diajeng.id - Jalur akselerasi bentuknya beragam. Pertama, loncat kelas, yaitu siswa melewati satu atau lebih tingkat, misalnya dari kelas 3 langsung ke kelas 5 SD. Kedua, masuk sekolah lebih awal, di mana anak mulai bersekolah pada usia lebih muda dibandingkan teman sebayanya.
Ketiga, percepatan kelas, yaitu siswa mempelajari materi dari dua atau lebih tingkat dalam waktu lebih singkat, bahkan dalam satu tahun ajaran bisa mencakup beberapa kelas sekaligus. Selain itu, ada juga percepatan berbasis mata pelajaran.
Dalam program ini, siswa hanya mengikuti materi tingkat lebih tinggi pada pelajaran tertentu, baik dengan tetap belajar di kelas asal sambil mengerjakan materi lanjutan, mengikuti kelas di tingkat atas, atau melalui sistem pendaftaran ganda, seperti mengambil mata pelajaran tingkat universitas saat masih bersekolah di jenjang menengah.
Apa Syarat Masuk Kelas Akselerasi?
Agar bisa mengikuti program kelas akselerasi, kemampuan anak perlu dinilai terlebih dahulu, baik dari sisi akademik maupun psikologis. Penilaian ini biasanya dilakukan oleh psikolog pendidikan yang berpengalaman dalam menangani anak berbakat. Berikut beberapa tahap tes yang umum dilakukan.
1. Tes IQ
Tes IQ bertujuan mengukur tingkat kecerdasan anak. Umumnya, peserta akselerasi memiliki skor minimal sekitar 130 dan didukung prestasi akademik yang berada di atas rata-rata.
2. Tes kemampuan emosional
Tes ini menilai kesiapan emosional dan sosial anak. Siswa diharapkan tidak memiliki hambatan yang berat, serta memiliki motivasi dan ketekunan belajar. Meski begitu, anak yang tampak sulit bergaul belum tentu tidak siap, karena bisa saja ia lebih cocok berinteraksi dengan lingkungan yang lebih dewasa.
3. Masa percobaan akselerasi sekolah
Anak biasanya menjalani masa percobaan di kelas yang lebih tinggi untuk melihat kecocokannya. Jika kurang sesuai, anak bisa kembali ke kelas reguler. Sebaliknya, jika menunjukkan perkembangan pesat, akselerasi lanjutan bisa dipertimbangkan.
Berapa Tahun Sekolah Akselerasi?
Lama pendidikan dalam program akselerasi umumnya lebih singkat dibandingkan jalur reguler karena siswa mempelajari materi dengan kecepatan lebih tinggi. Pada jenjang SD yang biasanya ditempuh selama 6 tahun, program akselerasi bisa diselesaikan sekitar 5 tahun atau bahkan lebih cepat.
Sementara itu, di jenjang SMP dan SMA yang normalnya 3 tahun, siswa akselerasi umumnya dapat lulus dalam waktu sekitar 2 tahun.
Meski demikian, durasi ini tidak selalu sama di setiap sekolah karena tetap disesuaikan dengan kemampuan siswa serta kebijakan masing-masing institusi pendidikan.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno