diajeng.id - TikTok telah menjadi inspirasi bagi berbagai tips, "hack," dan tren kecantikan instan yang populer terutama di kalangan Milenial dan Gen Z.
Menurut hasil survei dari American Academy of Dermatology (AAD) pada 2026, 21 persen penduduk AS dari segala usia mencari saran perawatan kulit dari influencer di internet.
Persentase lebih tinggi ditemukan pada Gen Z, 36 persen, yang menyebut influencer dari Instagram dan TikTok sebagai sumber utama untuk mencari informasi terkait perawatan dan perlindungan kulit dari paparan sinar matahari.
Namun, di balik video-video estetik dan janji hasil yang cepat, beberapa tren kecantikan tetap perlu disikapi dengan hati-hati lantaran dapat membawa risiko bagi kesehatan kulit.
Sebagian tren kecantikan yang beredar di media sosial bahkan kemungkinan belum didukung oleh informasi atau bukti ilmiah yang memadai.
Tren Kecantikan TikTok yang Populer
Beberapa tren kecantikan TikTok paling populer yang menurut para pakar kesehatan menimbulkan risiko berbahaya bagi kulit, di antaranya:
1. Sunscreen Contouring dan "Tanmaxxing"
Salah satu tren yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah sunscreen contouring.Tren ini merujuk pada pengolesan tabir surya di bagian wajah tertentu untuk menciptakan garis tan yang menyerupai kontur.Dr. Suhail Alam di situs Beauty Hub Megazine memperingatkan bahwa "membiarkan bagian wajah tertentu terpapar radiasi UV secara sengaja sangatlah berbahaya". Sebab, kata Dr. Alam, jika kerusakan akibat sinar matahari bersifat akumulatif dan memicu kerutan, noda hitam, hingga risiko kanker kulit yang tinggi.
Selain itu, ada pula tren "tanmaxxing" yang mendorong orang untuk memaksimalkan paparan sinar matahari pada jam-jam puncak UV demi mendapatkan kulit gelap dengan cepat.
Para dermatolog menegaskan bahwa tidak ada istilah "tan yang aman"; kulit yang menggelap adalah tanda bahwa kulit telah terluka akibat radiasi.
Paparan UV yang ekstrem dapat merusak DNA sel kulit dan merupakan faktor risiko utama kanker kulit melanoma.
2. Microneedling dan Chemical Peels Mandiri (DIY)
Banyak pengguna TikTok yang mencoba melakukan prosedur medis di rumah, seperti microneedling menggunakan alat yang dibeli secara daring. Padahal, prosedur ini sangat sensitif terhadap teknik dan sterilisasi.Melakukannya sendiri di kamar mandi berisiko tinggi menyebabkan infeksi, bekas luka permanen, dan masalah pigmentasi, terutama pada warna kulit yang lebih gelap.
Begitu pula dengan DIY acid peels atau penggunaan asam konsentrasi tinggi tanpa pengawasan.
Tanpa penetralan yang tepat, penggunaan zat asam yang kuat dapat menyebabkan luka bakar kimiawi, hiperpigmentasi jangka panjang, dan jaringan parut yang lebih parah daripada masalah kulit yang semula ingin diatasi.
3. Tren "Morning Shed" dan Penumpukan Produk
Tren terbaru yang viral adalah "morning shed".Dalam tren ini, pembuat konten merekam diri mereka melepas berbagai alat kecantikan yang dipakai semalaman, seperti plester mulut, penutup dagu (chin straps), dan berbagai lapisan masker wajah.
Dari lensa ahli estetika, Ian Michael Crumm, diperingatkan bahwa penggunaan berlapis-lapis produk dan perangkat ini dapat mengganggu kualitas tidur yang sangat penting untuk regenerasi kulit.
Selain itu, menutupi kulit dengan masker dan serum dalam waktu yang sangat lama dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Dr. Richard Devine juga memperingatkan bahaya mencampur bahan aktif seperti retinol atau asam dalam jumlah besar, yang dapat merusak penghalang kulit (skin barrier), menyebabkan kemerahan pada kulit dan ketidaknyamanan.
4. Penggunaan Bahan Dapur yang Kasar
Banyak "hack" TikTok yang menyarankan bahan dapur sebagai solusi jerawat, seperti jus lemon, pasta gigi, atau baking soda. Jus lemon yang bersifat sangat asam dapat menyebabkan iritasi parah dan luka bakar saat terkena sinar matahari.Pasta gigi mengandung mentol dan fluorida yang dapat memperparah jerawat dan mengeringkan kulit secara ekstrem. Sementara itu, baking soda yang bersifat basa dapat merusak keseimbangan pH alami kulit sehingga membuatnya rentan terhadap infeksi dan peradangan.
Saran dari Pakar
Penting untuk diingat bahwa banyak video viral di TikTok dirancang hanya demi "nilai kejutan" (shock value) alih-alih mewakili kenyataan medis.
Dalam artikel Vogue Business, Dr. Joshua Zeichner, profesor dermatologi di Mount Sinai Hospital, memberikan peringatan keras terhadap tren skincare ekstrem ini dengan menekankan pentingnya kesederhanaan dalam perawatan kulit.
"Sebagai seorang dermatolog yang mengevaluasi tren ini, saya menemukan bahwa rezim yang paling efektif adalah yang sederhana, terdiri dari dua atau mungkin tiga langkah saja," tegas Dr. Zeichner.
Apabila kita ingin menjaga kulit tetap sehat, para ahli menyarankan rutinitas dasar sehari-hari yang terdiri dari pembersihan kulit secara lembut, pelembap, dan yang paling penting, penggunaan tabir surya.
Jadi, sebelum mencoba tren perawatan kulit yang sedang viral di media sosial, selalu konsultasikan dengan profesional medis untuk memastikan keamanan dan efektivitas bagi jenis kulit unikmu.
Artikel lainnya seputar perawatan kulit bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih