Menuju konten utama

Dogfishing: Menarik Perhatian di Dating App lewat Foto Anjing

Tren dogfishing muncul karena anggapan luas betapa sulitnya kita menolak wajah menggemaskan seekor anjing.

Dogfishing: Menarik Perhatian di Dating App lewat Foto Anjing
Header diajeng dogfishing dalam kencan. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Dalam dunia kencan daring atau dating app seperti Tinder dan Bumble, foto profil member atau anggota memiliki peran penting untuk menentukan arah hubungan.

Di antara deretan swafoto di tempat gym atau liburan pantai, ada satu jenis foto profil yang hampir selalu berhasil menghentikan jempol para penggunany; foto seorang laki-laki yang sedang memeluk seekor anjing lucu.

Namun, berhati-hatilah sebelum langsung memberikan swipe right. Bisa jadi, kamu sedang berhadapan dengan tren kencan modern yang dikenal sebagai dogfishing.

Apa Itu Dogfishing dan Kapan Istilah Ini Muncul?

Media gaya hidup Elle dalam artikelnya berjudul "Forget Catfishing, ‘Dogfishing’ Is The New Dating Trend To Be Wary Of" menuliskan, dogfishing terjadi ketika seseorang mengunggah foto dirinya bersama anjing yang sebenarnya bukan miliknya ke profil aplikasi kencan.

Tujuannya utamanya hanya satu, yaitu memanfaatkan daya tarik anjing untuk memikat para pecinta hewan agar tertarik untuk memulai percakapan.

Istilah dogfishing mulai ramai diperbincangkan sejak tahun 2019. Alih-alih memalsukan semua identitas di profil atau disebut dengan catfishing, dogfishing fokus pada penggunaan anjing orang lain sebagai "umpan" visual.

Sementara majalah Stylist mencatat bahwa tren yang dimulai oleh Milenial ini muncul karena beberapa orang paham betul betapa sulitnya menolak wajah menggemaskan seekor anjing.

Kebanyakan dari pemilik akun kencan meminjam anjing milik teman, keluarga, atau bahkan menyewanya, lalu baru memberikan fakta bahwa anjing tersebut bukan milik mereka setelah berhasil mendapatkan perhatian dari teman kencannya.

Mengapa Foto Bersama Anjing Begitu Memikat?

Situs Mamamia mengungkapkan bahwa melihat laki-laki bersama anjing peliharaan mengirimkan sinyal psikologis yang sangat positif.

Perempuan cenderung menilai laki-laki tersebut sebagai sosok yang penyayang, perhatian, dan mampu berkomitmen menjaga makhluk hidup lain.

Hal ini diperkuat oleh peneliti senior di Kinsey Institute Dr. Helen Fisher, dikutip dari Stylist, yang menjelaskan bahwa kehadiran anjing menyampaikan pesan tersirat tentang karakter seseorang.

"Itu menunjukkan kalau kamu mampu merawat makhluk hidup, disiplin mengikuti jadwal, dan pulang untuk memberinya makan, serta bersedia mengajaknya jalan-jalan, memberi kasih sayang, dan mau meluangkan waktu bersamanya,” jelas Fisher.

Orang yang foto profilnya menunjukkan aktivitas bersama anjingnya juga dapat menimbulkan kesan bahwa dirinya bertanggung jawab dan menyenangkan untuk hubungan jangka panjang.

Sisi Gelap: Ketika "Lelaki Penyayang" Bisa Jadi Hanya Penuh Kebohongan

Sayangnya, niat yang tujuannya memikat orang lain ini bisa juga dikritik sebagai taktik manipulatif. Elle melaporkan temuan riset yang menunjukkan sekitar 25 persen laki-laki di aplikasi kencan menggunakan anjing sebagai umpan visual.

Meski terlihat sepele, praktik ini menyimpan bahaya tersendiri dalam dinamika hubungan. Menukil Psychology Today, dogfishing dapat menimbulkan kerancuan antara sosok manusianya dengan daya tarik si anjing.

Praktik ini kerap digunakan untuk menutupi rasa kurang percaya diri atau kekurangan diri sang laki-laki. Selain itu, akan ada rasa "kecewa emosional" saat kenyataan terungkap.

Ketika seorang laki-laki mengaku bahwa anjing gagah di fotonya hanyalah "anjing pinjaman", akan timbul pertanyaan kritis. Apabila untuk hal sekecil foto anjing saja dia rela berbohong, lantas hal besar apa lagi yang nanti akan muncul di kemudian hari?

Apa Saja Red Flag yang Perlu Diwaspadai?

Michael Kaye dari OkCupid, sebagaimana dikutip oleh The Tab, menyatakan bahwa profil yang menyebutkan atau menampilkan anjing memang memiliki tingkat respons percakapan yang jauh lebih tinggi dibanding kucing. Namun, ketertarikan awal ini akan cepat goyah jika didasari kepalsuan.

Ada empat tanda bahaya (red flags) utama yang bisa dicermati untuk melindungi kita agar tidak terlena dengan praktik dogfishing.

Tanda pertama biasanya merujuk pada anjing yang hanya muncul di satu foto. Jika orang tersebut mengaku sangat mencintai anjingnya tapi hanya memiliki satu foto bersama hewan tersebut, maka ini patut dicurigai.

Selanjutnya, memberikan jawaban yang samar. Ketika kamu menanyakan nama, rute jalan-jalan favorit, atau kebiasaan si anjing, dia cenderung menjawab asal-asalan atau mengalihkan pembicaraan.

Ketiga, gaya hidup yang tidak cocok. Laki-laki yang mengaku sibuk traveling setiap minggu atau hangout di luar rumah kemungkinan besar tidak memiliki waktu untuk merawat anjing.

Tanda berikutnya yang juga perlu diwaspadai adalah jejak media sosialnya yang bersih dari anjing. Semisal perkenalan di dating app berlanjut ke Instagram atau TikTok, dan kamu tidak menemukan satu pun unggahan atau highlight bersama si anjing, maka ini perlu dicurigai.

Bagaimana Mencegah dan Mengatasinya?

Kalau kamu telanjur tertarik dengan profil orang yang melakukan dogfishing, coba konfirmasi langsung di awal percakapan.

Bertanyalah dengan santai tapi jelas, seperti, "Anjingnya lucu dan gemas banget! Itu benar anjing peliharaan kamu sendiri ya?"

Jika dia berterus terang sejak awal bahwa itu anjing milik keluarganya, hal tersebut masih bisa dimaklumi. Namun jika dia baru mengaku setelah berhari-hari tidak menjawab, jadikan itu sebagai sinyal untuk mengevaluasi kejujurannya secara menyeluruh.

Ingat, hubungan yang sehat membutuhkan pondasi kejujuran, alih-alih polesan imajinasi anabul yang dipinjam demi sebuah kecocokan.

Artikel terkait aplikasi kencan lainnya juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait APLIKASI KENCAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih