Menuju konten utama

Jangan Sepelekan Asam Lambung dan Perut Mulas

Punya gejala asam lambung? Jangan sepelekan. Penyakit yang sering dianggap tak serius ini bisa mendekatkan seseorang pada kanker hingga kematian.

Jangan Sepelekan Asam Lambung dan Perut Mulas
Header Diajeng Asam lambung. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Keringat dingin keluar dibarengi dengan rasa perut mulas, pandangan mata yang awalnya terang perlahan mulai gelap. Sekujur tubuh seolah menjadi es. Perasaan panik makin menjalar, rasa hati makin tak karuan, itulah yang mungkin dirasakan saat asam lambung melanda.

Beberapa pesohor negeri ini bahkan tercatat meninggal dunia akibat penyakit asam lambung. Di antaranya Puteri Indonesia Maluku 2016 Jean Patty, aktor Torro Margens, dr. Ryan Thamrin, Lina Jubaedah, hingga Didi Petet.

Gangguan yang paling sering dialami orang dewasa salah satunya karena penyebab asam lambung. Situs kesehatan Heatlh Line menyebutkan, 60 persen populasi orang dewasa akan mengalami masalah gejala asam lambung dalam hidupnya. Ini yang membuat kebanyakan orang tak terlalu serius menanggapi penyakit ini.

Padahal, di tingkat tertentu, asam lambung bisa menyebabkan komplikasi masalah kesehatan, kanker, dan kematian. Di Amerika Serikat, pada 2004 saja tercatat 1.150 kematian yang penyebabnya didiagnosis terkait asam lambung. Di Indonesia, memang tak ada data resmi tentang jumlah penderita penyakit ini.

Asam lambung yang punya nama gastroesophageal reflux disease (GERD) dalam bahasa Inggris, sederhananya adalah masalah pencernaan. Secara etimologi, gastroesophageal berarti perut dan esophagus. Sementara reflux berarti mengalir bolak-balik. Sehingga WebMD, salah satu situs kesehatan AS, mengartikan GERD sebagai gangguan yang membuat isi perut masuk naik ke esophagus.

Dalam proses pencernaan normal, bagian bawah esophagus, disebut lower esophageal sphincter (LES), terbuka agar makanan bisa masuk ke perut dan kembali tertutup untuk mencegah makanan dan asam di lambung mengalir lagi ke esophagus. GERD alias gangguan asam lambung terjadi karena LES yang lemah dan susah menutup.

Gaya Hidup Bisa Jadi Pemicu Asam Lambung

Penelitian menemukan, gaya hidup dan konsumsi makanan jadi faktor pemicu munculnya asam lambung. Selain menyebabkan kanker, gangguan paru-paru, kemandulan, dan marabahaya lainnya, merokok ternyata juga bisa bikin LES kendur. Sementara dari departemen makanan, cokelat, daun mint, gorengan, makanan berlemak, kopi, dan minuman beralkohol bisa memicu mulas dan naiknya asam lambung.

Gejala asam lambung paling awam yang terjadi pada penderitanya adalah mulas, yang ditandai dengan rasa terbakar di dada dan rasa asam di mulut. Lebih dari 60 juta orang dewasa di AS merasakan setidaknya mulas sekali dalam sebulan. Sementara 15 juta orang di antaranya mengalami mulas setiap hari.

Cerita Mike McCord dari Inggris sebaiknya perlu didengar. Ia yang sudah sering mengalami mual-mual sejak usia 10 tahun, tak pernah menganggap serius gejala asam lambung itu. Ia menolak untuk mengurusi perkara mulasnya dan merasa tak perlu ke dokter. Ia bahkan bilang, “Jangan khawatir, kau tak akan bisa mati cuma karena mulas,” kata Mike kepada istrinya saat diingatkan tentang penyakit itu.

Dua puluh tujuh tahun kemudian, mulas-mulas McCord berkembang jadi kanker tenggorokan yang baru diketahuinya 9 minggu sebelum kematiannya.

“Banyak orang, seperti yang saya takutkan, tak mengerti kaitan antara mulas dan kanker,” kata Rebecca Fitzgerald, ahli gastroesophageal di Inggris pada Daily Mail.

“Kalau mulas sekali dua kali itu normal. Tapi kalau sudah berkali-kali, dan asam terus naik dari perut, artinya tubuh kita sedang melindungi kerongkongan dan membuat jaringan baru. Kondisi ini disebut Barrette Oesophagus (alias Kerongkongan Barrette). Sialnya, jaringan baru itu adalah jaringan abnormal dan cenderung bersifat kanker,” tambah Fitzgerald.

Asam Lambung dan Kanker Kerongkongan 

Kerongkongan Barrette adalah dampak paling buruk dari asam lambung. Kondisi ini bisa memicu kanker kerongkongan pada penderitanya.

The New York Times menyebutkan, 10 persen pasien dengan gejala GERD punya Kerongkongan Barrette. Tapi tak semua pasien Kerongkongan Barrette punya gejala GERD. Bahkan ada studi yang menyebutkan hampir 50 persen penderita Kerongkongan Barrette tak punya gejala GERD sama sekali.

Sebagai masalah pencernaan, asam lambung erat dengan persoalan makanan, demikian pula cara penanggulangannya. Caranya menghindari makanan-makanan yang punya kecenderungan merusak fungsi LES, juga tak kalah penting mengatur pola makan.

WebMD menyarankan, mengurangi porsi makan juga dapat mengontrol gejala asam lambung. Makan dua hingga tiga jam sebelum tidur dapat mengurangi asam di dalam perut.

Bagi kamu yang sudah terkena penyakit ini, mengatur pola makan jadi rumus yang wajib. Kelebihan berat badan juga punya efek langsung pada penderita asam lambung. Jadi, jangan menunggu asam lambung datang dan menghinggapi dirimu.

*Artikel ini pernah terbit pada tahun 2016 dan telah mengalami pembaruan ulang

Baca juga artikel terkait ASAM LAMBUNG atau tulisan lainnya dari Aulia Adam

diajeng.id - Kesehatan
Reporter: Aulia Adam
Penulis: Aulia Adam
Editor: Suhendra
Penyelaras: Dhita Koesno