Menuju konten utama

Divorce Glow-Up: Perempuan Lebih Bercahaya setelah Bercerai?

Penampilan lebih segar ini bukan sekadar "efek" kosmetik, melainkan cerminan dari sistem saraf yang kembali tenang setelah melewati badai stres kronis.

Divorce Glow-Up: Perempuan Lebih Bercahaya setelah Bercerai?
Header DIajeng Divorce Glow Up. foto/istockphoto

diajeng.id - Beberapa waktu belakangan, ramai berseliweran di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube tentang konten-konten perempuan yang terlihat lebih sehat, segar, dan bersemangat setelah bercerai.

Transformasi perempuan menjadi lebih "bercahaya" usai berpisah dari pasangannya ini populer dengan sebutan "divorce glow-up" atau "divorce effect".

Tren ini menampilkan potret before-and-after perempuan yang terlihat jauh lebih sehat, modis, segar, dan bahagia setelah pernikahan mereka berakhir.

Salah satu video yang mendulang 443 ribu likes saat berita ini ditulis adalah milik pengguna TikTok @jane.hef.

Dalam klipnya, Jane menunjukkan perubahan luar biasa yang dialaminya setelah bercerai pada usia 61 tahun. Pada klip awal, terlihat perempuan berambut silver ini memiliki berat badan berlebih. Kondisinya terlihat lesu dalam balutan sweater dan celana pendek.

Klip selanjutnya menunjukkan aktivitas Jane di gym, lalu kondisinya saat ini dengan wajah tirus dan badan langsing dibalut mini dress berwarna pink cerah.

Keterangan videonya pun terdengar penuh daya, "Pada usia 61 tahun, aku memprioritas kedamaian. Meski harus dibayar dengan kehilangan orang lain."

Ada juga kompilasi foto dari pemilik akun TikTok @thebrave_warrior yang menunjukkan perbedaan kondisinya saat masih terikat dalam pernikahan (deretan foto wajah muram dengan mata sembab) dan setelah bercerai (wajah sumringah nan segar dengan latar pemandangan indah).

Selain itu, pesan seperti "kedamaian adalah serum anti-penuaan terbaik" bermunculan, disusul dengan tagar #DivorcedAF, #divorceglowup #healingprocess, hingga beberapa tagar lainnya yang beririsan dengan realitas seputar perceraian.

Mengapa Perceraian Memberikan Efek Fisik yang Nyata?

Di mata beberapa orang, fenomena ini bisa jadi dipandang sebagai trik riasan atau sekadar ajang pamer.

Meski begitu, pakar kesehatan mental menegaskan ada alasan biologis dan psikologis di balik narasi "divorce glow-up".

Dalam artikel yang ditulis di USA Today, psikoterapis Annie Wright menegaskan bahwa perceraian tidak serta-merta membuat seseorang menjadi cantik; yang sebenarnya terjadi adalah reklamasi energi.

"Perubahan penampilan setelai bercerai adalah apa yang terjadi ketika seorang perempuan berhenti mencurahkan energi sistem sarafnya untuk mengurus kondisi emosional orang lain," kata Wright.

Menurut Wright, memang ada sesuatu yang terjadi ketika hubungan berakhir; sistem saraf yang tadinya terus berada dalam kondisi siaga tinggi (high alert) dan menguras energi, akhirnya dapat relaks dan pulih.

"Namun sekali lagi, ini bukan soal perceraiannya. Menurutku, ini berhubungan dengan sistem saraf," ulang Wright.

Penjelasan ini diperkuat oleh Dr. Belinda Bellet, seorang psikolog, dalam penuturannya untuk artikel Fast Company. Dr. Bellet menjelaskan bahwa divorce glow-up bukanlah bentuk vanity (kesombongan fisik), melainkan regulasi sistem saraf.

Perempuan yang bertahan dalam pernikahan tidak bahagia mengalami pengurasan energi multidimensi.

"Saat mereka meninggalkan lingkungan yang toksik tersebut, tubuh dan pikiran mereka akhirnya keluar dari mode bertahan hidup,” kata Dr. Bellet.

Transformasi fisik yang terlihat di luar, tambah Dr. Bellet, sebenarnya merupakan metamorfosis biologis dan emosional yang cukup dahsyat. “Ini adalah proses pemulihan dari dalam ke luar.”

Sementara pelatih transformasi Idil Khair menyampaikan kepada Vogue Arabia bahwa hubungan yang salah dapat memicu alarm tubuh berupa kecemasan, burnout, hingga ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi sistem pencernaan, tiroid, dan jantung.

Selama bertahun-tahun, lanjutnya, perempuan mungkin harus mengorbankan dirinya, mulai dari mengalah, berkompromi, bahkan sampai kehilangan jati diri sepenuhnya demi peran sebagai istri, ibu, dan pengurus rumah tangga.

"Glow-up itu terjadi ketika mereka akhirnya bilang, ‘Cukup sampai di sini’. Inilah upaya untuk merebut kembali diri mereka sendiri, alih-alih balas dendam atau penampilan fisik semata," kata Idil.

Renungan di Balik Tren Divorce Glow-Up

Ada beberapa poin yang sebenarnya bisa menjadi bahan renungan bersama terkait tren "divorce glow-up".

Pertama, berkaitan dengan pemulihan energi dan sistem saraf. Seperti sudah diulas oleh pakar di atas, penampilan kita yang lebih segar bukan sekadar "efek" kosmetik, melainkan cerminan dari sistem saraf yang kembali tenang setelah melewati badai stres kronis.

Kedua, pentingnya memaknai ulang arti sebuah hubungan. Penuturan kreator "divorce glow-up" yang diulas Fast Company menyuarakan pertanyaan mendasar: mengapa seorang perempuan harus keluar dari pernikahan terlebih dahulu untuk bisa "mekar"?

Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam pernikahan yang sehat, pasangan harus saling mendukung dan mencintai agar "glow-up" menjadi hal yang lumrah dalam hubungan, alih-alih muncul setelah perpisahan.

Renungan berikutnya, tren ini bukan cerminan sebuah proses instan. Psychology Today mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam toxic positivity media sosial.

Video TikTok berdurasi singkat memang membuat proses berduka usai perceraian terlihat seperti sulap satu malam. Faktanya, proses berduka dan pemulihan sesungguhnya membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Yang terakhir, konten seperti ini juga memberikan ruang bagi perempuan untuk nyaman dengan diri sendiri. Sekilas, "divorce glow-up" terlihat seperti ekspresi pembalasan dendam. Namun, jika ditinjau lebih dalam, ekspresi ini tak lain menjadi ruang bagi perempuan untuk melakukan "reuni" dengan jati diri yang sempat tenggelam demi mempertahankan hubungan yang timpang.

Artikel terkait lainnya juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait MENTAL HEALTH atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih