diajeng.id - Dari hari ke hari, semakin banyak bermunculan istilah dalam relasi percintaan dan asmara anak muda. Baru-baru ini, ramai berseliweran di media sosial tentang tren pacaran "wildflowering" di kalangan Gen Z.
Tren ini dipandang sebagai cara baru untuk melihat kehidupan asmara sebagai relasi lebih bebas atau spontan dibandingkan pola pacaran tradisional yang terkesan penuh tekanan.
Apa Itu Istilah Wildflowering?
Wildflowering sebenarnya merujuk pada bunga liar yang tumbuh di alam bebas.
Dalam konteks pacaran, laman Psychology Today menjelaskan, istilah ini berarti membiarkan sebuah hubungan tumbuh atau layu secara alami dan organik, tanpa memaksakan garis waktu (timeline), label, atau ekspektasi tertentu di awal hubungan.
Tren ini, yang mulai populer melalui aplikasi kencan seperti Bumble, mengajak para jomblo agar lebih berani bersikap spontan dan mengutamakan kesenangan daripada perasaan takut akan ketidakpastian.
Ahli seksologi Bumble, Chantelle Otten menyebutkan banyak orang di generasi sekarang yang bisa bersikap lebih terbuka, ceria, dan siap untuk beraksi setelah melewati hari yang panjang dengan cuaca hangat, sehingga energi mereka juga semakin meningkat.
Di balik kesan semantik yang menyenangkan, istilah wildflowering juga mencerminkan perubahan psikologis yang relevan bagi masyarakat di belahan Bumi Utara seiring mereka memasuki musim semi dan menyambut bunga-bunga bermekaran setelah musim dingin berkepanjangan.
Wildflowering juga mendorong pihak yang berkepentingan dalam relasi untuk melihat ke mana hubungan akan berjalan, alih-alih merasa terbebani untuk segera meresmikan status pacaran.
Meski begitu, seperti dua sisi mata uang koin, tren yang tercipta tentu memiliki sisi positif dan sisi negatif baik bagi yang menjalaninya atau orang-orang di sekitar mereka.
Sisi Positif dan Negatif Pacaran Wildflowering
Diajeng akan membahas lebih lanjut apa saja plus minus pacaran yang mengikuti tren medsos ini.
Sisi Positif Wildflowering
1. Berkurangnya Tekanan Mental
Masih melansir Psychology Today, wildflowering bisa membantu mengurangi tekanan mental pada kita yang sedang berjuang menemukan cinta sejati. Dengan tidak terburu-buru memberikan label, kita jadi lebih percaya diri dan tulus dalam mengeksplorasi relasi.Bagi yang cenderung obsesif atau sering merasa cemas di awal hubungan, pendekatan wildflowering membantu suasana hati jadi lebih tenang sehingga tidak terburu-buru memutuskan hubungan hanya karena calon pasangan tidak memenuhi semua kriteria di atas kertas.
2. Punya Ruang untuk Bangun Kepercayaan
Selain itu, bagi kita yang memiliki gaya kelekatan (attachment style) tertentu, pendekatan wlidflowering yang cenderung lambat ini memberikan ruang yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan secara bertahap.
Sisi Negatif Wildflowering
1. Memunculkan Kebingungan
Di balik kesan bebas dan mengalir, relasi yang terinspirasi tren wildflowering ini justru bisa memunculkan kebingungan bagi salah satu pihak atau bahkan keduanya lantaran tidak ada kejelasan pada status hubungan. Di mana posisi masing-masing dalam hidup satu sama lain?Istilah "lihat saja nanti" biasanya jadi tameng bagi orang-orang yang memang takut akan komitmen. Pada akhirnya, kondisi tidak pasti ini berisiko menimbulkan kekecewaan dan perasaan terluka bagi pihak yang sebenarnya mengharapkan hubungan yang lebih serius.
2. Buang-buang Waktu
Jika dibiarkan terlalu lama tanpa komunikasi yang jujur, wildflowering bisa berubah menjadi situasi yang menggantung (limbo) dan membuang-buang waktu yang berharga ketika kita menjalaninya.Kalau kita sudah memutuskan menjalani hubungan wildflowering, kita pun dituntut untuk mempraktikkan kedewasaan dan kejujuran yang tinggi.
Ibarat bunga liar yang membutuhkan tanah dan air yang tepat untuk mekar, hubungan yang terkesan bebas, spontan, dan mengalir ini tetap membutuhkan "aturan" tertentu yang didukung oleh kesiapan mental kuat.
Tren wildflowering mengingatkan kita bahwa setiap relasi memiliki musimnya sendiri.
Tidak semua perkenalan harus berakhir di pelaminan atau menjadi hubungan jangka panjang yang serius. Bisa jadi, sebuah pertemuan hadir untuk memberikan pelajaran atau keceriaan sesaat.
Kalau kamu merasa tidak nyaman dengan ketidakpastian dari pendekatan relasi wildflowering, sampaikan secara terang kepada si dia.
Sebab, jikalau hubungan tersebut tidak mekar sesuai harapan, seperti dinyanyikan Miley Cyrus, "I can buy myself flowers."
Simak juga artikel lainnya seputar relationship di sini.
Editor: Sekar Kinasih