Menuju konten utama

Erupcja, Bukan Sekadar Cerita tentang Cinta Segitiga

Melalui metafora gunung meletus, film Erupcja (2025) mengajak kita untuk tidak lupa akan perubahan yang terjadi seiring berlangsungnya suatu relasi.

Erupcja, Bukan Sekadar Cerita tentang Cinta Segitiga
Header Diajeng Film Eruptja. tirto.id/Quita

diajeng.id - “Yeah, but sometimes nice can be boring,” ucap Bethany (Charli XCX), tokoh utama dalam film drama romantis Erupcja.

Anggapan bahwa sesuatu yang terlalu baik bisa membosankan ternyata menjadi salah satu konflik utama dalam film produksi tahun 2025 yang disutradari oleh sineas Amerika Serikat, Pete Ohs.

Erupcja, artinya "erupsi" dalam bahasa Indonesia, mengikuti dinamika Bethany dan Nel (Lena Góra), kedua sahabat yang selalu bertemu kembali setiap kali gunung berapi meletus.

Bethany menjalin hubungan dengan Rob (Will Madden), pasangan yang serius membangun masa depan bersamanya dan berencana melamarnya saat mereka berkunjung ke Warsawa, Polandia.

Cerita bermula ketika Bethany dan Rob mengunjungi Warsawa untuk menghabiskan waktu bersama. Di tengah hubungan yang dari luar terlihat lancar-lancar saja, Bethany mulai mempertanyakan perasaannya terhadap Rob setelah bertemu kembali dengan Nel, sahabat masa kecilnya yang selama ini mengelola toko bunga di Warsawa.

Film ini mungkin akan membuat kita bertanya-tanya. Apakah ini cinta segitiga? Apakah Bethany dan Nel menyimpan perasaan satu sama lain?

Namun, Erupcja membawa ceritanya ke arah yang berbeda. Alih-alih berfokus pada siapa yang akan dipilih Bethany, film ini mengajak kita untuk menyelami perjalanan para karakter dalam usahanya memahami kemauan dan kebutuhan dirinya sendiri.

Sejak awal, Bethany dan Rob memiliki pandangan berbeda tentang hubungan mereka. Karakter Rob digambarkan sebagai sosok yang serius untuk membangun masa depan bersama Bethany, sementara Bethany terlihat ragu untuk berkomitmen.

Nel kemudian hadir sebagai escapade atau pelarian bagi Bethany. Bethany memilih menghabiskan waktu bersama Nel, bahkan meninggalkan Rob tanpa kabar selama berhari-hari.

Pertemuan mereka setelah meletusnya Gunung Etna di Italia memunculkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya dicari Bethany dalam hidupnya. Apakah Bethany memang memiliki perasaan terhadap Nel, atau merindukan dirinya yang merasa lebih merdeka ketika mereka menghabiskan waktu bersama-sama?

Menariknya, kedekatan Nel dan Bethany tidak serta-merta memberikan jawaban atas ketidakjelasan dari hubungan mereka.

Bethany berusaha keluar dari hubungannya yang dianggapnya monoton, sementara Nel juga masih berhadapan dengan persoalan asmaranya sendiri. Mereka menemukan kenyamanan satu sama lain tanpa benar-benar memahami apa yang mereka inginkan.

Melalui dinamika ini, Erupcja mengingatkan kita betapa rumitnya proses pencarian jati diri. Kadang-kadang, keinginan untuk mengenal diri sendiri juga harus mengorbankan perasaan orang-orang di sekitar kita.

Hal ini juga terlihat melalui karakter Rob. Seiring Bethany berjibaku mencari dan memaknai kebebasannya, Rob harus menghadapi kenyataan bahwa masa depan yang dibayangkan bersama kekasihnya selama ini belum tentu menjadi sesuatu yang diinginkan Bethany.

Salah satu kekuatan visual dalam Erupcja terletak pada sinematografinya. Pete Ohs menghadirkan Warsawa melalui color-grading yang vibrant dan menarik, seperti kontras antara grafiti berwarna cerah dan bangunan-bangunan beton yang kusam.

Judul film ini juga memiliki unsur penting untuk jalan cerita. Pertemuan Bethany dan Nel selalu bertepatan dengan erupsi gunung berapi.

Seperti gunung berapi yang bentuknya mengalami perubahan setelah proses erupsi, hubungan Nel dan Bethany juga turut berubah seiring berjalannya waktu.

Erupcja memperlihatkan bagaimana kita acap kali meromantisasi kenangan masa lalu, tanpa menyadari bahwa diri kita sendiri sendiri serta orang-orang di sekitar kita sudah berubah.

Sayangnya, pendekatan visual dan konsep yang menarik belum sepenuhnya diimbangi dengan kedalaman emosional hubungan setiap karakternya.

Charli XCX berhasil memerankan Bethany sebagai sosok karismatik yang cenderung mementingkan dirinya sendiri. Will Madden juga menghadirkan Rob sebagai pasangan yang antusias dan penuh perhatian, sementara Lena Góra memberikan daya tarik tersendiri pada karakter Nel.

Ketiganya memberikan penampilan yang sangat natural. Namun, kedekatan Bethany dan Nel yang seharusnya menjadi kekuatan cerita belum sepenuhnya tersampaikan. Penonton mengetahui bahwa keduanya memiliki ikatan yang kuat melalui narasi, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk merasakan bagaimana ikatan itu terbentuk dan berkembang.

Dengan durasi film sekitar 71 menit, Erupcja tergolong ringkas. Pendekatan ceritanya yang sangat spontan pun membuat beberapa hubungan dan konflik emosional menjadi kurang tergarap secara matang.

Baca juga artikel terkait DIAJENG PEREMPUAN atau tulisan lainnya dari Arrazani Hafidza

diajeng.id - Binar
Kontributor: Arrazani Hafidza
Penulis: Arrazani Hafidza
Editor: Sekar Kinasih