diajeng.id - Tidak sebanyak kisah tentang ibu dan anak perempuan, relasi antara ayah dan anak perempuan cenderung lebih jarang diangkat di panggung sinema.
Padahal, relasi ayah dan anak perempuan juga punya peran berarti, seperti membentuk cara kita memandang cinta, rasa aman, hingga bagaimana kita memahami diri sendiri.
Ada anak perempuan yang tumbuh dalam kehangatan di naungan ibu dan ayah yang harmonis, ada pula yang dipenuhi jarak, bahkan memendam luka dan trauma.
Lewat film, kita seperti diberi kesempatan untuk menyelami berbagai bentuk hubungan itu, dari yang hangat, rumit, rapuh, sampai yang tak pernah selesai.
Daftar film rekomendasi Diajeng begitu bisa jadi ruang refleksi, tentang ayah kita, tentang diri kita sebagai anak, dan tentang percakapan dengan ayah yang mungkin belum kita mulai.
Film Tentang Relasi Ayah dan Anak Perempuan
Diajeng akan mengulas beberapa film yang menceritakan tentang relasi antara ayah dan anak perempuannya.
1. Step (2020, Jepang)
Kehilangan seorang ibu di awal kehidupan anaknya, Kenichi (Takayuki Yamada) harus belajar menjadi ayah sekaligus satu-satunya rumah bagi putrinya, Miki (Tamaki Shiratori).Step menampilkan kisah yang berjalan secara perlahan, mengikuti tahun-tahun yang berlalu, bagaimana duka tidak benar-benar hilang, hanya berubah bentuk, dan bagaimana seorang ayah belajar mencintai tanpa selalu tahu caranya.
Di balik kehidupan yang tampak stabil, ada upaya sang ayah untuk tetap kuat dan tabah, sekaligus perasaan takut untuk membuka hati kembali.
Relasi ayah dan anak perempuan dalam film ini, seperti dilansir Japanese Film Festival, terkesan sunyi, akan tetapi pada waktu sama juga terasa hangat. Alih-alih relasi yang dipenuhi kata-kata dan ekspresi, hubungan Kenichi dan Miki khas dengan kehadiran yang konsisten.
Keputusan Kenichi untuk memilih tidak menikah lagi bisa kita lihat sebagai pengorbanan. Selain itu, pilihan itu juga bisa jadi dimengerti bentuk kepekaan sang ayah terhadap kebutuhan emosional anaknya.
2. On the Rocks (2020)
Laura (Rashida Jones), seorang perempuan dewasa, mulai meragukan pernikahannya sendiri.Dalam kebingungan itu, Laura memutuskan kembali pada satu sosok yang paling dikenalnya sejak kecil: sang ayah, Felix Keane (Bill Murray).
Menariknya, Felix bukan figur yang sederhana. Ayahnya karismatik, berjiwa bebas, bahkan problematik.
Bersama-sama, mereka berdua menyusuri kota New York untuk mencari kebenaran tentang suami Laura. Seiring itu, mereka juga tengah mengeksplorasi hubungan mereka sendiri.
Dalam review But Why Tho, film ini memperlihatkan relasi ayah-anak perempuan dalam fase dewasa: ketika peran orang tua tidak lagi dominan, tetapi tetap berpengaruh.
Ada kedekatan yang unik di dalamnya, seperti sahabat, bahkan “partner in crime”. Pada waktu sama, relasi Laura dan Felix ternyata juga menyimpan luka lama dan pola yang berulang.
On the Rocks mengajak kita melihat bagaimana hubungan dengan ayah bisa membentuk cara kita mencintai, memercayai, dan meragukan orang lain.
3. Aftersun (2022)
Siapa sangka, kisah sederhana tentang liburan seorang ayah muda dan putrinya yang berusia 11 tahun bisa menjadi perenungan panjang yang mengharukan bagi siapa pun yang menyaksikan.Aftersun, dirangkum dari Movies Fandom, menceritakan sudut pandang sang anak yang telah dewasa tentang pengalaman liburan tersebut. Sang anak mencoba memahami kembali siapa ayahnya dulu: sosok yang tampak ceria, akan tetapi menyimpan sesuatu yang tidak pernah sepenuhnya ia pahami.
Relasi mereka terasa rapuh sekaligus intim. Meski kasih sayang dan ikatan yang terbentuk di antara keduanya adalah realitas yang begitu nyata, rupanya ada pula jarak yang tak terucapkan.
Film yang dibintangi Paul Mescal dan Frankie Corio ini menyentuh kenyataan bahwa sebagai anak, kita tidak selalu melihat orang tua secara utuh, hanya potongan-potongan versi mereka.
Aftersun adalah refleksi tentang bagaimana kita, di kemudian hari, mencoba merangkai ulang kenangan untuk memahami cinta yang terasa membingungkan.
4. Hi Nanna (2023, India)
Viraj (Nani) adalah ayah tunggal yang membangun dunia kecil yang hangat untuk putrinya, Mahi (Ritika Nayak). Hidup mereka tampak penuh kasih dan keindahan sederhana, mulai dari rutinitas harian hingga kebersamaan yang terasa utuh.Namun, di balik itu, ada pertanyaan yang terus mengendap: sosok ibu yang tidak hadir dalam hidup mereka.
Situs The Hindu menyebutkan, relasi ayah-anak perempuan dalam film ini begitu ekspresif dan penuh afeksi.
Viraj bukan hanya pelindung, tetapi juga teman, penghibur, dan pusat dunia bagi anaknya. Namun, cinta yang ia berikan juga diiringi oleh rahasia dan luka masa lalu.
Hi Nanna menunjukkan bahwa menjadi ayah berarti terus menyeimbangkan antara melindungi anak dan jujur pada kebenaran yang mungkin menyakitkan.
5. Sentimental Value (2025)
Berangkat dari kenangan tentang sebuah rumah, Sentimental Value menggali bagaimana masa lalu, keluarga, dan hubungan membentuk siapa kita hari ini.Melalui karakter Agnes (Inga Ibsdotter Lilleaas), film ini perlahan membuka lapisan-lapisan memori tentang kehidupan di rumahnya, tentang orang tuanya, dan tentang bagaimana kisah masa kecil terus hidup dalam sepanjang hayat kita.
Dinukil laman review film RMI TV, relasi ayah dan anak perempuan di sini hadir lebih implisit, melalui jarak, ingatan, dan upaya memahami kembali. Tidak selalu hangat, tidak selalu utuh, tetapi hubungan mereka tetap memiliki nilai emosional yang kuat.
Film ini mengajak kita merenungkan bahwa hubungan dengan ayah, seberapa pun rumitnya, sering kali menjadi bagian dari “rumah” yang kita bawa seumur hidup.
Betul, kita tidak bisa mengubah masa lalu. Meski begitu, kita selalu punya kesempatan untuk memahami ulang mengapa keputusan-keputusan tertentu diambil oleh orang tua kita, dalam hal ini oleh ayah.
Dari sebuah film, kita mungkin bisa menemukan keberanian kecil untuk memulai percakapan dengan sosok ayah, yang setiap kali bertemu terasa canggung atau bahkan pertemuannya kerap tertunda.
Artikel lain tentang rekomendasi film juga bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih