Menuju konten utama

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Ikan Asin? Ini Jawabannya

Apakah ibu hamil boleh makan ikan asin? Simak penjelasan lengkap boleh tidaknya ikan asin dikonsumsi selama masa kehamilan di artikel ini.

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Ikan Asin? Ini Jawabannya
Ilustrasi Ibu hamil. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Selama kehamilan, ibu perlu lebih selektif dalam memilih makanan karena asupan yang dikonsumsi dapat memengaruhi perkembangan janin. Nutrisi yang tepat mendukung pertumbuhan bayi, sementara makanan yang kurang aman berisiko menimbulkan gangguan.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah ikan asin. Makanan ini mengandung garam tinggi dan berpotensi memiliki zat tambahan yang kurang baik jika dikonsumsi berlebihan, sehingga perlu dibatasi selama kehamilan. Lantas, apakah ibu hamil boleh makan ikan asin? Berikut penjelasannya yang perlu kamu ketahui.

Ikan Asin dan Kandungannya

Ikan asin tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin, seperti kalsium, fosfor, serta sejumlah protein.

Apabila proses pengawetannya menggunakan garam beryodium, konsumsi ikan asin bahkan dapat membantu menjaga fungsi kelenjar tiroid serta berperan dalam mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin.

Meski begitu, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Ikan asin umumnya dibuat dengan kadar garam yang cukup tinggi, sedangkan kebutuhan garam harian ibu hamil hanya sekitar satu sendok teh.

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Ikan Asin?

Selama masa kehamilan, ibu perlu menyadari bahwa janin membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk lebih selektif dalam memilih makanan yang aman dan yang sebaiknya dihindari.

Bolehkah ibu hamil makan ikan asin? Ikan asin sebenarnya masih boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan tidak sepenuhnya dilarang. Namun, konsumsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.

Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, kandungan garam yang tinggi pada ikan asin dapat memicu peningkatan tekanan darah selama kehamilan atau yang dikenal sebagai hipertensi gestasional, serta berisiko berdampak pada kesehatan jantung.

Risiko tersebut bisa menjadi lebih serius apabila ibu hamil sudah memiliki riwayat hipertensi, gangguan ginjal, atau penyakit jantung. Dalam kondisi ini, konsumsi garam yang tidak terkontrol dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia yang berbahaya bagi ibu maupun janin.

Selain itu, ikan asin juga mengandung purin dalam jumlah cukup tinggi. Zat ini dapat memicu terbentuknya batu pada saluran kemih atau meningkatkan kadar asam urat. Jika kondisi tersebut terjadi selama kehamilan, tentu dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan ibu hamil.

Simak juga artikel lainnya seputar ibu hamil di tautan ini.

Baca juga artikel terkait IBU HAMIL atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno