diajeng.id - Di hidup yang serba penuh kejutan ini, mungkin tak ada satu pun dari kita yang pernah terhindar dari bahan gosip orang lain.
Pada momen tidak sengaja, saat berada di toilet atau sebelum memasuki ruangan, kamu tak sengaja mencuri dengar teman atau kolega membicarakan sesuatu yang tidak benar, atau dilebih-lebihkan, tentang dirimu. Mengetahui ini mungkin kamu juga jadi jengkel.
Ya, begitulah hidup.
Bersosialisasi atau berinteraksi dengan sesama dalam lingkaran pertemanan, tetangga, dan lingkungan kerja, bukanlah sebuah proses pendewasaan yang tanpa risiko.
Setiap relasi berpotensi menimbulkan gesekan. Tidak semua berjalan mulus.
Disadari maupun tidak, akan selalu ada saja yang mengomentari dan menilai, bahkan yang sifatnya mengada-ada, tentang diri kita.
Alasan Orang Sering Bergunjing
Meski begitu, dikutip dari laman Your Tango, ada beberapa hal menarik yang bisa menjelaskan mengapa kita hampir pasti selalu digunjingkan oleh orang lain, baik teman sekolah, kolega kerja, tetangga, atau siapa pun itu, berikut di antaranya:
1. Keinginan Membangun Kedekatan
Bagi sebagian orang, gosip terasa seperti jalan pintas untuk menciptakan kesan "dekat" atau akrab.Dalam konteks tertentu, obrolan ringan tentang orang lain memang dianggap sebagai keterampilan sosial.
Di sisi lain, apabila kedekatan relasi dibangun lewat gosip negatif, hubungan itu biasanya akan rapuh sehingga sulit terbangun kepercayaan.
2. Rasa Tidak Aman dalam Diri
Kalau kamu punya teman yang suka mengkritik orang-orang di sekitarnya, termasuk dirimu, bisa jadi itu adalah cerminan dari betapa keras dan kaku ia menilai dirinya sendiri.Penting diingat, semakin baik seseorang berdamai dengan dirinya, semakin kecil kebutuhan untuk menjatuhkan orang lain melalui gosip.
3. Mencari Kepastian dan Validasi
Rasa aman dan validasi bisa membuat seseorang merasa lebih stabil dan diterima.Kadang kala, gosip muncul sebagai cara untuk mencari kepastian dalam hubungan sosial. Namun begitu, ada perbedaan jelas antara gosip yang melindungi dan gosip yang merusak.
4. Kesepian atau Merasa Hidupnya Hambar
Ada kalanya gosip muncul dari rasa jenuh, kurangnya koneksi sejati, atau kebosanan dalam hidup.Bagi beberapa orang yang perasaannya "kosong" dan tidak diisi dengan aktivitas yang sehat secara sosial, mereka cenderung mudah menciptakan drama berbahan gosip sebagai mekanisme pelarian.
5. Menyebarkan Informasi yang Dianggap Berguna
Pada situasi tertentu, gosip bisa jadi mengandung informasi positif, misalnya berkaitan dengan berbagi pengalaman, pelajaran, atau peringatan. Tujuannya lebih untuk kebaikan bersama.Dalam konteks ini ini, gosip tidak diciptakan sebagai sarana yang destruktif, melainkan membantu orang lain menavigasi lingkungan sosialnya.
6. Menghindari Refleksi Diri
Tidak sedikit orang yang memilih untuk menggunakan gosip sebagai "tameng" atau alat perlindungan dari kritik, alih-alih berefleksi melihat ke dalam dan memperbaiki diri.Mereka adalah kategori orang yang selalu merasa benar ketika orang lain mengiyakan pendapatnya, sehingga tidak ada ada ruang lagi baginya untuk belajar, tumbuh, atau berkembang menjadi pribadi lebih dewasa.
7. Naluri Bertahan Hidup Manusia
Seperti disampaikan oleh sejarawan Yuval Noah Harari, gosip juga merupakan mekanisme kita untuk bertahan hidup, terutama dalam upaya menjalin kerja sama atau persekutuan yang kuat.Sedari lama, gosip menjadi bagian dari cara manusia "membaca" atau mengenali lingkungan sosial. Siapa yang bisa dipercaya? Siapa pihak yang berpotensi jadi musuh atau jadi ancaman? Dengan begitu, kita belajar menjaga posisi dalam kelompok.
Dengan berbagi cerita, hubungan bisa jadi semakin kuat. Kita pun bisa membangun rasa aman dalam komunitas.
8. Pergulatan Identitas
Ketika seseorang belum "selesai" dengan dirinya, belum menemukan jati diri atau nilai-nilai hidupnya, gosip bisa jadi semacam jalan keluar untuk membantunya merasa lebih unggul.Dengan membandingkan diri dengan orang lain, mereka mencoba menegaskan identitas dirinya dan mencari pijakan sosial. Padahal, itu semua sifatnya mungkin hanya sementara.
Cara Jadi Orang yang Cuek
Dari berbagai macam alasan di balik gosip, kita jadi paham bahwa fenomena ini lebih tentang kondisi batin si penggunjing daripada yang digunjing.
Maka, jangan habiskan energimu untuk membalas atau mempertanyakan diri sendiri.
Letakkan gosip-gosip itu di tempat semestinya: tidak perlu disimpan di kepala terlalu lama.
Seperti dijelaskan dalam teori "Let Them Mindset" dari Mel Robbins, dengan memiliki pemikiran masa bodoh apa kata orang, artinya kamu membiarkan orang lain berperilaku sesuka hatinya.
Menjadi cuek justru akan menciptakan lebih banyak kendali dan ketenangan batin bagi dirimu. Di satu sisi, hubunganmu dengan orang-orang sekitar yang kamu percaya akan berjalan lebih baik.
Teori “Let Them Mindset” sebenarnya berakar dari sebuah puisi karya Cassie Phillips berjudul Just Let Them.
Inti dari pemikiran "Let Them" adalah, ketika orang lain tidak setuju denganmu, menghakimi atau membuat hatimu terluka, ingat, kamu selalu punya kendali dan pilihan untuk tidak terlibat dalam pusaran drama itu.
Kamu punya kontrol untuk membiarkan mereka bersikap sebagaimana adanya.
Yang utama, dalam hidup ini, tetapkan batasan sehat dengan perilaku orang lain.
Tiga konsep utama dari pemikiran cuek "Let Them Mindset" adalah:
1. Keterlepasan
Melepas diri dari pergulatan emosi dan pikiran yang muncul ketika mencoba mengatur atau mengubah perilaku orang lain. Memberi ruang bagi ketenangan batin dengan merilis segala cengkeraman di luar kontrol yang berisiko membebani diri sendiri.
2. Biarkan proses terjadi
Memberi kesempatan bagi orang lain untuk bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, termasuk ketika mereka harus jatuh, belajar, lalu bangkit.Meski terkesan sulit, inilah bagian penting dari ruang untuk tumbuh.
3. Izinkan mereka menjadi diri sendiri
Membiarkan orang tampil apa adanya memberi kejelasan tentang siapa mereka sebenarnya, sekaligus memberi kesempatan untuk terhubung secara lebih jujur.Tidak perlu memaksakan perubahan.
Akhinya, kamu juga pasti lama-lama akan menyadari bahwa tidak semua yang dibicarakan orang perlu ditanggapi.
Kita pun juga akan belajar bahwa ketenangan datang ketika kita memilih fokus pada diri sendiri.
Kalau kamu, pernahkah jadi bahan gosip?
Perlahan, ayo belajar lepaska beban gunjingan itu semua. Karena hidup kita terlalu berharga untuk dihabiskan membalas hal yang tidak penting.
Simak juga artikel tentang bergosip yang lain di sini.
Editor: Sekar Kinasih