Menuju konten utama

Kencan Berkali-kali dalam Sehari: Mengenal Stack Dating

Tren kencan stack dating menjadi strategi populer di kalangan Gen Z untuk mencari pasangan secara efisien di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Kencan Berkali-kali dalam Sehari: Mengenal Stack Dating
Header Diajeng Stack Dating. foto/istockphoto

diajeng.id - Di era serbadigital dengan perguliran informasi yang supercepat, apa yang bisa kita upayakan untuk mendapat jodoh?

Salah satunya adalah stack dating, strategi cari pasangan dengan efisien di tengah kepadatan aktivitas.

Orang yang melakukan stack dating bisa menjalani kencan dengan 2-3 orang dalam satu hari, misalnya lewat sesi ngopi bareng di sebuah kafe pada pukul 9 pagi, kemudian janji makan siang dengan teman kencan potensial lainnya pada pukul 12.30, lanjut pada sore hari agenda nge-gym dengan teman kencan potensial lainnya.

Mungkin bagi sebagian dari kita, menjalani kegiatan berturut-turut begitu rasanya melelahkan, tetapi realitas itu nyata adanya terutama di kalangan Gen Z.

Definisi dan Asal-usul Populer

Cosmopolitan menyebutkan, stack dating atau disebut juga dengan errand dating, adalah teknik menjadwalkan beberapa kencan singkat sekaligus dalam satu hari atau dalam rentang waktu yang berdekatan.

Tren ini mulai ramai diperbincangkan di media sosial seperti TikTok sampai akhirnya menjadi salah satu teknik kencan yang populer bagi Gen Z.

Menurut laporan Future of Dating dari Tinder tahun 2023, sekitar 51 persen pengguna Tinder usia 18-25 tahun (Gen Z) menjadikan kencan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Menyelipkan kencan di sela-sela istirahat makan siang atau saat ngopi di pagi hari dipandang realistis sekaligus praktis. Kencan diperlakukan layaknya agenda harian biasa tanpa perlu dipersiapkan sebagai acara besar yang menyita banyak waktu persiapan.

Bedanya dengan Kencan Biasa

Apa yang membedakan stack dating dengan kencan pada umumnya?

Perbedaan utama terletak pada persiapan dan ekspektasi. Kencan biasa umumnya membutuhkan persiapan matang, mulai dari berdandan maksimal hingga meluangkan waktu berjam-jam hanya untuk satu orang. Prosesnya berpotensi membuat cemas lantaran adanya ekspektasi yang tinggi. Stack dating memangkas waktu persiapan dan tekanan tersebut dengan mengandalkan kencan singkat yang diselipkan di tengah kesibukan.

Perbedaan kedua adalah tentang alokasi waktu. Kencan umumnya dihabiskan bersama seseorang yang belum tentu jadi pasangan, sedangkan melalui stack dating, kita tidak aakn menghabiskan akhir pekan hanya untuk satu orang yang belum tentu cocok.

Perbedaan selanjutnya berkaitan dengan autentisitas diri. Karena dilakukan di sela-sela rutinitas harian biasa, stack dating mendorong kita untuk tampil lebih otentik sebagai diri sendiri yang apa adanya, tanpa kepura-puraan.

Sisi Terang dari Stack Dating

Meski kesannya bikin capek, stack dating juga memiliki beberapa keuntungan.

Melansir Psychology Today, keuntungan utamanya adalah efisiensi waktu. Kencan ini cocok buat profesional sibuk yang ingin tetap aktif mencari pasangan tanpa mengorbankan seluruh waktu luangnya.

Stack dating juga tidak membuat kita jadi merasa tertekan atau terbebani, karena ekspektasi rendah dan alternatif kencan-kencan lain. Kita bisa membuat kita lebih relaks dan tidak terlalu terbebani.

Keuntungan selanjutnya adalah mencegah keterikatan sejak awal bertemu. Teknik ini membantu mencegah premature attachment (terlalu cepat terbawa perasaan pada satu orang setelah satu kali pertemuan).

Selain itu, stack dating juga bisa melatih rasa percaya diri. Melakukan banyak kencan menjadi sarana latihan sosial untuk mengasah interaksi dan membangun kepercayaan diri.

Melakukan stack dating juga memungkinkan kita untuk "keluar" dari agenda kencan dengan alasan jelas. Pembatasan waktu karena agenda berikutnya memberikan kita alasan untuk mengakhiri pertemuan dengan hard exit yang sopan jika kencan tidak berjalan lancar.

Yang Perlu Diwaspadai dari Stack Dating

Di balik sisi terangnya, stack dating tetap memberikan risiko kelelahan sosial (burnout). Bertemu banyak orang baru secara beruntun dalam sehari nyatanya adalah aktivitas sosial yang menguras energi fisik dan mental.

Durasi kencan yang terlalu singkat berisiko pula membuat kita mengambil keputusan secara terburu-buru berdasarkan kesan luar semata.

Selain itu, bukan tidak mungkin kita mengalami kebingungan lantaran menghadapi terlalu banyak kandidat dalam waktu singkat. Bagaimana mengambil keputusan berdasarkan pertemuan singkat yang jumlahnya tidak sedikit?

Bukan tidak mungkin pula kesan romantis menipis. Apabila kita tidak mengeloa strategi stack dating dengan tepat, kencan yang dijalani bisa jadi menyerupai wawancara kerja atau sekadar menyelesaikan daftar tugas harian (errand).

Di luar itu, patut diakui bahwa stack dating tetaplah menawarkan alternatif pendekatan yang praktis, rasional, dan efisien untuk menavigasi dunia kencan modern.

Kunci keberhasilannya terletak pada keseimbangan. Kalau kamu tertarik mencoba stack dating, pastikan untuk konsisten memberikan perhatian penuh dan menghargai setiap teman kencan yang kamu temui agar interaksi yang terjalin tetap hangat dan berkesan.

Artikel terkait dunia kencan juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait KENCAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih