Menuju konten utama

5 Rekomendasi Film tentang Hiruk-Pikuk Jelang Pernikahan

Dari film Hollywood The Drama (2026) sampai Queen (2013) asal India, berikut film tentang kehebohan jelang pernikahan yang bisa jadi hiburan akhir pekan.

5 Rekomendasi Film tentang Hiruk-Pikuk Jelang Pernikahan
Header DIAJENG menikah. tirto.id/Quita

diajeng.id - Apakah kamu akan melangsungkan pernikahan dan ingin tahu bagaimana hiruk pikuk menjelang hari bahagia tersebut?

Kalau iya, menonton film bertema pernikahan bisa jadi cara seru untuk mendapat gambaran sekaligus hiburan.

Lewat alur cerita yang relateable, kamu bisa melihat sisi romantis, dramatis, bahkan kocak dari momen-momen jelang pernikahan.

Berikut rekomendasi film tentang hiruk-pikuk menjelang pernikahan yang bisa kamu masukkan ke dalam watchlist tontonan di akhir pekan.

1. The Drama (2026)

The Drama menceritakan pasangan harmonis Charlie dan Emma yang sedang bersiap menuju pernikahan.

Namun, semua berubah ketika mereka bermain truth or dare dengan teman-teman mereka, yang mengharuskan setiap orang mengungkap hal terburuk yang pernah mereka lakukan.

Pengakuan Emma yang mengejutkan pada minggu menjelang hari H tersebut membuat hubungannya dengan Charlie goyah dan dipenuhi keraguan.

Dari kisah cinta yang awalnya manis, cerita berubah tegang ketika rahasia tersebut memicu konflik besar.

Film ini memadukan drama dan komedi canggung, dengan puncak kekacauan terjadi di resepsi pernikahan. Secara keseluruhan, The Drama menyoroti kompleksitas hubungan, terutama soal kejujuran dan konsekuensinya.

2. Marriage Blue (2013)

Marriage Blue mengikuti kisah empat pasangan yang tengah mempersiapkan pernikahan, masing-masing dengan konflik dan keraguan yang berbeda.

Tae-Kyu mulai merasa dikhianati setelah mengetahui calon istrinya, Joo-Young, pernah menikah sebelumnya.

Sementara itu, So-Mi meragukan hubungannya yang telah lama dijalani karena merasa kurang cinta, hingga pertemuan dengan laki-laki lain menggoyahkan hatinya.

Di sisi lain, Gun-Ho dilanda kecemasan akibat masalah pribadi yang membuatnya mempertanyakan ketulusan calon istrinya.

Sedangkan Dae-Bok dan Yi-Ra yang memutuskan menikah karena kehamilan justru sering terlibat pertengkaran selama persiapan.

Melalui keempat pasangan ini, Marriage Blue menggambarkan berbagai dinamika, ketakutan, dan realita yang sering muncul menjelang pernikahan.

3. Double Happiness (2025)

Double Happiness mengisahkan Tim dan Daisy yang sedang mempersiapkan pernikahan mereka. Namun, mereka dihadapkan pada situasi rumit akibat kedua orang tua Tim yang sudah bercerai tidak bisa akur.

Akhirnya, Tim nekat mengadakan dua resepsi terpisah secara bersamaan di satu hotel.

Keputusan ini justru memicu kekacauan karena Tim harus bolak-balik menghadiri dua acara sekaligus, di tengah tuntutan keluarga, tradisi, dan ekspektasi yang berbeda-beda.

Berbagai masalah lain pun mulai bermunculan, membuat hari pernikahan mereka semakin penuh tekanan. Dengan perpaduan komedi dan drama, film ini menggambarkan betapa rumit dan melelahkannya persiapan pernikahan.

4. Wedding High (2022)

Akihito dan Haruka hendak menikah, tetapi acara mereka berubah kacau karena para tamu justru menjadikannya ajang unjuk diri.

Dari mantan yang datang tanpa diundang, rekan kerja dengan kepentingan pribadi, hingga tamu yang menampilkan berbagai atraksi aneh, suasana berubah menjadi kacau seperti pertunjukan.

Di tengah kekacauan itu, wedding planner Maho berusaha mengendalikan situasi agar tetap berjalan sesuai rencana.

Secara keseluruhan, Wedding High menghadirkan perpaduan komedi dan sindiran sosial ringan tentang pernikahan dan perilaku ajaib orang-orang di sekitarnya.

5. Queen (2013)

“Queen” mengisahkan Rani, seorang perempuan sederhana di India yang ditinggal tunangannya sehari sebelum pernikahan.

Alih-alih terpuruk, ia memutuskan tetap berangkat honeymoon seorang diri. Rani memulai perjalanan ke Paris, Prancis. Pengalaman tersebut awalnya terasa asing dan menantang baginya lantaran ia belum pernah bepergian sendiri.

Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Amsterdam, Belanda, di mana ia bertemu teman-teman baru dari berbagai negara. Perjalanan ini menjadi titik balik hidupnya.

Dari yang pemalu dan bergantung pada orang lain, Rani perlahan menemukan jati diri, keberanian, dan kemandirian melalui pengalaman baru dan pertemuan dengan orang-orang berbeda.

Dengan sentuhan humor dan emosi, film ini menghadirkan kisah tentang perempuan yang bangkit dari patah hati dan menemukan kebahagiaan tanpa bergantung pada siapa pun.

Baca juga artikel terkait FILM atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Film
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih