Menuju konten utama

Benarkah Ibu Hamil Tidak Boleh Tidur Telentang?

Ketika usia kehamilan semakin besar, sebaiknya hindari tidur telentang terlalu lama, terutama jika mulai menimbulkan rasa tidak nyaman.

Benarkah Ibu Hamil Tidak Boleh Tidur Telentang?
Ilustrasi Ibu Hamil Tidur. foto/istockphoto

diajeng.id - Selama kehamilan, ibu mungkin mendengar berbagai pantangan, salah satunya larangan tidur telentang karena dianggap dapat membahayakan janin. Kekhawatiran ini cukup wajar, terutama ketika posisi tidur mulai terasa tidak nyaman seiring bertambahnya usia kehamilan.

Namun, kenapa ibu hamil tidak boleh tidur telentang? Apakah ada penjelasan medisnya? Berikut penjelasannya.

Bolehkah Ibu Hamil Tidur Terlentang?

Ibu hamil tidur telentang tidak selalu berbahaya. Pada trimester pertama, posisi ini umumnya masih aman. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan dan ukuran perut, posisi telentang dapat terasa kurang nyaman dan mengganggu kualitas tidur.

Rahim yang semakin besar dapat menekan organ serta pembuluh darah utama di dalam perut saat ibu berbaring telentang. Tekanan ini berpotensi mengganggu aliran darah ke jantung dan sirkulasi darah ke ibu maupun janin. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain sesak napas, sakit punggung, pusing, gangguan pencernaan, wasir, dan tekanan darah rendah.

Tidur telentang juga pernah dikaitkan dengan risiko kelahiran bayi prematur. Namun, hubungan ini masih perlu diteliti lebih lanjut karena kelahiran prematur dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk komplikasi kehamilan serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Jika tidak sengaja tertidur telentang selama satu atau dua jam, ibu hamil tidak perlu langsung khawatir. Dampak buruk tidak serta-merta terjadi hanya karena berada dalam posisi tersebut untuk sementara.

Meski begitu, ketika usia kehamilan semakin besar, sebaiknya hindari tidur telentang terlalu lama, terutama jika mulai menimbulkan rasa tidak nyaman.

Rekomendasi Posisi Tidur Ibu Hamil

Seiring bertambahnya usia kehamilan, posisi yang nyaman saat tidur bisa berubah. Berikut beberapa posisi tidur yang dapat dipilih bumil sesuai dengan trimester kehamilan.

1. Tidur Miring ke Kiri

Jika terbangun dan mendapati diri sedang tidur telentang, Bumil tidak perlu panik. Cukup ubah posisi menjadi miring ke kiri dengan lutut sedikit ditekuk. Posisi ini membantu mengurangi tekanan rahim terhadap pembuluh darah besar sehingga kerja jantung dan aliran darah menuju rahim, ginjal, serta hati dapat lebih lancar.

Aliran darah dan nutrisi ke plasenta dan janin juga dapat lebih optimal.

2. Tidur Tengkurap

Selain telentang, posisi tengkurap sebaiknya dihindari selama kehamilan, terutama ketika perut mulai membesar. Posisi ini dapat memberikan tekanan pada perut, janin, dan pembuluh darah, sekaligus membuat area payudara terasa kurang nyaman.

3. Tidur Miring ke Kanan

Jika terlalu lama miring ke kiri dan mulai terasa pegal atau tidak nyaman, Bumil dapat berganti posisi ke sisi kanan. Sesekali tidur telentang juga tidak perlu membuat khawatir, terutama jika tidak dilakukan dalam waktu lama.

4. Gunakan Bantal Penyangga

Perut yang semakin besar, kram kaki, sakit punggung, dan keinginan buang air kecil yang lebih sering dapat membuat tidur selama kehamilan menjadi kurang nyaman. Bumil bisa menggunakan bantal untuk menyangga perut, lutut, atau punggung agar posisi tidur terasa lebih nyaman.

Artikel lainnya seputar kehamilan juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait TIPS KEHAMILAN atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno