela mengalami rasa tidak nyaman, bahkan sakit, demi mendapatkan penampilan yang dianggap lebih menarik.
Menurut The Dictionary of Modern Proverbs karya Charles Clay Doyle, Wolfgang Mieder, dan Fred R. Shapiro, ungkapan ini merujuk pada anggapan bahwa memperoleh dan mempertahankan kecantikan fisik, khususnya bagi perempuan, membutuhkan kesediaan untuk menahan rasa sakit.
Meski demikian, arti beauty tidak semata-mata berkaitan dengan penampilan fisik. Kecantikan juga dapat mencakup kepercayaan diri, kepribadian, dan cara seseorang menghargai dirinya sendiri. Jadi, bukan berarti seseorang harus menyakiti diri demi terlihat cantik.
Asal-Usul dan Sejarah Istilah Beauty Is Pain
Ungkapan bahwa kecantikan membutuhkan pengorbanan sudah dikenal sejak lama. Salah satu ungkapan yang memiliki makna serupa berasal dari bahasa Prancis, yaitu il faut souffrir pour être belle, yang berarti seseorang harus menderita untuk menjadi cantik.
Selain itu, penggunaan korset ketat pada era Victoria bertujuan membentuk siluet pinggang yang lebih ramping. Namun, pemakaian yang terlalu ketat dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Dalam novelisasi film Grease (1978), ungkapan beauty is pain juga muncul dalam dialog karakter Frenchy. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa istilah tersebut telah dikenal dalam budaya populer sejak beberapa dekade lalu.
Kini, konsep tersebut masih sering dikaitkan dengan waxing, penggunaan high heels, perawatan kulit, hingga prosedur estetika. Namun, semakin banyak orang mulai mempertanyakan apakah standar kecantikan memang harus dibayar dengan rasa sakit.
Memahami Beauty Is Pain dan Beauty Is Scary
Selain beauty is pain, istilah beauty is scary juga terkadang digunakan dalam pembahasan standar kecantikan. Jadi jika diterjemahkan, frasa ini berarti "kecantikan itu menakutkan".
Fenomena ini dapat terlihat dari tekanan sosial untuk memiliki kulit tertentu, bentuk tubuh ideal, atau wajah yang dianggap sempurna. Jika tidak disikapi dengan bijak, keinginan untuk tampil menarik bisa berubah menjadi tuntutan yang membebani diri sendiri.
Beauty is pain maupun beauty is scary mengingatkan kita bahwa kecantikan memiliki sisi yang perlu dipahami secara kritis. Merawat diri tentu boleh dilakukan, tetapi kesehatan dan kenyamanan sebaiknya tetap menjadi prioritas. Sebab, cantik tidak harus selalu berarti menahan sakit.
Artikel terkait lainnya juga bisa dibaca di sini.
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih