diajeng.id - Selama ini kita sering mendengar pentingnya memberikan kesempatan pada anak-anak usia dini untuk belajar bahasa asing, baik bahasa kedua maupun ketiga, karena waktu itulah yang paling prima untuk mereka menyerap ilmu baru, dan itu memang betul.
Anak-anak dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam meniru bunyi, menyerap kosakata, serta memahami struktur bahasa secara alami tanpa banyak tekanan.
Namun realitasnya tidak berhenti di sana.
Kita sebagai orang dewasa juga memiliki peluang yang sama untuk belajar bahasa asing, meskipun dengan tantangan dan dinamika yang berbeda. Bahkan, dalam banyak hal, orang dewasa membawa keunggulan tersendiri dalam proses belajar tersebut.
Anak vs Orang Dewasa Belajar Bahasa Asing: Apa yang Berbeda?
Penelitian menunjukkan bahwa usia seseorang saat belajar bahasa memang berpengaruh, dalam hal ini anak-anak dan orang dewasa. Meski begitu, hal tersebut tidak bisa dibandingkan, karena keduanya memiliki kekuatan masing-masing.
Keunggulan anak-anak:
Merangkum dari artikel The Conversation, anak-anak unggul dalam hal mempelajari bahasa secara alami. Mereka lebih mudah menyerap aksen dan intonasi karena otak mereka masih sangat luwes. Mereka juga tidak terlalu takut membuat kesalahan, sehingga proses belajar terasa lebih santai dan intuitif.Selain itu, anak-anak cenderung belajar melalui bermain, yang membuat proses tersebut terasa menyenangkan dan tidak membebani.
Namun, keunggulan ini bukan berarti orang dewasa tidak bisa mengejar ketertinggalan.
Keunggulan orang dewasa:
Sebaliknya, orang dewasa memiliki kemampuan kognitif yang lebih matang. Mereka bisa memahami tata bahasa secara eksplisit, mengenali pola, serta menggunakan strategi belajar yang lebih terstruktur.Orang dewasa juga memiliki pengalaman hidup dan pengetahuan sebelumnya yang bisa membantu mereka mengaitkan konsep baru dengan hal yang sudah mereka pahami.
Selain itu, motivasi orang dewasa biasanya lebih jelas dan spesifik, misalnya untuk kebutuhan karier, pendidikan, atau perjalanan. Motivasi ini sering kali menjadi pendorong kuat yang membuat proses belajar lebih konsisten.
Belajar Bahasa di Usia Dewasa: Manfaat yang Sering Terlewat
Banyak orang mengira belajar bahasa asing di usia dewasa hanya soal menambah keterampilan praktis. Padahal, manfaatnya jauh lebih luas, bahkan hingga ke kesehatan otak.Penelitian yang dikutip oleh National Geographic menunjukkan bahwa belajar bahasa kedua dapat meningkatkan fungsi kognitif, seperti daya ingat, kemampuan multitasking, dan fleksibilitas berpikir. Aktivitas ini juga dapat membantu menunda penurunan kognitif di usia lanjut, termasuk risiko demensia.
Selain manfaat neurologis, belajar bahasa juga memperluas perspektif.
Tidak kalah penting, proses belajar bahasa juga bisa meningkatkan rasa percaya diri. Setiap kemajuan kecil, mulai dari memahami percakapan sederhana hingga mampu berbicara dengan penutur asli, memberikan rasa pencapaian yang signifikan.
Tantangan Nyata Orang Dewasa
Meski memiliki banyak keunggulan, orang dewasa juga menghadapi tantangan yang tidak ringan.Salah satu yang paling umum adalah khawatir melakukan kesalahan, sehingga merasa malu dan dianggap tidak kompeten. Berbeda dengan anak-anak yang cenderung cuek. Hal itu pula yang bisa menghambat keberanian untuk praktik berbicara.
Selain itu, keterbatasan waktu juga menjadi kendala besar. Kesibukan bekerja, urusan keluarga, dan tanggung jawab lainnya membuat proses belajar sering terputus-putus.
Alih-alih penghalang, tantangan ini adalah bagian dari proses yang bisa diatasi dengan strategi yang tepat.
Ketika belajar bahasa baru, kita kembali menjadi “pemula”. Kita harus rela membuat kesalahan, berbicara terbata-bata, dan terkadang merasa canggung.
Nah, di situlah letak "pertumbuhan" kita. Dengan menerima kerentanan tersebut, kita melatih ketahanan mental dan membuka diri terhadap pengalaman baru.
Tips Belajar Bahasa Asing di Usia Dewasa
Agar proses belajar lebih efektif dan menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan seperti disampaikan Dr Sanam Hafeez, PsyD, ahli neuropsikologi di laman Parents:
1. Tetapkan tujuan yang ingin dicapai
Tentukan alasan kamu ingin belajar bahasa tersebut. Apakah untuk karier, traveling, atau sekadar hobi? Tujuan yang jelas akan membantu menjaga motivasimu untuk belajar.
2. Mulai dari yang kecil dan konsisten
Tidak perlu langsung belajar berjam-jam. Luangkan waktu 15030 menit setiap hari secara konsisten. Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi.
3. Gunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari
Cobalah mengintegrasikan bahasa baru dalam rutinitas, seperti menonton film, mendengarkan musik, atau mengganti bahasa di ponsel.
4. Jangan takut membuat kesalahan
Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Semakin sering kamu mencoba, semakin cepat juga kamu mengalami perkembangan.
5. Fokus pada komunikasi, bukan kesempurnaan
Tujuan utama bahasa adalah untuk berkomunikasi. Tidak perlu menunggu jadi penutur sempurna untuk mulai berbicara.
6. Cari lingkungan yang mendukung
Bergabunglah dengan komunitas belajar atau cari teman praktik. Interaksi sosial akan mempercepat proses belajar.
7. Gunakan pendekatan yang sesuai dengan gaya belajar kamu
Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Eksplorasi metode yang paling cocok, apakah visual, audio, atau praktik langsung.
8. Bersikap sabar dan realistis
Belajar bahasa adalah perjalanan jangka panjang. Nikmati prosesnya dan hargai setiap kemajuan kecil.“Orang dewasa sering menghadapi kesulitan, seperti mengatur waktu di tengah pekerjaan dan komitmen pribadi, bergulat dengan struktur tata bahasa yang tidak familiar, dan mengatasi rasa malu karena membuat kesalahan,” kata Dr. Hafeez.
Meski demikian, tidak ada kata terlambat untuk belajar bahasa asing.
Anak-anak memang memiliki keunggulan dalam hal penyerapan alami, akan tetapi orang dewasa membawa kekuatan yang tidak kalah penting, mulai dari kemampuan analitis, motivasi yang jelas, hingga pengalaman hidup yang kaya.
Apabila selama ini kamu merasa “sudah terlambat” atau "terlalu tua" untuk mempelajari hal-hal baru, coba ubah cara pandang tersebut. Bayangkan seberapa jauh kamu dapat melangkah dan seberapa luas cakrawala baru menantimu dengan keputusan untuk belajar bahasa asing di usia berapa pun.
Artikel lainnya terkait pembelajaran bahasa juga bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih