diajeng.id - Dengung keramaian Pasar Mayestik perlahan memudar begitu langkah kaki melintasi ambang pintu toko. Jika dilihat dari luar, toko ini memang terkesan kecil. Namun, saat melangkahkan kaki masuk ke dalam, suasana langsung berubah, seolah-olah kita baru saja berpindah ke dunia lain, mirip seperti Diagon Alley di dalam semesta magis Harry Potter.
Mata akan langsung disambut oleh pemandangan lorong-lorong dengan banyak rak tinggi menjulang, membentuk labirin warna-warni dari ribuan detail kecil.
Sisi kanan dan kiri lorong dipadati oleh kancing dengan berbagai warna dan ukuran, gulungan pita-pita yang terurai halus, hingga deretan ritsleting, benang, dan jarum yang tertata rapi. Setiap lorong menawarkan sensasi eksplorasi berbeda, membuat kita seperti tersesat dalam kotak harta karun yang menyimpan ide-ide untuk kreasi buatan tangan sendiri.
Berada di salah satu sudut legendaris Pasar Mayestik, tepatnya di Jl. Tebah 5 No. 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Toko Maju adalah surga bagi siapa saja yang mencari kelengkapan jahit, aksesori busana, dan pernak-pernik kreatif.

Sudah Empat Dekade Berdiri
Toko Maju sudah berdiri sejak tahun 1983. Awalnya Toko Maju adalah kios yang berada di dalam Pasar Mayestik. Namun pada tahun 2007, pemiliknya memutuskan pindah untuk membangun toko sendiri yang terletak persis di belakang Pasar Mayestik.
Budi, pegawai Toko Maju yang sudah bekerja selama dua puluh tahun, bercerita bahwa bangunan toko ini tidak langsung seluas sekarang, melainkan dikembangkan secara bertahap. Seiring waktu, area toko terus diperluas ke bagian belakang hingga akhirnya membentuk lorong-lorong panjang yang kini dipenuhi alat jahit dan aksesori.
Kini Toko Maju memiliki 30 pegawai laki-laki. Mereka bekerja tanpa sistem shift mulai hari Senin sampai Minggu. Toko buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00, kecuali hari Minggu toko tutup lebih awal pada pukul 16.00.

Selama empat dekade berdiri, Toko Maju tidak pernah sepi pengunjung. Budi memberi contoh pada saat COVID 19.
“Di sini nggak pernah sepi jualannya. Saat Corona, [penjualan tetap] normal karena orang-orang pada buka bisnis untuk masker, jadi [kami[ jual tali masker, bahan-bahan pembuatan masker,” tutur Budi saat ditemui Diajeng Tirto pada Rabu (21/10).

Tidak hanya perlengkapan untuk menjahit, Toko Maju juga menjual kebutuhan aksesori untuk perayaan Idulfitri dan Imlek. Biasanya toko juga ramai saat mendekati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kalau Idulfitri biasanya orang-orang beli pita hijau putih. Kalau yang Agustus, pita merah putih. Bendera-benderanya juga ada,” kata Budi.
Budi juga bercerita bahwa hampir setiap hari Toko Maju selalu kedatangan pengunjung dari mancanegara.
“Prancis, Jerman, Malaysia, China. Paling banyak Jepang, biasanya mencari pita,” ujar Budi.

Hari Sabtu dan Minggu biasanya jadi puncak pengunjung memadati lorong-lorong toko untuk berburu perlengkapan kerajinan. Pelanggannya pun sangat beragam. Saat musim libur sekolah tiba, tempat ini mendadak ramai oleh anak-anak sekolah.
Sementara di luar musim liburan, deretan lorong toko tetap “hidup” oleh kehadiran ibu-ibu yang mencari bahan jahit untuk penggunaan pribadi, hingga berburu pernak-pernik untuk mendukung persiapan acara pernikahan.

Berbelanja dengan Konsep One-Stop Shopping
Kita bisa berbelanja barang satuan maupun grosir. Membeli satu buah kancing saja, atau pita sepanjang setengah meter? Tentu bisa.
Di bagian depan toko, kita disambut dengan peralatan jahit mulai dari benang, gunting, dan kancing yang disusun berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran. Kemudian jika kita berbelok ke kiri, kita akan menemukan berbagai macam renda, kain, dan berbagai macam jenis pita bordir.

Eksplorasi ke bagian dalam toko akan mempertemukan kita dengan berbagai macam jenis manik-manik, tali, dan pita motif. Toko Maju juga menjual paket kreatif Do-It-Yourself (DIY) untuk pembuatan aksesori.
Tak perlu khawatir tersesat di antara ribuan barang, kita bisa menyampaikan kebutuhan kepada para pegawai yang dengan senang hati akan membantu mengarahkan serta mengambilkan perlengkapan atau kebutuhan yang kita cari.

Selama berbelanja, kita akan diberikan sebuah nampan khusus untuk menampung seluruh barang pilihan. Sambil bebas menyusuri lorong dan memilih barang, cukup letakkan semua temuan di atas nampan.
Pegawai akan membungkus barang sesuai dengan jenisnya dalam satu plastik dan memberikan label harga. Setelah selesai, berikan nampan kepada pegawai untuk dihitung keseluruhan harganya, lalu lakukan pembayaran di satu kasir terpusat.
Toko Maju berkomitmen untuk mempertahankan pengalaman belanja langsung di tempat, berbeda dari kecenderungan toko masa kini yang membuka cabang digital di e-commerce.
Meski begitu, bagi pembeli yang tidak bisa datang langsung atau berada di luar kota, pihak toko tetap melayani pemesanan khusus secara manual melalui WhatsApp. Pesanan tersebut kemudian dikemas dan dikirimkan dalam bentuk paket.
Penulis: Syifa Khairunnisa Zahrah
Editor: Sekar Kinasih