Menuju konten utama

JICC: Ruang Pertukaran Ide Lintas Sektor di Industri Kopi

Jakarta International Coffee Conference (JICC) 2025 berlangsung 6-8 November 2025 sebagai ruang inovasi industri kopi dalam negeri di panggung global.

JICC: Ruang Pertukaran Ide Lintas Sektor di Industri Kopi
Instalasi di Jakarta International Coffee Conference 2025. foto/JICC

diajeng.id - Jakarta International Coffee Conference (JICC) 2025 berlangsung selama tiga hari berturut-turut dari 6 sampai 8 November 2025 di Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat untuk mempertemukan pelaku industri, komunitas, dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah dan negara.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta kembali memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan JICC.

Mengusung tema “Thriving Coffee Country”, Jakarta International Coffee Conference menjadi wadah kolaboratif untuk memperlihatkan perkembangan ekosistem kopi Indonesia yang semakin inovatif dan berdaya saing global.

Acara pembukaan Jakarta International Coffee Conference 2025 pada 6 November lalu diresmikan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta bersama.

Dalam sambutannya, Disparekraf Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung industri kreatif yang tumbuh dari budaya lokal, termasuk kopi.

Sementara itu, Rizqi Alkautsar selaku Chairman of Organizer Committee Jakarta International Coffee Conference 2025 menekankan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi inovasi dan pertukaran ide lintas sektor.

“Kami percaya industri kopi adalah ekosistem yang terus bergerak. Dari petani hingga peracik, setiap pelaku berkontribusi terhadap kemajuan bersama. Jakarta International Coffee Conference hadir untuk mempertemukan semua elemen itu dalam satu wadah kolaborasi,” ujar Rizqi Alkautsar.

Suasana pembukaan berlangsung hangat dengan kehadiran perwakilan asosiasi, pengusaha, akademisi, dan komunitas kopi.

Header Diajeng JICC

Latte Art Competition di Jakarta International Coffee Conference 2025. foto/Dok. JICC

Tahun ini, sebanyak empat puluh sembilan tenant turut ambil bagian, menampilkan inovasi alat seduh terbaru, produk hasil kolaborasi lokal, serta berbagai kegiatan interaktif yang menonjolkan cita rasa kopi dari berbagai daerah Indonesia.

Selama acara berlangsung, Jakarta International Coffee Conference menghadirkan berbagai program yang dapat memperkaya pengalaman pengunjung, diantaranya:

  • Konferensi Inspiratif yang menghadirkan pakar kopi dan pelaku perubahan lokal untuk berbagi wawasan seputar rantai nilai, tren industri, dan peluang ekspor kopi Indonesia di pasar global.
  • Sesi Akademi Interaktif sebagai ruang belajar dan praktik dimana peserta dapat menyeduh, mencicipi, dan memahami seni keseimbangan rasa dalam kopi.

  • Kompetisi Latte Art yang menjadi ajang bagi barista untuk menampilkan kreativitas dan presisi dalam setiap cangkir yang disajikan.

  • Penghargaan SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia) sebagai bentuk apresiasi terhadap insan terbaik di industri kopi nasional.

  • Marketplace sebagai area pameran tempat pengunjung dapat menemukan berbagai merek, peralatan, dan cerita dibalik produk kopi.

  • Soundpresso untuk ruang relaksasi dan hiburan dengan suasana musik khas kopi, menampilkan Float, Mocca, Diskoria, Sajama Cut, serta musisi ternama lainnya.

Dengan antusiasme tinggi dari peserta dan pengunjung, Jakarta International Coffee Conference 2025 bukan hanya jadi ajang pameran, tapi bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kreativitas, sinergi, dan peningkatan daya saing bagi industri kopi nasional.

Lewat kerja sama antarsektor ini, kopi Indonesia terus tumbuh, berinovasi, dan memberi warna baru di panggung dunia.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT

diajeng.id - Binar
Sumber: Siaran Pers