diajeng.id - Apa kamu pernah mengalami kondisi ini: merasa dekat dengan seseorang, dan ia selalu bisa hadir saat membutuhkan teman bicara, mengirim pesan manis sesekali, bahkan membuatmu merasa istimewa, tetapi tidak pernah benar-benar mengajakmu menjalin hubungan?
Setiap kali kamu mulai menjauh, dia kembali memberi perhatian. Namun, ketika ditanya soal komitmen, jawabannya selalu menggantung.
Situasi seperti ini tentu membuatmu bertanya-tanya sebenarnya posisi dirimu seperti apa. Dalam dinamika relasi asmara, kondisi tersebut dikenal sebagai backburner relationship.
Apa Itu Backburner?
Secara sederhana, backburner adalah situasi ketika seseorang tetap menjaga komunikasi dengan orang yang berpotensi menjadi pasangan romantis pada masa depan, tetapi belum bersedia berkomitmen dengannya. Istilah ini berasal dari ungkapan bahasa Inggris on the back burner, yang menggambarkan sesuatu yang diletakkan di posisi belakang untuk sementara waktu.
Penelitian Jayson L. Dibble dan Michelle Drouin dalam jurnal Computers in Human Behavior juga membahas bagaimana seseorang mempertahankan komunikasi dengan calon pasangan potensial tanpa memiliki komitmen eksklusif.
Dengan kata lain, hubungan ini membuat kemungkinan romantis tetap terbuka tanpa kepastian.
Tanda-Tanda Kamu Sedang Dijadikan Backburner
Jika sulit menentukan apakah kamu benar-benar menjadi backb
urner dalam kehidupan seseorang. Beberapa tanda berikut ini mungkin bisa jadi petunjuk.
Tanda pertama adalah, komunikasi berlangsung tidak konsisten. Dia bisa sangat perhatian hari ini, tetapi menghilang selama berhari-hari tanpa penjelasan.
Selanjutnya, dia sering memberikan harapan melalui kata-kata manis atau janji untuk bertemu, tetapi jarang menunjukkan tindakan nyata. Kemudian yang ketiga, kedekatan kalian terasa lebih dari sekadar pertemanan, tetapi dia selalu menghindari pembicaraan tentang status hubungan.
Penulis Odessa Women di situs Medium juga menyoroti ketidakjelasan komitmen dan kebiasaan mempertahankan seseorang sebagai pilihan jika hubungan lain tidak berhasil.
Meski begitu, satu atau dua tanda saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kamu sedang dijadikan backburner. Perhatikan pola perilakunya dan apakah komunikasi kalian menunjukkan niat yang sama.
Alasan Orang Melakukan Backburner
Ada pula yang merasa nyaman memiliki seseorang untuk berbagi cerita atau mencari dukungan emosional ketika kesepian. Dalam situasi tertentu, orang tersebut mungkin memang tertarik, tetapi belum yakin ingin membawa hubungan ke arah yang lebih serius.
Namun, alasan apa pun tidak serta-merta membenarkan perilaku yang terus memberikan harapan tanpa kejelasan.
Dampak Backburner bagi Kesehatan Emosional
Menjadi backburner bisa menguras energi emosional. Kamu mungkin terus menunggu pesan, menerjemahkan setiap perhatian kecil adalah tanda cintanya, atau mempertanyakan nilai dirimu ketika dia kembali menjauh.
Dalam sebuah penelitian tentang komunikasi dengan pasangan potensial yang dipertahankan sebagai alternatif "Using modern technology to keep in touch with back burners: An investment model analysis" juga mengkaji mengenai apakah ada kaitan antara stres dan komitmen dalam hubungan, temuan ini pun telah dipublikasikan di science direct.
Hal yang perlu diingat, kamu berhak mendapatkan hubungan yang menghadirkan kejelasan, bukan hanya kemungkinan.
Jika kedekatan tersebut terus membuatmu bingung, cobalah membicarakan harapan masing-masing secara terbuka. Bila ternyata kalian menginginkan hal berbeda, menetapkan batasan atau mengambil jarak bisa menjadi cara untuk menjaga diri.
Sebab, menyukai seseorang tidak berarti kamu harus terus menunggu sampai dia memutuskan untuk memilihmu.
Artikel lainnya terkait relasi juga bisa dibaca di sini.
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih