Menuju konten utama

Menjadi Diri Sendiri bersama Couch Friend

Hadirnya couch friend membantu kita jadi versi diri yang paling nyaman sehingga kita tak perlu sampai harus berpura-pura untuk kelihatan sempurna.

Menjadi Diri Sendiri bersama Couch Friend
Header diajeng couch friend. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari yang menuntut kita untuk selalu kelihatan sempurna dalam berbagai konteks sosial, terapis somatik Megan Sherer memperkenalkan tipe persahabatan "couch friend".

Konsep yang "couch friend theory" yang Sherer populerkan lewat akun TikTok-nya ini pun dengan cepat menyita perhatian jutaan orang yang merindukan ikatan emosional dalam pertemanan tanpa kepura-puraan.

Melalui wawancara dengan Newsweek pada Januari 2025 lalu, Sherer bercerita, "Couch friend adalah mereka yang datang ke rumahmu, atau kamu sendiri yang mendatangi rumah mereka, lalu kalian duduk di sofa, entah itu tidak melakukan apa-apa atau ingin melakukan sesuatu bersama-sama."

Yang menarik untuk dikulik lebih jauh, sejauh mana ekistensi couch friend berdampak pada kesehatan mental kita? Apa kita bisa belajar untuk jadi sosok sahabat tersebut?

Apa Itu Couch Friend?

Couch friend pada esensinya adalah sahabat yang membuat kita bisa menjadi diri sendiri sepenuhnya tanpa perlu bersikap pretentious alias berpura-pura atau "sekadar tampil".

Sherer berkaca pada pengalaman sulit yang pernah dilaluinya sebelum memperkenalkan gagasan couch friend. Bermula dari beberapa tahun yang lalu, hidup Sherer berubah drastis setelah mengidap penyakit kronis. Padahal, sebelum jatuh sakit, Sherer terbiasa dengan jadwal kegiatan yang padat, dari bepergian hingga bersosialisasi. Aktivitas-aktivitas tersebut memungkinkannya berjejaring dengan banyak relasi.

"Saat aku tiba-tiba tidak lagi memiliki energi atau kesehatan yang cukup untuk beranjak jauh dari sofa, aku sadar betapa pentingnya memiliki teman yang bisa sekadar 'hadir' bersamaku, tanpa ada tekanan untuk harus selalu melakukan sesuatu bersama-sama," jelas Sherer.

Dengan duduk bersama teman di sofa, tidak ada tuntutan untuk tampil rapi, berdandan, atau pun bersiap-siap. Kamu dan temanmu bisa duduk bersama di sofa selama berjam-jam, baik untuk mengobrol santai, menonton serial televisi, scrolling smartphone masing-masing, atau sekadar berada dalam keheningan tanpa rasa canggung.

Pada satu waktu, kamu mungkin merasa seperti melakukan sesuatu "sendirian", tetapi couch friend hadir di sampingmu untuk memberikan kehangatan.

Bedanya dengan Low-Maintenance Friendship

Berdasarkan ulasan berjudul "Couch friends are the key to pressure-free friendships. Here's why you need one" di situs Glamour, hubungan couch friend menawarkan ikatan yang sepenuhnya bebas tekanan.

Persahabatan ini tidak dibangun di atas rencana rumit, jadwal yang padat, atau momen-momen sempurna untuk diunggah ke media sosial.

Apabila persahabatan low-maintenance umumnya merujuk pada hubungan yang tetap awet meskipun jarang berkomunikasi atau berinteraksi, couch friend lebih menekankan pada kenyamanan saat hadir bersama di satu ruang fisik.

Di dekat couch friend, energi sosial kita tidak terkuras karena kita tidak perlu selalu dalam mode "on" atau memaksakan diri untuk menghibur.

Mengapa Punya Couch Friend Sangat Penting?

Melansir Pop Sugar, memiliki couch friend membawa dampak besar bagi kesejahteraan emosional, salah satunya adalah dapat meredakan stres dan mengisi energi.

Psikoterapis Attiya Awadallah mengatakan, bersantai bersama couch friend memberikan ruang aman untuk mengisi ulang energi mental dan emosional (recharge).

"Teman seperti ini membantu mengaktifkan respons rest and digest dalam sistem saraf kita, yang secara langsung berguna untuk melawan respons fight-or-flight yang dipicu oleh stres," ujar Awadallah.

Hal ini juga membantu kita agar merasa tidak sendirian saat butuh istirahat di tengah dunia yang terus menuntut produktivitas.

HuffPost menambahkan tentang manfaat lainnya yang bisa diperoleh, yaitu dapat merajut keintiman tanpa harus memikirkan biaya dan beban.

Edukator persahabatan Danielle Bayard Jackson dan konten kreator Charlotte Negron menjelaskan, couch friend menjawab kerinduan dasar manusia akan keintiman yang sejati.

"Jadi, kalau kita bisa duduk di sofa, mengobrol, dan merasa leluasa hanya dengan pakaian rumah sehari-hari, hal itu menunjukkan tingkat kenyamanan dan keintiman yang kita miliki. Itu sebabnya konsep ini begitu populer,” ucap Jackson.

Negron menambahkan, "Kamu bisa datang apa adanya, tanpa perlu berpura-pura... Ini adalah bentuk pertemuan yang sangat santai dan tidak menuntut banyak usaha, yang bisa jadi cara sempurna untuk memulihkan energi.”

Menjadi Couch Friend

Pakar hubungan Alex Alexander dalam situs resminya menegaskan bahwa jika kita ingin memiliki seorang couch friend, kita harus berani menjadi couch friend terlebih dahulu.

"Kamu harus bisa memancarkan energi tersebut. Kamu harus berani untuk membuka diri dan mengundang orang lain masuk ke dalam kehidupanmu yang nyata, berantakan, dan tidak sempurna," tulisnya.

Banyak orang gagal membangun ikatan ini karena selalu memperlakukan interaksi persahabatan sebagai pertunjukan, seperti panik membersihkan rumah atau sibuk memasak hidangan mewah sebelum teman datang.

Alexander pun membagikan beberapa cara praktis untuk melatih energi couch friend.

Langkah pertama, mulailah dengan menampilkan sosok asli dirimu sejak awal. Sambut teman dengan pakaian santai. Jangan ragu mengundang mereka saat rumah belum rapi.

Selanjutnya, perlakukan mereka seperti roommate atau teman sekamarmu. Tunjukkan tempat gelas atau makanan agar mereka bisa mengambilnya sendiri tanpa perlu dilayani seperti tamu formal.

Lalu, sajikan makanan praktis saat mereka datang. Tidak masalah jika menyiapkan makanan beku seperti chicken nugget. Manfaatkan bahan seadanya yang ada di kulkas.

Jangan lupa untuk melibatkan mereka dalam rutinitas harian. Ajak mereka menemani belanja bulanan, melipat pakaian bersama, atau sekadar video call saat membereskan rumah.

Selain itu, nikmati keheningan bersama. Turunkan ekspektasi bahwa setiap momen harus diisi dengan percakapan intens atau berbobot. Kesunyian juga sebuah elemen yang perlu dinikmati.

Bersama couch friend yang santai, kita membuka pintu bagi hadirnya persahabatan yang tulus, hangat, dan menenangkan. Siapa couch friend-mu? Atau kamukah couch friend itu?

Artikel lainnya seputar pertemanan juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait HUBUNGAN PERTEMANAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih