Menuju konten utama

Mengenal 4 Attachment Style, Jenis dan Ciri-cirinya

Berikut ini adalah 4 jenis attachment style dan karakteristik yang bisa kamu simak untuk memahami diri.

Mengenal 4 Attachment Style, Jenis dan Ciri-cirinya
Ilustrasi attachment style. foto/istockphoto

diajeng.id - Attachment style adalah istilah dalam psikologi yang menggambarkan pola seseorang dalam membangun kedekatan emosional, menjalin hubungan, serta merespons keintiman maupun konflik. Konsep ini terbentuk sejak masa kecil dan sering kali terbawa hingga dewasa, memengaruhi cara kamu berhubungan dengan pasangan, teman, maupun keluarga.

Dengan memahami attachment style, kamu bisa mengenali kebutuhan emosional diri sendiri, memperbaiki pola hubungan yang tidak sehat, sekaligus mengembangkan koneksi yang lebih stabil. Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis attachment style beserta ciri-cirinya agar kamu lebih mudah memahami pola relasi yang kamu miliki.

Jenis-jenis Attachment Style dan Ciri-cirinya

Apa itu Emotional attachment? Emotional attachment adalah keterikatan emosional yang terbentuk ketika seseorang merasa dekat, nyaman, dan terhubung secara batin dengan orang lain. Ikatan ini muncul melalui pengalaman positif, perhatian, dan rasa aman yang diberikan dalam sebuah hubungan.

Saat memiliki emotional attachment, seseorang biasanya merasa dihargai, sulit melepaskan hubungan karena keterlibatan emosi yang kuat, serta memiliki rasa peduli dan keinginan untuk tetap dekat.

Keterikatan ini dapat terjadi dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, sahabat, maupun hewan peliharaan. Emotional attachment dapat bersifat sehat apabila dibangun dengan komunikasi yang baik, tetapi bisa menjadi tidak sehat jika hubungan tersebut menimbulkan ketergantungan berlebihan atau mengganggu kesejahteraan emosional.

Setiap orang memiliki attachment style yang berbeda, dan pola ini sangat memengaruhi cara seseorang mencintai. Untuk memahami bagaimana kamu merespons pasangan, teman, atau keluarga, penting mengenali empat tipe utama attachment beserta ciri-cirinya.

Melalui penjelasan berikut, kamu bisa mengetahui pola mana yang paling mendekati dirimu dan bagaimana dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Avoidant Attachment

Avoidant attachment adalah gaya keterikatan ini biasanya muncul dari pola asuh yang mendorong anak untuk mandiri sejak dini, namun minim dukungan emosional. Ketika dewasa, individu dengan avoidant attachment cenderung menjaga jarak dalam hubungan dan merasa tidak perlu mengandalkan orang lain. Mereka lebih nyaman berdiri sendiri dan sering menghindari kedekatan emosional.

Ciri-cirinya mencakup:

  • Sangat mandiri dan enggan bergantung pada orang lain
  • Membatasi kedekatan ketika seseorang mencoba mendekat
  • Kurang menunjukkan atau menerima dukungan emosional
  • Mengabaikan perasaan orang lain
  • Lebih memilih hubungan singkat dibanding jangka panjang
  • Kesulitan berkomitmen
  • Cenderung meremehkan orang lain
  • Kepercayaan terhadap orang lain rendah
  • Lebih suka menghabiskan waktu sendiri

2. Secure Attachment

Secure attachment dianggap sebagai pola keterikatan paling sehat karena biasanya terbentuk dari hubungan anak dan orang tua yang hangat serta responsif. Ketika dewasa, mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menjalin relasi yang stabil baik dengan pasangan maupun lingkungan sosialnya.

Beberapa karakteristiknya:

  • Mampu mengelola emosi dengan baik
  • Mandiri tanpa bergantung pada orang lain
  • Mudah dipercaya dan mampu membangun hubungan positif
  • Memiliki self-esteem yang baik
  • Komunikatif
  • Cakap menghadapi konflik
  • Mampu menjaga relasi tetap sehat

3. Fearful Avoidant/Disorganized Attachment

Fearful avoidant adalah individu dengan gaya keterikatan ini sering melihat dunia sebagai tempat yang mengancam dan sulit diprediksi. Mereka kesulitan menenangkan diri, sehingga hubungan yang dijalani kerap tidak stabil.

Attachment style ini umumnya terbentuk akibat kurangnya perhatian, pengalaman ditelantarkan, trauma masa kecil, atau kekerasan seksual.

Ciri-cirinya meliputi:

  • Rasa takut disakiti dan merasa tidak pantas dicintai
  • Emosi sulit dikendalikan
  • Perilaku yang tidak sesuai norma sosial
  • Tingkat kecemasan tinggi
  • Kesulitan mempercayai orang lain
  • Berpotensi menunjukkan perilaku agresif pada pasangan atau orang terdekat

4. Anxious Attachment

Anxious attachment muncul dari pola asuh yang tidak konsisten kadang orang tua memberi perhatian penuh, namun di lain waktu mengabaikan. Akibatnya, anak tumbuh menjadi dewasa yang mudah cemas dalam hubungan dan sangat takut ditinggalkan.

Beberapa cirinya:

  • Mudah cemburu
  • Sangat membutuhkan validasi
  • Sulit menerima kritik
  • Ketergantungan pada pasangan
  • Kurang percaya diri
  • Rasa takut ditinggalkan
  • Tidak yakin dirinya layak dicintai
  • Kesulitan mempercayai orang lain

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno